Logo FlowersLib

Budidaya Sambucus Javanica - Panduan Menanam Elderberry

Sambucus javanica adalah tanaman perdu atau semak tinggi dalam keluarga Adoxaceae. Batangnya bersudut dengan empulur berwarna putih. Daunnya berseling atau berseberangan, berbentuk bulat telur sempit, majemuk menyirip dengan anak daun yang menyerupai kelenjar seperti daun atau berwarna biru.

Kelopaknya berbentuk cangkir, dengan gigi segitiga. Mahkota bunga berwarna putih, dan benang sari berwarna kuning atau ungu. Buahnya berwarna merah saat matang, hampir melingkar, dengan biji berbentuk bulat telur yang ditutupi tonjolan kecil seperti kutil.

Bunga ini mekar dari bulan April sampai Mei dan berbuah dari bulan Agustus sampai September. Namanya berasal dari reputasinya untuk mengobati memar, cedera, dan patah tulang.

Elderberry lebih menyukai iklim yang lebih sejuk dan lebih lembab, mentolerir naungan dan dingin, dan dapat tumbuh di sebagian besar jenis tanah, meskipun daerah yang tergenang air tidak cocok untuk budidaya.

Sambucus javanica

Tidak menyukai suhu tinggi dan umumnya ditemukan di semak-semak lereng bukit atau padang rumput. Berkembang biak melalui stek.

Akar, batang, daun, bunga, dan buah Elderberry semuanya dapat digunakan untuk tujuan pengobatan. Akar atau seluruh tanaman memiliki efek menghalau angin dan kelembapan, meningkatkan sirkulasi darah, dan menyebarkan stasis darah.

Terlepas dari kegunaannya sebagai obat, Elderberry memiliki dedaunan hijau yang cerah dan kebiasaan pertumbuhan yang elegan, menjadikannya pilihan yang cepat dan menarik secara visual untuk lansekap. Tanaman ini juga dianggap sebagai tanaman yang sangat hias.

I. Sejarah Botani

Sambucus javanica

Elderberry mendapatkan namanya karena keefektifannya dalam mengobati memar, cedera, dan patah tulang.

II. Karakteristik Morfologi

Elderberry adalah tanaman herba atau semi-semak yang tinggi, mencapai ketinggian 1-2 meter. Batangnya bersudut dengan empulur berwarna putih. Bintik-bintik seperti daun pada daun majemuk menyirip terkadang memiliki kelenjar dan berwarna biru.

Terdapat 2-3 pasang anak daun, yang berselang-seling atau berlawanan. Anak daun berbentuk bulat telur sempit, berukuran panjang 6-13 sentimeter dan lebar 2-3 sentimeter. Permukaan atas anak daun jarang ditutupi dengan rambut-rambut lembut yang panjang saat masih muda.

Selebaran memiliki ujung runcing secara bertahap, pangkal membulat, sisi yang tidak sama, tepi bergerigi halus, dan satu atau beberapa gigi kelenjar di dekat pangkal atau di bawah bagian tengah.

Anak daun terminal berbentuk bulat telur atau bulat telur terbalik, dengan pangkal berbentuk baji, terkadang terhubung dengan pasangan anak daun pertama, dan tidak memiliki tangkai. Sepasang anak daun pertama terkadang memiliki tangkai yang pendek.

Perbungaan umbel majemuk bersifat terminal, besar, dan jarang. Bunga ini ditopang oleh bracts seperti daun di pangkal tangkai, yang bercabang 3-5 kali dan ramping, ditutupi dengan rambut kuning yang jarang.

Bunga steril dari kelopak berbentuk cangkir tidak rontok, sedangkan bunga yang subur berukuran kecil. Kelopaknya berbentuk cangkir dengan gigi segitiga. Mahkota bunga berwarna putih, bersatu hanya di bagian pangkalnya, dan benang sari berwarna kuning atau ungu.

Ovarium memiliki 3 ruang, dengan gaya yang sangat pendek atau hampir tidak ada, dan kepala putik 3 lobus. Buahnya berwarna merah, hampir melingkar, dengan diameter 3-4 milimeter.

Berisi 2-3 biji berbentuk bulat telur, berukuran panjang 2,5 milimeter, dengan tonjolan kecil seperti kutil di permukaannya. Bunga ini mekar dari bulan April sampai Mei dan berbuah dari bulan Agustus sampai September.

III. Lingkungan Tumbuh

Elderberry lebih menyukai iklim yang lebih sejuk dan lebih lembab, tahan terhadap keteduhan dan dingin, dan dapat tumbuh di sebagian besar jenis tanah. Namun, tidak cocok untuk daerah yang tergenang air dan tidak menyukai suhu tinggi. Biasanya ditemukan di semak-semak lereng bukit atau padang rumput.

IV. Jangkauan Distribusi

Elderberry didistribusikan di Jepang. Tumbuh di lereng, hutan bawah tanah, sepanjang jurang, dan di padang rumput pada ketinggian mulai dari 300 hingga 2600 meter. Ia juga dibudidayakan.

V. Metode Perbanyakan

Elderberry diperbanyak melalui stek.

Perbanyakan dengan stek: Dengan menggunakan metode transplantasi bibit, pilih cabang yang sehat dan bebas hama di area perkecambahan pada bulan Februari. Potong cabang menjadi stek dengan panjang 20-25 cm, dengan setidaknya 3 tunas pada setiap stek.

Tunas paling atas dan paling bawah harus berjarak 1-1,5 sentimeter dari potongan. Kemudian, siapkan tanah dan buat bedengan selebar 3 meter. Gali parit horizontal dengan jarak 26 sentimeter dan kedalaman 16-20 sentimeter.

Tempatkan 15-20 stek di setiap parit, dengan tunas paling atas dari stek terbuka di atas tanah. Tutup parit dengan setengah bagian tanah dan padatkan, pastikan tanah yang halus sejajar dengan permukaan bedengan.

Pemindahan sebaiknya dilakukan setelah daun rontok di musim dingin atau sebelum perkecambahan musim semi di tahun kedua.

Gali lubang dengan jarak 1,3-1,8 meter antar baris dan kedalaman 21-25 sentimeter. Pindahkan satu bibit per lubang dan tekan tanah dengan kuat, sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah.

VI. Teknik Budidaya

Manajemen Lapangan

Saat bibit mencapai ketinggian 13-17 sentimeter, lakukan penanaman dan penyiangan antar baris pertama, serta berikan pupuk tambahan.

Pupuk utamanya adalah pupuk kandang dari manusia dan ternak. Dalam 2-3 tahun setelah tanam, lakukan penyiangan sekali pada musim semi dan sekali pada musim panas.

Pemanenan dan Pengolahan

Elderberry dapat dipanen sepanjang tahun, baik digunakan dalam keadaan segar maupun dipotong dan dikeringkan.

VII. Pengendalian Penyakit dan Hama

Metode pengendalian kimiawi, biasanya menggunakan kombinasi pengujian toksisitas di dalam ruangan dan uji efikasi di lapangan, biasanya digunakan untuk menyaring agen yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit busuk akar.

Pestisida kimia seperti karbendazim, klorotalonil, deksametason, mancozeb, imidakloprid, dan fenheksamid biasanya digunakan untuk pencegahan dan pengendalian busuk akar.

VIII. Nilai-nilai Utama

Nilai Obat

Akar, batang, daun, bunga, dan buah Elderberry semuanya dapat digunakan untuk tujuan pengobatan. Akar atau seluruh tanaman memiliki efek menghalau angin dan kelembapan, meningkatkan sirkulasi darah, dan menyebarkan stasis darah.

PropertiRasa manis dan pahit, bersifat netral. Milik meridian Hati.

Fungsi dan IndikasiMenghalau angin dan menghilangkan kelembapan; melancarkan peredaran darah; menghentikan pendarahan. Terutama digunakan untuk artralgia rematik, asam urat, osteoartritis, nefritis akut dan kronis, rubella, memar, patah tulang, serta bengkak dan nyeri yang disebabkan oleh cedera luar.

Dosis dan AdministrasiSecara lisan: Rebusan, 15-30g; atau dalam bentuk pil atau bubuk. Secara topikal: Oleskan dalam jumlah yang sesuai, baik sebagai tapal atau untuk pengasapan rebusan dan pencucian, atau sebagai taburan bubuk.

Tindakan pencegahanTidak cocok untuk wanita hamil.

Nilai Hias

Elderberry memiliki cabang dan daun hijau yang rimbun, kebiasaan tumbuh yang anggun, dan pertumbuhan yang cepat. Dengan cepat dapat menghasilkan efek penghijauan yang menyenangkan, menjadikannya tanaman yang sangat hias.

Berbagi adalah Peduli.
Peggie

Peggie

Pendiri FlowersLib

Peggie dulunya adalah seorang guru matematika sekolah menengah, namun ia mengesampingkan papan tulis dan buku pelajarannya untuk mengikuti kecintaannya pada bunga. Setelah bertahun-tahun berdedikasi dan belajar, ia tidak hanya mendirikan toko bunga yang berkembang pesat, tetapi juga mendirikan blog ini, "Perpustakaan Bunga". Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mempelajari lebih lanjut tentang bunga, jangan ragu untuk hubungi Peggie.

Sebelum kau pergi
Anda mungkin juga menyukai
Kami memilihnya hanya untuk Anda. Teruslah membaca dan pelajari lebih lanjut!
© 2025 FlowersLib.com. Semua hak cipta dilindungi undang-undang. Kebijakan Privasi