Paeonia lactiflora, bunga herba abadi dari genus Paeonia, memiliki sejarah budidaya yang panjang di Cina dan dihormati dengan gelar seperti 'peri bunga', 'menteri bunga', dan 'dewa bunga'. Namun, beberapa orang sering mengacaukannya dengan peony pohon (Paeonia suffruticosa), yang keduanya termasuk dalam genus yang sama, yang mengarah ke situasi di mana P. lactiflora disalahartikan sebagai peony pohon.
Baik P. lactiflora maupun peony pohon adalah bunga yang dihargai di Tiongkok, dengan perbedaannya terletak pada bentuk daun, kuncup bunga, bentuk bunga, warna, periode mekar, batang, dan buahnya. Keduanya tidak hanya memiliki kedudukan yang tinggi di dunia bunga, tetapi juga memiliki nilai hias yang berbeda.
Di bawah ini, saya akan memberikan informasi spesifik untuk membantu Anda memahami perbedaan antara P. lactiflora herba dan peony pohon berkayu.
Peony pohon adalah semak berkayu daun, sedangkan P. lactiflora adalah tanaman tahunan herba. Sistem akar peony pohon lebih luas dan berkayu dibandingkan dengan akar P. lactiflora yang berdaging dan berbonggol. Perbedaan mendasar dalam struktur akar ini mempengaruhi kebiasaan pertumbuhan dan umur panjangnya.


Batang peony pohon berkayu dan kuat, bertahan di atas tanah sepanjang tahun, sedangkan batang P. lactiflora adalah herba dan mati kembali ke tanah setiap musim dingin. Batang P. lactiflora dapat mencapai ketinggian sekitar 1 meter, sedangkan peony pohon biasanya tumbuh setinggi 1-2 meter, yang membantu membedakan keduanya.


Morfologi daun adalah ciri pembeda utama antara peony pohon dan P. lactiflora. P. lactiflora memiliki daun majemuk yang besar dengan anak daun yang biasanya berbentuk elips hingga tombak, berwarna hijau tua, dan mengkilap.
Sebaliknya, daun peony pohon terbagi lebih dalam, sering kali biternate atau triternate, dengan selebaran yang dapat dilubangi atau dibagi lebih lanjut. Daun peony pohon umumnya lebih besar, menciptakan siluet yang lebih kompleks. Mereka biasanya berwarna hijau lebih terang dibandingkan dengan daun P. lactiflora yang lebih gelap.


P. lactiflora biasanya mekar pada akhir musim semi hingga awal musim panas, dengan periode puncak pembungaan pada bulan Mei-Juni. Sebaliknya, peony pohon umumnya mekar lebih awal, dengan periode puncak pembungaan pada bulan April hingga awal Mei. Perbedaan waktu mekar ini merupakan cara yang dapat diandalkan untuk membedakan keduanya.
Selain itu, bunga peony pohon umumnya lebih besar daripada bunga P. lactiflora, dan kuncup bunga peony pohon terbentuk pada kayu tua, sedangkan P. lactiflora menghasilkan batang berbunga baru setiap tahun dari mahkota.
Kuncup bunga peony pohon biasanya lebih besar dan lebih bulat dibandingkan dengan kuncup bunga P. lactiflora yang memanjang dan runcing.


Bunga peony pohon biasanya berukuran besar dan menyendiri, sering kali berdiameter 15-25 cm. Bunga P. lactiflora umumnya lebih kecil, biasanya berdiameter 8-16 cm, dan dapat memiliki bentuk tunggal, semi-ganda, atau sepenuhnya ganda. P. lactiflora sering menghasilkan banyak bunga per tangkai, sedangkan peony pohon biasanya memiliki satu bunga per tangkai.


Bunga peony pohon tersedia dalam berbagai warna, termasuk nuansa putih, merah muda, merah, ungu, dan kuning, sering kali dengan bercak-bercak dramatis di pangkal kelopak. P. lactiflora juga menawarkan berbagai warna, terutama putih, merah muda, merah, dan beberapa kultivar dengan warna karang atau kuning pucat. Kedua spesies ini dapat memiliki bentuk bunga tunggal hingga ganda penuh, dengan kultivar P. lactiflora sering kali memiliki kelopak bunga yang lebih banyak dalam bentuk ganda.
Buah P. lactiflora biasanya berbentuk folikel, panjang 2-4 cm, yang terbelah saat matang untuk memperlihatkan biji besar berwarna hitam mengkilap. Buah peony pohon serupa tetapi umumnya lebih besar, seringkali panjangnya 3-5 cm. Kedua jenis ini berubah warna menjadi coklat dan terbelah saat matang, memperlihatkan biji yang awalnya berwarna merah tetapi berubah menjadi hitam saat matang.
Memahami perbedaan-perbedaan ini dapat membantu para tukang kebun dan penggemar untuk lebih menghargai dan membudidayakan bunga-bunga yang indah dan memiliki nilai historis ini.

