Logo FlowersLib

Viola Phillipina: Mengungkap Keindahan Bunga Pansy Liar

Viola phillipina, juga dikenal sebagai Banci Liar atau Banci Halus, adalah tanaman herba abadi milik keluarga Violet. Tanaman ini tidak berbatang dan memiliki tinggi 4 hingga 14 cm. Selama musim berbuah, tingginya bisa mencapai 20 cm.

Daun bagian bawah umumnya berbentuk bulat telur segitiga atau bulat telur sempit, sedangkan daun bagian atas lebih panjang, tampak lonjong, bulat telur lanset sempit, atau bulat telur lonjong. Bunganya berukuran sedang dan berwarna ungu atau ungu muda, kadang-kadang tampak putih.

Tenggorokan bunga lebih terang dengan garis-garis ungu. Buahnya berbentuk kapsul lonjong, panjangnya 5 sampai 12mm, dengan biji bulat telur sekitar 1,8mm dan berwarna kuning muda. Periode berbunga dan berbuah berlangsung dari pertengahan hingga akhir April hingga September.

Seluruh tanaman ini digunakan sebagai obat karena sifatnya yang membersihkan panas, detoksifikasi, mendinginkan darah, dan mengurangi pembengkakan. Daun mudanya dapat digunakan sebagai sayuran, dan tanaman ini dapat berfungsi sebagai bunga hias di awal musim semi.

Viola phillipina

Rasanya yang pahit, menyengat, dan sejuk digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati bisul, abses, penyakit kudis, penyakit kuning, disentri, diare, mata merah, sumbatan pada tenggorokan, dan gigitan ular.

I. Karakteristik Fisik

Tanaman tahunan tanpa batang di atas tanah, tumbuh setinggi 4-14 cm dan tinggi hingga 20 cm saat berbuah. Memiliki rimpang pendek dan vertikal berwarna coklat muda, panjang 4-13 mm dan tebal 2-7 mm, dengan simpul yang tumbuh rapat dan beberapa akar tipis berwarna coklat muda atau hampir putih.

Daunnya banyak, basal, dan seperti teratai; daun di bagian bawah biasanya lebih kecil, berbentuk bulat telur segitiga atau bulat telur sempit, sedangkan yang di bagian atas lebih panjang, berbentuk oval memanjang, bulat telur sempit-lanset, atau berbentuk telur memanjang, panjang 1,5-4 cm dan lebar 0,5-1 cm, dengan ujung membulat, pangkal terpotong atau berbentuk baji, jarang yang agak berbentuk hati.

Tepinya memiliki gigi bulat agak rata, kedua permukaannya tidak berambut atau ditutupi rambut pendek halus, terkadang hanya bagian bawah sepanjang urat yang berambut pendek, daun saat berbuah bertambah besar, bisa mencapai panjang 10 cm dan lebar 4 cm.

Tangkai daun saat berbunga biasanya 1-2 kali lebih panjang dari helai daun, bagian atas memiliki sayap yang sangat sempit, saat berbuah panjangnya bisa mencapai 10 cm, bagian atas memiliki sayap yang lebih lebar, tidak berbulu atau ditutupi bulu-bulu pendek yang halus.

Viola phillipina

Bintik-bintiknya berselaput, pucat atau hijau muda, panjang 1,5-2,5 cm, 2/3-4/5 menyatu dengan tangkai daun, bagian bebas berbentuk lanset linier, ujungnya jarang ditutupi dengan gigi halus seperti pinggiran kelenjar atau hampir seluruhnya.

Bunganya berukuran sedang, ungu atau ungu muda, jarang berwarna putih, tenggorokannya lebih terang dengan garis-garis ungu; batang bunga biasanya banyak dan lemah, panjangnya sama atau lebih tinggi dari helai daun, tidak berambut atau berambut pendek, di dekat bagian tengah ada 2 bracts kecil linier.

Kelopak berbentuk bulat telur-lanset atau lanset, panjang 5-7 mm, ujungnya berangsur-angsur tajam, pangkalnya memiliki pelengkap pendek, panjang 1-1,5 mm, ujungnya bulat atau terpotong, ujungnya memiliki tepi putih selaput, tidak berambut atau berambut pendek.

Kelopaknya berbentuk bulat telur terbalik atau bulat telur terbalik memanjang, kelopak lateral panjang, 1-1,2 cm, bagian dalam tidak berbulu atau memiliki bulu seperti kumis, kelopak bawah termasuk taji panjangnya 1,3-2 cm, bagian dalam memiliki urat berwarna ungu; taji berbentuk tabung tipis, panjang 4-8 mm, ujungnya bulat.

Benang sari memiliki panjang sekitar 2 mm, pelengkap di bagian atas septum antera memiliki panjang sekitar 1,5 mm, taji di bagian belakang dua benang sari bagian bawah berbentuk tabung tipis, panjang 4-6 mm, ujungnya agak tipis.

Viola phillipina

Ovarium berbentuk bulat telur, tidak berbulu, putik berbentuk pentungan, sedikit lebih panjang dari ovarium, pangkalnya agak bengkok, kepala putik berbentuk segitiga, bagian samping dan belakang agak menebal menjadi tepi yang agak meninggi, bagian atas agak rata, bagian depan berparuh pendek.

Buah kapsul berbentuk lonjong memanjang, panjang 5-12 mm, tidak berbulu; bijinya berbentuk bulat telur, panjang 1,8 mm, berwarna kuning muda. Periode berbunga dan berbuah dari pertengahan hingga akhir April hingga September.

II. Lingkungan Pertumbuhan

Tanaman ini tumbuh subur di lingkungan yang terang dan lembab, menunjukkan toleransi yang kuat terhadap keteduhan dan dingin. Tanaman ini tidak terlalu menyukai jenis tanah dan memiliki kemampuan beradaptasi yang luar biasa.

Bunga ini mudah berkembang biak, dapat disemai secara langsung dan biasanya bertunas pada awal Maret. Periode mekarnya berlangsung dari pertengahan Maret hingga pertengahan Mei, dengan periode puncak pembungaan sekitar 25 hari.

Setiap bunga mekar selama sekitar enam hari, dan membutuhkan waktu sekitar 30 hari sejak bunga mekar hingga bijinya matang.

Dari bulan April hingga pertengahan Mei, sejumlah besar bunga cleistogami diproduksi, menghasilkan biji yang berlimpah. Beberapa bunga lagi muncul pada akhir September.

III. Jangkauan Distribusi

Viola phillipina

Tanaman ini tumbuh di ladang, tanah kosong, lereng berumput, tepi hutan, dan semak belukar. Tanaman ini sering membentuk koloni kecil di area taman yang lembap. Tanaman ini juga bisa ditemukan di Korea, Jepang, dan wilayah Timur Jauh Rusia.

IV. Pertumbuhan dan Reproduksi

Benih tanaman ini cukup kecil, dan biasanya menggunakan nampan bibit untuk disemai. Tanah di bedengan sebaiknya merupakan campuran dari dua bagian tanah kebun, dua bagian cetakan daun, dan satu bagian pasir halus.

Sebelum disemai, tanah harus disterilkan, biasanya menggunakan larutan kalium permanganat 0,3% hingga 0,5% yang disemprotkan ke tanah dasar. Hal ini membantu menumbuhkan bibit yang kuat dan mencegah hama dan penyakit.

Ketebalan tanah penutup harus cukup untuk menyembunyikan benih. Waktu yang ideal untuk menabur adalah pada awal hingga pertengahan Maret untuk musim semi, dan awal Agustus untuk musim gugur. Setelah disemai, pertahankan suhu antara 15°C hingga 25°C.

Bibit akan muncul setelah sekitar satu minggu. Untuk penaburan di luar ruangan pada bulan Agustus, siapkan lahan dengan meratakan dan menyiraminya secara menyeluruh.

Setelah air meresap, campurkan benih dengan tanah berpasir halus, sebarkan di atas tanah, dan tutupi benih dengan lapisan tipis tanah. Bibit akan muncul setelah sekitar satu minggu.

V. Pengendalian Hama dan Penyakit

Tungau laba-laba merah dapat merusak daun. Tungau ini dapat dikendalikan dengan menyemprotkan campuran belerang.

Penyakit bercak daun, yang disebabkan oleh jamur yang tidak dikenal, juga bisa menjadi masalah. Pada awalnya, bintik-bintik kecil berwarna coklat muncul. Jika tidak diobati tepat waktu, bintik-bintik hitam besar akan terbentuk, dan daun akan menguning dan mati.

Oleh karena itu, segera setelah penyakit teridentifikasi, semprotkan daun dengan larutan Bactericlear 800 kali lipat setiap 7-8 hari, 2-3 kali berturut-turut, dan penyakit pada dasarnya akan sembuh.

Hama utama termasuk serangga sisik dan lalat putih, yang dapat dikendalikan dengan menyemprotkan larutan 40% Leaguer 1000 hingga 1500 kali lipat.

VI. Nilai-nilai Utama

Nilai yang Dapat Dimakan

Setiap 100 gram bahan kering tanaman ini mengandung 29,27 gram protein, 2,38 gram gula larut, 33,95 gram asam amino, dan berbagai macam vitamin.

Setiap gram bahan tanaman kering mengandung 354,8μg besi, 30,3μg mangan, 22,2μg tembaga, 55,8μg seng, 11,3μg barium, 87,3μg stronsium, 69,0μg kromium, 60,0μg molibdenum, 9,7μg kobalt, dan 3,9μg kalsium.

Tunas muda atau batang tanaman yang empuk dapat direbus dalam air mendidih, direndam dalam air tawar selama 3-5 menit, lalu ditumis, digunakan dalam sup, dikukus dengan tepung, atau dimasak menjadi bubur.

Nilai Taman

Tanaman ini mekar lebih awal dan lebat. Kebiasaan tumbuhnya yang rendah dan rapi, serta kelompoknya yang rapat, membuatnya cocok untuk penggantian dan pemindahan secara teratur dalam tata letak taman, seperti hamparan bunga atau hamparan bunga berpola awal musim semi.

Tumbuhan ini bertunas lebih awal, memiliki nilai hias yang tinggi, dan kemampuan beradaptasi yang kuat. Dapat diperbanyak dari biji, menjadikannya tanaman penutup tanah yang cocok untuk budidaya skala besar.

Ini juga cocok untuk perbatasan bunga atau dicampur dengan bunga awal musim semi lainnya untuk membentuk kelompok bunga. Setelah masa dormansi dalam pot, tanaman ini dapat dikontrol untuk berbunga pada waktu tertentu, menghasilkan pot yang penuh dengan bunga-bunga yang lembut.

Hal ini membuatnya cocok untuk dekorasi interior seperti kusen jendela, meja, atau rak, dan juga dapat digunakan untuk membuat bonsai.

Berbagi adalah Peduli.
Peggie

Peggie

Pendiri FlowersLib

Peggie dulunya adalah seorang guru matematika sekolah menengah, namun ia mengesampingkan papan tulis dan buku pelajarannya untuk mengikuti kecintaannya pada bunga. Setelah bertahun-tahun berdedikasi dan belajar, ia tidak hanya mendirikan toko bunga yang berkembang pesat, tetapi juga mendirikan blog ini, "Perpustakaan Bunga". Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mempelajari lebih lanjut tentang bunga, jangan ragu untuk hubungi Peggie.

Sebelum kau pergi
Anda mungkin juga menyukai
Kami memilihnya hanya untuk Anda. Teruslah membaca dan pelajari lebih lanjut!
© 2025 FlowersLib.com. Semua hak cipta dilindungi undang-undang. Kebijakan Privasi