Prunus persica, umumnya dikenal sebagai Bunga Persik Putih, adalah kultivar pohon persik yang termasuk dalam keluarga Rosaceae. Biasanya tersedia dalam dua varietas: Bunga Persik Putih Berbunga Besar dan Bunga Persik Putih Berbunga Kecil.
Bunga Persik Putih Berbunga Besar menampilkan mekarnya bunga berwarna putih bersih yang mengagumkan, memancarkan aura kemurnian yang tidak tercela. Meskipun kelopak bunganya tersusun rapat, namun tetap terlihat elegan dan bermartabat. Kelopak bunganya bisa berbentuk oval atau setengah lingkaran, dan cabang-cabangnya ditutupi dengan puber putih yang khas.
Sebaliknya, Bunga Persik Putih Berbunga Kecil menghadirkan penampilan yang lebih lembut. Kelopak bunga yang berwarna putih mengandung benang sari berwarna kuning pucat, memancarkan keharuman halus yang membangkitkan rasa kesegaran dan kegembiraan.

Bunga Persik Putih, juga disebut sebagai Baiyu dalam bahasa Cina, adalah varietas yang dibudidayakan dari Prunus persica. Biasanya berbunga dari awal hingga akhir April, dengan ovarium yang berkembang menjadi buah yang memanjang dan bulat. Baiyu diklasifikasikan sebagai varietas persik minyak yang berumur genjah.
Berasal dari Cina, pohon persik telah dibudidayakan secara global. Spesies ini tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh, menunjukkan ketahanan yang baik terhadap kekeringan, tetapi tidak toleran terhadap kelembaban yang berlebihan. Pohon ini lebih menyukai iklim hangat dan memiliki sifat tahan banting yang luar biasa.
Batang pohon persik mengeluarkan getah, yang dikenal sebagai getah persik, yang memiliki sifat perekat. Getah ini merupakan polisakarida kompleks yang dapat dihidrolisis untuk menghasilkan berbagai monosakarida termasuk arabinosa, galaktosa, xilosa, rhamnosa, dan asam glukuronat. Permen karet persik memiliki aplikasi kuliner dan pengobatan.
Varietas ini ditandai dengan kelopak berbentuk oval dan sepal yang lebih sedikit. Cabang-cabangnya sebagian besar berwarna cokelat dengan belang-belang hijau.
Jenis ini menghasilkan bunga putih yang lebih besar dengan kelopak bulat. Cabang-cabangnya yang berwarna hijau ditutupi dengan trikoma halus.

Bunga Persik Putih tumbuh subur di bawah paparan sinar matahari penuh dan menunjukkan toleransi kekeringan yang baik, tetapi mereka sensitif terhadap kelembapan yang berlebihan. Mereka lebih menyukai iklim hangat dan menunjukkan ketahanan dingin yang mengesankan, mampu bertahan pada suhu musim dingin serendah -25°C (-13°F) dalam kondisi alami.
Pohon-pohon ini membutuhkan tanah yang subur dan berdrainase baik. Mereka tidak toleran terhadap kondisi yang tergenang air, dan bibitnya kemungkinan besar akan mati jika ditanam di daerah yang rentan terhadap akumulasi air.
Meskipun Prunus persica berasal dari Cina, namun telah dibudidayakan dan dinaturalisasi secara luas di berbagai wilayah di seluruh dunia, termasuk daerah beriklim sedang di kedua belahan bumi.

Persik hijau (Prunus persica var. viridis) adalah pohon gugur yang ditandai dengan kulit kayu abu-abu, cabang-cabang hijau, dan daun berbentuk bulat telur. Ciri khasnya yang paling menonjol adalah bunganya yang tersusun rapat, berwarna putih bersih, dan berkelopak ganda, mengingatkan pada batu giok.
Bunga-bunga ini berdiameter 4-6 sentimeter dan terdiri dari 15-30 kelopak bunga pipih yang dikelilingi oleh 10 sepal hijau yang tersusun dalam dua baris. Periode pembungaan biasanya berlangsung dari awal hingga akhir April, setelah itu ovarium berkembang menjadi buah yang memanjang dan bulat.
Spesies ini menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan kebiasaan terbuka dan batang yang relatif lemah. Daunnya berbentuk lanset, sempit, dan berwarna hijau tua, dengan ujung yang tajam. Kuncup daunnya kecil dan berbentuk segitiga. Di Distrik Sanyuan, Kota Sanming, tahapan fenologinya adalah sebagai berikut:
Fenologi pembungaan di wilayah yang sama mengikuti pola ini:
Pohon persik hijau menunjukkan produktivitas yang tinggi, dengan pengaturan buah yang terjadi pada semua jenis cabang yang berbuah (panjang, sedang, dan pendek).
Namun, pohon yang sudah dewasa umumnya berbuah pada cabang yang sedang dan panjang. Buahnya hampir bulat dengan bagian atas yang agak cembung, dengan berat rata-rata 110-120 gram. Daging buahnya berwarna putih, bertekstur halus, berair, dan lembut meleleh, dengan rasa yang manis dan kaya yang menunjukkan kualitas yang sangat baik.
Informasi fenologi tambahan:

Persik hijau, pohon kecil yang termasuk dalam keluarga Rosaceae dan genus Prunus, banyak digunakan dalam hortikultura hias. Pohon ini dapat ditanam dalam kelompok untuk membuat kebun persik, digunakan sebagai spesimen tersendiri untuk menghiasi halaman rumput, atau dipasangkan dengan semak berbunga seperti Begonia grandis untuk tampilan bunga yang spektakuler.
Persik hijau tumbuh subur di lingkungan yang kering dan cerah. Saat memilih lokasi penanaman, pilihlah lokasi yang tinggi dan tidak teduh. Hindari lokasi yang berdekatan dengan parit, kolam, atau pohon berkanopi besar untuk memastikan ventilasi dan pencahayaan yang memadai.
Tanah yang ideal untuk persik hijau adalah lempung berpasir yang subur, berdrainase baik, netral hingga sedikit basa. Penanaman di tanah liat yang berat atau tanah yang mengandung garam basa harus dihindari, karena kondisi ini dapat menyebabkan pembungaan yang buruk, mengurangi kekuatan, dan meningkatkan kerentanan terhadap hama dan penyakit.
Meskipun persik hijau tahan terhadap kekeringan, ia sensitif terhadap kelembapan yang berlebihan. Umumnya, penyiraman hanya diperlukan dua kali setahun: sekali di awal musim semi dan sekali di akhir musim gugur. Namun, selama musim panas yang berkepanjangan, penyiraman tambahan menjadi sangat penting. Manajemen drainase yang tepat sangat penting, terutama selama periode hujan, untuk mencegah pembusukan akar dan kematian tanaman.
Persik hijau merespons pemupukan dengan baik tetapi membutuhkan pendekatan yang seimbang:
Pemangkasan adalah aspek penting dalam budidaya persik hijau, dengan musim dingin sebagai musim yang optimal untuk praktik ini. Penting untuk dicatat bahwa metode pemangkasan buah persik tradisional, yang berfokus pada produksi buah, tidak cocok untuk persik hijau hias. Teknik pemangkasan yang tepat untuk persik hijau harus bertujuan untuk meningkatkan nilai hiasnya sekaligus menjaga kesehatan dan kekuatan tanaman.
Pertimbangan utama untuk memangkas buah persik hijau:
Dengan mengikuti metode budidaya dan panduan pemangkasan ini, tukang kebun dapat memastikan bahwa pohon persik hijau tetap sehat, menarik secara visual, dan harmonis dalam pengaturan taman mereka.

Pilih pohon Persik Hijau (Prunus persica) yang sehat dan bebas penyakit dengan karakteristik bunga dan buah yang unggul sebagai tanaman induk. Pilih tunas tahun ini yang kuat dengan tunas yang berkembang dengan baik untuk bahan batang atas.
Untuk tunas musim panas, gunakan teknik tunas keping atau tunas T. Pilih bibit batang bawah setebal pensil dan siapkan batang setinggi 3-5 cm di atas permukaan tanah, sebaiknya di sisi yang menghadap ke utara.
Untuk pemula chip:
Untuk T-budding:
Untuk kedua metode tersebut:
Pantau cangkok selama 10-15 hari. Tangkai daun yang menguning dan terlepas secara alami menandakan keberhasilan penyatuan, sedangkan tangkai daun yang menghitam menandakan kegagalan pencangkokan.
Setelah pertumbuhan baru muncul dan persatuan sembuh:
Nilai Taman
Pohon Persik Hijau (Prunus persica) adalah tanaman hias yang sangat dihargai dalam lansekap taman, dihargai karena tampilan bunganya yang memukau dan aplikasinya yang serbaguna. Bunganya yang besar dan semarak menciptakan pemandangan spektakuler selama periode pembungaan, yang dapat berlangsung hingga 15 hari, biasanya di awal musim semi. Pohon ini banyak digunakan dalam pengaturan lanskap yang beragam, termasuk tepi danau, tepi sungai, tepi jalan, dan taman umum, yang berkontribusi pada keindahan alam dan perkotaan.
Dalam proyek lansekap berskala lebih kecil, pohon Persik Hijau terbukti sama berharganya. Ini adalah pilihan yang sangat baik untuk taman halaman, lanskap perumahan pribadi, dan bahkan sebagai spesimen wadah. Kemampuannya beradaptasi meluas ke berbagai praktik hortikultura, membuatnya populer untuk rangkaian bunga potong dan budidaya bonsai. Kultivar menangis, dengan cabang-cabangnya yang melengkung dengan anggun, menawarkan elemen arsitektur yang sangat dramatis dalam desain taman.
Keserbagunaan pohon Persik Hijau dalam desain lanskap patut diperhatikan. Dapat ditanam secara efektif sebagai:
Pertumbuhannya yang cepat dan efek penghijauan yang menonjol membuatnya menjadi favorit di kalangan arsitek lanskap dan tukang kebun. Persik Hijau sering dipasangkan dengan spesies pelengkap seperti Prunus cerasifera 'Atropurpurea' (Plum Daun Ungu) dan varietas ceri kerdil (Prunus spp.) untuk menciptakan penanaman yang dinamis dan bertekstur dengan dedaunan yang kontras dan periode berbunga.
Nilai Obat
Batang pohon Persik Hijau memancarkan zat bergetah yang dikenal sebagai getah persik atau resin persik (桃胶, tao jiao dalam bahasa Mandarin). Produk alami ini memiliki aplikasi praktis dan pengobatan:
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, permen karet persik dipercaya memiliki beberapa manfaat kesehatan:
Penelitian modern sedang berlangsung untuk memvalidasi penggunaan tradisional ini dan mengeksplorasi potensi aplikasi baru dalam nutraceutical dan farmasi.
Nilai Hias
Nilai hias pohon Persik Hijau terutama berasal dari tampilan bunganya yang spektakuler. Bunga-bunga yang mendahului daun di musim semi, bisa tunggal atau ganda, dengan warna yang beragam dari putih bersih hingga berbagai nuansa merah muda. Mekarnya bunga di awal musim ini menjadikannya fitur yang menonjol di taman dan kebun, dan sering kali menjadi pertanda musim semi.
Di luar bunganya, Green Peach menawarkan bunga sepanjang tahun:
Ukurannya yang ringkas dan mudah dipangkas membuatnya cocok untuk berbagai gaya taman, dari desain formal hingga naturalistik, meningkatkan keserbagunaannya sebagai spesimen hias dalam pengaturan lanskap yang beragam.