Narcissus pseudonarcissus, umumnya dikenal sebagai bunga bakung liar atau bunga bakung Prapaskah, adalah tanaman herba abadi milik keluarga Amaryllidaceae. Spesies ini adalah nenek moyang liar dari banyak varietas bakung yang dibudidayakan dan terkenal karena bunganya yang berwarna kuning khas yang menandai datangnya musim semi.

Akar: Narcissus pseudonarcissus memiliki sistem akar berserat yang muncul dari lempeng dasar umbi. Akarnya berwarna putih, berdaging, dan berbentuk silinder, tidak memiliki akar sekunder. Akarnya rapuh dan tidak beregenerasi jika rusak. Epidermis akar terdiri dari satu lapisan sel, sedangkan korteks terdiri dari sel-sel berdinding tipis yang tersusun dalam pola elips.
Bohlam: Umbi berbentuk bulat telur hingga bulat telur lebar, ditutupi dengan tunik kertas kecoklatan. Bagian dalamnya terdiri dari beberapa lapisan sisik putih berdaging yang menyimpan nutrisi. Pelat basal di bagian bawah umbi berfungsi sebagai titik asal akar dan tunas baru.
Daun: Daunnya berbentuk basal, linier, dan rata, muncul dari selubung berbentuk tabung berwarna putih kehijauan di bagian atas umbi. Panjangnya 20-40 cm dan lebar 8-15 mm, dengan ujung tumpul. Daunnya memiliki warna biru kehijauan yang khas karena lapisan lilin, yang membantu mengurangi kehilangan air. Biasanya, setiap tanaman menghasilkan 5-9 daun, meskipun ada juga yang memiliki hingga 11 daun.
Batang Bunga: Batang bunga, atau scape, tumbuh dari dalam tandan daun dan biasanya mencapai ketinggian yang sama atau sedikit lebih tinggi dari daun. Batangnya berongga, berbentuk silinder, dan berwarna hijau, dengan permukaan seperti lilin. Setiap bohlam biasanya menghasilkan 1-2 scape, meskipun beberapa kultivar dapat menghasilkan hingga 8-11 scape.
Bunga: Bunga-bunga ini tumbuh dalam tandan soliter atau seperti umbel di bagian atas daun, dengan 1-2 bunga yang paling umum ditemukan pada spesimen liar. Setiap bunga ditopang oleh spathe kertas. Perianth terdiri dari enam tepal, yang biasanya berwarna kuning pucat hingga kuning keemasan. Korona, ciri khas bunga bakung, berbentuk terompet dan berwarna kuning lebih pekat dari tepal. Ukurannya sekitar setengah dari panjang tepal.
Organ Reproduksi: Bunga ini memiliki enam benang sari yang melekat pada bagian dalam tabung perianth. Kepala sari memiliki dua kepala sari. Ovariumnya lebih rendah dan memiliki tiga bilik, dengan banyak bakal biji di setiap bilik. Gayanya ramping dengan kepala putik tiga lobus.
Buah: Buahnya berupa kapsul yang terbelah menjadi tiga garis saat matang. Namun, karena banyak bentuk yang dibudidayakan adalah triploid, mereka sering kali steril dan tidak menghasilkan benih yang layak.
Tipe Kelopak Tunggal: Kultivar ini memiliki mahkota hijau pucat dan kelopak kuning, dengan enam kelopak yang mengelilingi korona semu emas di tengahnya, yang mengingatkan kita pada sebuah cangkir. Aromanya yang segar dan menyenangkan membuatnya dijuluki "Cangkir Emas dan Dudukan Giok" dan "Cangkir Anggur Narcissus".
Periode mekar biasanya berlangsung sekitar dua minggu. Varian dengan pseudo-korona putih, beberapa bunga, dan daun yang sedikit lebih sempit dikenal sebagai "Cangkir Perak dan Dudukan Giok".
Jenis Kelopak Ganda: Varietas ini, yang juga dikenal sebagai "Hundred-Leaf Narcissus" atau "Jade Delicacy", dicirikan oleh struktur kelopak ganda. Bunga ini memiliki 12 kelopak putih yang melingkar menjadi satu kelompok, dengan mahkota bunga yang bertransisi dari kuning muda di pangkal menjadi putih pucat di ujungnya. Tidak seperti jenis kelopak tunggal, bunga ini tidak memiliki korona semu yang berbeda.
Meskipun periode pembungaannya lebih lama, sekitar tiga minggu, namun secara umum dianggap kurang menyenangkan secara estetika daripada jenis kelopak tunggal dan memiliki aroma yang lebih lembut. Bentuk ini merupakan varian genetik dari narcissus standar.
Narcissus adalah tanaman tahunan berumbi yang ditanam di musim gugur yang tumbuh subur dalam kondisi rumah kaca. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang berlimpah tetapi dapat mentolerir naungan parsial. Meskipun kuat dalam banyak aspek, tanaman ini tidak tahan beku. Tanaman ini memasuki masa dormansi pada bulan Juli-Agustus, di mana daunnya layu.
Periode tidak aktif ini sangat penting untuk diferensiasi kuncup bunga di dalam umbi. Narcissus menunjukkan siklus pertumbuhan yang berbeda: pertumbuhan aktif di musim gugur dan musim dingin, mekar di awal musim semi, dan beristirahat di musim panas.
Tanaman ini lebih menyukai iklim yang hangat dan lembab dan tumbuh subur di tanah berpasir yang subur dan berdrainase baik. Kondisi pertumbuhan optimalnya meliputi suhu dingin selama tahap pertumbuhan awal, toleransi terhadap embun beku ringan pada tahap pertengahan, dan kondisi yang lebih hangat pada tahap selanjutnya.
Kondisi iklim yang ideal untuk budidaya narsisis meliputi musim dingin yang sejuk tanpa udara dingin yang parah, musim panas tanpa panas yang ekstrim, dan curah hujan yang melimpah di musim semi dan musim gugur.
Untuk pertumbuhan yang optimal, pot narcissus harus ditempatkan di lokasi yang menerima sinar matahari yang cukup di siang hari. Cahaya yang cukup sangat penting untuk fotosintesis, yang mendukung perkembangan daun yang lebar dan tegak dengan warna hijau cerah dan bunga yang harum. Cahaya yang tidak mencukupi dapat menghasilkan daun yang tinggi, tipis, lemah dengan warna kekuningan, dan dapat menghambat pembungaan.
Tanah yang ideal untuk narcissus adalah lempung berpasir aluvial yang dalam, gembur, dan subur. pH tanah yang tepat sangat penting untuk penyerapan nutrisi dan kesehatan tanaman secara keseluruhan; narsisis lebih menyukai tanah yang sedikit asam hingga netral dengan kisaran pH 5,0 hingga 7,5.
Ini adalah metode perbanyakan yang paling umum untuk bunga lili. Bulblet berkembang di kedua sisi umbi induk, hanya terhubung pada bagian pangkalnya, dan dapat dengan mudah terlepas.
Pada musim gugur, umbi ini dipisahkan dari umbi induk dan ditanam secara terpisah. Mereka akan menghasilkan umbi ukuran berbunga baru pada satu atau dua tahun berikutnya, tergantung pada spesies dan kondisi pertumbuhannya.
Sisik adalah daun berdaging dan termodifikasi yang membentuk umbi bunga bakung. Sisik ini dapat dengan hati-hati dicabut dari umbi induk dan digunakan untuk perbanyakan. Metode ini sangat berguna untuk bunga lili yang langka atau mahal.
Untuk merambat dari timbangan:
Penskalaan ganda adalah teknik perbanyakan tingkat lanjut yang memaksimalkan jumlah umbi baru yang dihasilkan dari umbi induk tunggal. Teknik ini didasarkan pada prinsip bahwa setiap pasang sisik mengandung setidaknya satu tunas yang tidak aktif.
Proses:
Metode ini dapat dilakukan sepanjang tahun, tetapi paling berhasil antara bulan April dan September. Tingkat kelangsungan hidup bulbi yang ditransplantasikan cukup tinggi, biasanya 80-100%.
Kultur jaringan adalah metode perbanyakan yang sangat khusus yang digunakan untuk perbanyakan bunga lili secara cepat, terutama untuk produksi komersial atau konservasi spesies langka.
Prosedur:
Metode ini menawarkan tingkat kelangsungan hidup 100% saat transplantasi ke kondisi lapangan dan juga dapat memiliki efek antivirus saat menggunakan ujung tunas sebagai eksplan.
Masing-masing metode perbanyakan ini memiliki kelebihan dan cocok untuk situasi yang berbeda, mulai dari tukang kebun rumahan hingga penanam komersial. Pilihan metode tergantung pada spesies bunga bakung, sumber daya yang tersedia, dan hasil yang diinginkan.
Setelah panen umbi tahunan, pilihlah umbi yang lebih besar dan siap dipasarkan. Segera tanam atau simpan umbi samping yang lebih kecil untuk penanaman bulan September atau Oktober. Penanaman lebih awal umumnya mendorong perkembangan akar yang lebih baik.
Untuk penanaman, gunakan umbi yang lebih besar dalam barisan tunggal atau lebar. Jarak baris tunggal: 6×25 cm; jarak baris lebar: 6×15 cm. Setelah 3-4 baris terus menerus, sisakan jarak 35-40 cm sebelum mengulang. Budidaya di lahan kering membutuhkan perawatan minimal selain 2-3 kali penyiraman dan pemupukan. Penanaman baris tunggal sering kali diintegrasikan di antara tanaman lain.
Pemilihan umbi sangat penting, membutuhkan spesimen yang bebas hama dan penyakit dengan sisik luar yang cerah dan halus serta urat yang jelas. Umbi dikategorikan ke dalam tiga tingkat budidaya berdasarkan ukuran dan usia:
Tanam dari akhir September hingga awal Oktober. Jarak tanam:
Tanam umbi dengan daun yang memanjang ke dalam jarak tanam. Kedalaman penanaman:
Pasca penanaman:
Pertahankan ketinggian air di bawah umbi, jaga agar umbi tetap berada di dalam tanah dan akarnya tetap berada di dalam air.
Masa budidaya: 6-7 bulan
Dengan menerapkan teknik budidaya yang disempurnakan ini, Anda dapat menghasilkan umbi narsis berkualitas tinggi yang cocok untuk tujuan komersial dan hias.
Kualitas umbi bakung secara signifikan memengaruhi jumlah dan keharuman bunganya. Memilih umbi yang baik sangat penting untuk menumbuhkan bunga bakung dalam pot yang indah.
Saat memilih umbi bunga bakung, pertimbangkan bentuk, warna, kekencangan, dan ukurannya:
Bentuk: Umbi bunga bakung berkualitas tinggi biasanya berukuran besar, rata, dan kokoh. Kulit umbi harus memiliki garis-garis vertikal yang lebar, selaput bagian dalam yang meregang rapat, dan penampilan yang mengkilap. Carilah lempeng akar yang besar dan tebal, serta umbi kecil yang tumbuh simetris di samping umbi utama.
Warna: Bola lampu harus berwarna cokelat tua dengan lapisan yang lengkap dan cerah. Bola lampu berkualitas tinggi tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan atau kerusakan akibat serangga.
Ketegasan: Tekan secara lembut kuntum bunga di antara ibu jari dan telunjuk Anda. Bonggol bunga akan terasa silindris dan elastis, sedangkan bonggol daun akan terasa lebih lembut, rata, dan tidak terlalu elastis.
Ukuran: Umbi bakung sering dijual dalam keranjang bambu yang berisi 20, 30, 40, atau 50 umbi. Umbi yang lebih besar (lebih sedikit per keranjang) umumnya berkualitas lebih tinggi. Sebagai contoh:
Ada dua metode utama untuk membudidayakan bunga bakung: hidroponik dan budidaya tanah.
Hidroponik:
Budidaya Tanah:
Bunga bakung biasanya mekar di antara bunga plum dan pohon persik/plum. Dengan pengelolaan yang tepat, Anda bisa mengontrol periode mekarnya:
Untuk membudidayakan bunga bakung berdaun pendek dan bertangkai panjang:
Setelah mekar:
Untuk menghindari kematian tangkai bunga prematur atau kuncup yang layu:
Untuk mendorong pertumbuhan:
Untuk memperpanjang periode mekar:
Dengan mengikuti panduan terperinci ini, Anda dapat berhasil membudidayakan bunga bakung yang indah dan tahan lama di rumah Anda dengan menggunakan teknik budidaya air.
Penyakit dan hama utama yang menyerang bunga bakung meliputi penyakit bercak coklat, hawar daun, penyakit nematoda, busuk basal fusarium, dan jamur biru penicillium.
Penyakit jamur ini terutama menyerang daun dan batang bunga bakung. Awalnya muncul sebagai bintik-bintik coklat di ujung daun, yang dapat menyebar ke seluruh daun dan batang pada infeksi yang parah. Hal ini menyebabkan daun terpelintir dan pertumbuhan terhambat, yang berpotensi menyebabkan kematian tanaman.
Perawatan awal melibatkan penyemprotan dengan larutan bubuk chlorothalonil 75% yang dapat dibasahi yang diencerkan 600 hingga 700 kali dalam air setiap 5 hingga 7 hari.
Langkah-langkah pencegahan termasuk menghilangkan sisik kertas luar dari umbi sebelum ditanam dan merendamnya dalam larutan formalin 0,5% atau larutan yang diencerkan 500 kali lipat dari karbendazim 50% selama 30 menit.
Infeksi jamur ini biasanya terjadi pada daun bakung. Gejala awal meliputi bintik-bintik kuning kehijauan yang meluas dalam bentuk kipas dengan lingkaran cahaya kuning-hijau. Seiring perkembangan penyakit, daun mengering dan mengembangkan struktur jamur yang berwarna hitam dan berbutir-butir.
Pencegahannya adalah dengan membuang sisik kering sebelum ditanam dan membilas umbi 2-3 kali dengan larutan kalium permanganat encer. Infeksi tahap awal dapat diobati dengan penyemprotan dengan larutan encer 1500 kali dari 50% mancozeb (zinc dimethyldithiocarbamate).
Cacing mikroskopis ini terutama menyerang daun dan batang bunga bakung. Gejala dimulai dengan garis-garis hias berwarna kuning kecokelatan pada daun dan batang, diikuti dengan tonjolan seperti lepuh atau bergelombang. Kulit ari daun dan batang akhirnya pecah dan berubah warna menjadi coklat, yang menyebabkan layu.
Pencegahannya dengan menggunakan air panas: rendam umbi dalam air bersuhu 43,5°C (110°F) selama 3 jam, diikuti dengan pembilasan dengan air dingin. Sebagai alternatif, rendam umbi dalam larutan formalin 0.5% pada suhu 40-43°C selama 3-4 jam. Jika infeksi parah terdeteksi selama musim tanam, segera cabut dan hancurkan tanaman yang terkena untuk mencegah penyebaran.
Penyakit jamur yang ditularkan melalui tanah ini menyerang lempeng dasar umbi bunga bakung. Gejalanya meliputi dedaunan yang menguning dan mati sebelum waktunya, serta busuk lunak berwarna cokelat di pangkal umbi. Langkah-langkah pengendalian termasuk menanam di tanah yang dikeringkan dengan baik, membuang dan menghancurkan tanaman yang terinfeksi, dan merawat umbi dengan fungisida sebelum ditanam.
Penyakit penyimpanan ini menyerang umbi bunga bakung, menyebabkan mereka mengembangkan jamur berwarna biru kehijauan. Pencegahannya meliputi pengawetan dan penyimpanan umbi yang tepat dalam kondisi sejuk dan kering. Umbi yang terinfeksi harus dibuang untuk mencegah penyebaran.
Bunga bakung membawa ketenangan dan kehangatan ke ruang keluarga. Bunga ini sangat cocok untuk ruang keluarga, yang berfungsi sebagai ruang berkumpul untuk keluarga dan tamu. Bunga bakung dapat menyerap kebisingan dan polutan udara, meningkatkan kualitas udara. Dari perspektif feng shui, bunga bakung berkontribusi dalam menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan harmonis.
Umbi dari spesies bunga bakung tertentu digunakan dalam pengobatan tradisional, dipanen pada musim semi dan musim gugur. Umbi ini dibersihkan, direbus, kemudian diiris dan dikeringkan atau digunakan dalam keadaan segar. Umbi bunga bakung memiliki sedikit toksisitas dan hanya boleh digunakan di bawah bimbingan profesional.
Khasiat obat termasuk:
Penggunaan tradisional termasuk pengobatan gondongan dan tahap awal bisul, abses, dan infeksi.
Komposisi Kimia: Bakung mengandung berbagai alkaloid termasuk pseudolycorine, lycorine, dan tazettine. Alkaloid ini telah menunjukkan sifat antikanker dan antivirus tertentu dalam penelitian laboratorium. Narcissus papyraceus Ker-Gawl, spesies terkait, mengandung papyramine, lycorine, tazettine, dan galanthamine.
Peringatan Toksisitas: Bakung terdaftar sebagai tanaman beracun dalam basis data Atlas Tanaman Cina. Semua bagian tanaman beracun, terutama umbi. Penelanan dapat menyebabkan gejala yang parah termasuk muntah, sakit perut, pernapasan tidak teratur, dan pada kasus yang parah, kejang-kejang, kelumpuhan, dan kematian. LD50 total alkaloid daffodil untuk injeksi intraperitoneal pada tikus adalah 182mg / kg.
Bunga bakung memiliki nilai yang signifikan dalam industri wewangian. Bunga bakung segar mengandung minyak esensial 0,20% hingga 0,45%, yang diekstrak untuk digunakan dalam parfum, sabun, dan kosmetik kelas atas. Esensi bunga bakung adalah bahan penting dalam pencampuran wewangian.
Aroma bunga bakung yang tahan lama juga digunakan untuk mengharumkan teh, menghasilkan teh bunga bakung bermutu tinggi dan teh oolong bunga bakung, yang dikenal karena aromanya yang melekat dan rasanya yang lembut.
Dalam budaya Barat, bunga bakung (Narcissus) melambangkan:
Nama "Narcissus" diambil dari mitologi Yunani, yang dikaitkan dengan kisah seorang pemuda yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri, menambahkan lapisan makna yang berkaitan dengan refleksi diri dan kesombongan.
Dalam berbagai budaya, bunga bakung juga mewakili:
Makna budaya bunga bakung bervariasi di berbagai daerah dan konteks, menjadikannya simbol serbaguna dalam sastra, seni, dan adat istiadat sosial.