{"id":9631,"date":"2023-08-31T14:14:55","date_gmt":"2023-08-31T06:14:55","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=9631"},"modified":"2023-08-31T14:14:57","modified_gmt":"2023-08-31T06:14:57","slug":"armeniaca-vulgaris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/armeniaca-vulgaris\/","title":{"rendered":"Aprikot (Armeniaca Vulgaris): Keajaiban Hias Musim Semi"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Armeniaca vulgaris, umumnya dikenal sebagai Aprikot, termasuk dalam keluarga Rosaceae. Daging buah dan biji buahnya dapat dimakan. Dengan mahkota yang bulat, datar, atau lonjong, kulit pohonnya berwarna cokelat keabu-abuan dan bercelah memanjang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang tahunan berwarna coklat muda, dengan lentisel besar. Cabang-cabang tahunannya berwarna coklat muda kemerahan, mengkilap, tidak berbulu, dan memiliki banyak lentisel kecil. Bunga Aprikot mekar sebelum daunnya, biasanya antara bulan Maret dan April. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelopaknya berwarna putih atau agak kemerahan. Bunganya menyerupai bunga persik dan <a href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/plum\/\">plum<\/a> pohon, awalnya berwarna merah murni yang memudar setelah mekar, berubah menjadi putih bersih saat bunganya berguguran. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Periode berbuah dari bulan Juni hingga Juli, menghasilkan buah berwarna kuning tua, manis, dan berair dengan jahitan dan rambut lembut, mulai dari warna kuning muda hingga kuning-merah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2-209.jpg\" alt=\"Armeniaca vulgaris\" class=\"wp-image-9688\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2-209.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2-209-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2-209-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2-209-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aprikot adalah pohon hias yang terkenal di Cina dan dapat ditanam di halaman, sudut, pinggir jalan, atau tepi sungai. Pohon ini juga dapat ditanam secara berkelompok atau ditanam secara massal di lereng atau di tepi air, yang berfungsi sebagai spesies pohon hias utama di musim semi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Fitur Fisik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aprikot adalah pohon yang meranggas, dengan tinggi 5-8 (12) meter. Mahkotanya berbentuk bulat, pipih, atau lonjong. Kulit kayunya berwarna coklat keabu-abuan dan membujur. Cabang abadi berwarna coklat muda, dengan lentisel besar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang tahunan berwarna coklat muda kemerahan, mengkilap, tidak berbulu, dan memiliki banyak lentisel kecil. Rantingnya berwarna coklat atau coklat kemerahan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daunnya berbentuk bulat telur lebar atau bulat telur bulat, panjang 5-9 cm, lebar 4-8 cm, dengan puncak lancip hingga lancip tajam, pangkal bulat hingga hampir berbentuk hati, dan bergerigi bulat di sepanjang tepi. Daunnya tidak berbulu atau memiliki bulu-bulu halus di ketiak urat di bawahnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/5-126.jpg\" alt=\"Armeniaca vulgaris\" class=\"wp-image-9689\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/5-126.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/5-126-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/5-126-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/5-126-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tangkai daun memiliki panjang 2-3,5 cm, tidak berbulu, dan seringkali memiliki 1-6 kelenjar di pangkalnya. Bunganya berdiameter 2-3 cm, mekar sebelum daunnya. Tangkai bunga pendek, panjang 1-3 mm, dan ditutupi rambut-rambut halus yang pendek. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelopaknya berwarna ungu kehijauan. Tabung kelopak berbentuk silindris, dan pangkal luarnya ditutupi rambut-rambut halus yang pendek. Lobus kelopak berbentuk bulat telur hingga bulat telur memanjang, dengan puncak lancip atau bulat dan refleks setelah berbunga. Kelopak bunga berbentuk bulat hingga lonjong, berwarna putih atau merah, dengan cakar pendek. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada sekitar 20-45 benang sari, sedikit lebih pendek dari kelopak bunga. Ovarium ditutupi oleh rambut-rambut halus yang pendek. Bentuknya sedikit lebih panjang atau sama dengan benang sari, dengan bulu-bulu halus di pangkalnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buahnya berbentuk bulat, jarang lonjong, berdiameter sekitar 2,5 cm atau lebih, berwarna putih, kuning, hingga kuning-merah, sering kali dengan semburat kemerahan, dan sedikit ditutupi bulu-bulu halus yang pendek. Buahnya berair dan tidak terbelah saat matang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lubang berbentuk bulat telur atau elips, rata di kedua sisinya, dengan bagian atas yang membulat dan dasar yang simetris, jarang yang asimetris. Permukaannya sedikit kasar atau halus. Punggung bagian ventral lebih bulat, sering kali agak tumpul. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/7-72.jpg\" alt=\"Armeniaca vulgaris\" class=\"wp-image-9691\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/7-72.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/7-72-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/7-72-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/7-72-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Punggung bagian punggung lebih lurus, dengan tonjolan seperti lunas di permukaan ventral. Kernelnya terasa pahit atau manis. Itu... <a href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/bunga-papan-atas-dengan-periode-mekar-terpanjang-di-dunia\/\">periode berbunga<\/a> dari bulan Maret hingga April, dengan bunga yang menyerupai pohon persik dan prem. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Awalnya berwarna merah murni, bunganya memudar setelah mekar dan berubah menjadi putih bersih saat gugur. Periode berbuah adalah dari bulan Juni hingga Juli. Daging buahnya berwarna kuning tua, manis, berair, dengan jahitan dan rambut-rambut lembut, dengan warna mulai dari kuning muda hingga kuning-merah. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">II. Lingkungan Pertumbuhan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon aprikot memiliki umur yang panjang dan umumnya terlihat di Cina Utara dan Barat Laut, seringkali melebihi seratus tahun, namun masih menghasilkan panen yang tinggi. Umur ekonomisnya juga panjang, sekitar 40 hingga 50 tahun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aprikot beradaptasi dengan baik pada tanah dan medan yang berbeda, dan sering ditanam di teras lereng bukit dan daerah berbukit, tumbuh normal bahkan pada ketinggian 800 hingga 1000 meter. Mereka dapat tumbuh subur di tanah lempung, tanah liat, tanah yang sedikit asam, tanah basa, dan bahkan di celah-celah batu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/6-89.jpg\" alt=\"Armeniaca vulgaris\" class=\"wp-image-9692\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/6-89.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/6-89-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/6-89-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/6-89-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon aprikot tahan dingin, mampu bertahan pada suhu serendah -30\u2103, dan dapat mentolerir suhu tinggi, tumbuh normal bahkan pada suhu musim panas maksimum 43,4\u2103, dengan tetap mempertahankan kualitas yang sangat baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">III. Jangkauan Distribusi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka berasal dari Asia Tengah, Jepang, dan Korea, tetapi juga ditemukan di Armenia dan Persia kuno. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cina memulai penanaman aprikot secara ekstensif sejak 3000 SM, dan diperkenalkan ke negara-negara barat terutama melalui Jalur Sutra. Aprikot tahan dingin, menyukai cahaya, tahan kekeringan, dan tidak tahan banjir.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">IV. Nilai Utama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-219.jpg\" alt=\"Armeniaca vulgaris\" class=\"wp-image-9693\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-219.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-219-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-219-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-219-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai Hias<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aprikot adalah pohon hias yang terkenal di Cina, bunganya yang berwarna merah dan putih, menyerupai bintik-bintik kemerahan, dengan pesona yang kaya dan halus yang menangkap angin musim semi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon aprikot dapat ditanam di depan halaman, di sudut-sudut, di sepanjang jalan, di dekat air, atau berkelompok di lereng bukit dan di sepanjang tepi sungai. Mereka juga cocok untuk penghijauan di gurun dan pegunungan tandus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buahnya dapat dimakan segar atau diolah menjadi buah yang diawetkan, dan bijinya dapat digunakan untuk dimakan atau tujuan pengobatan. Selain sebagai pohon buah yang terkenal dengan buahnya yang dapat dimakan segar, pohon ini juga dapat dibuat menjadi aprikot kering dan aprikot yang diawetkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biji aprikot dapat digunakan untuk dimakan, diekstrak minyaknya, dan untuk tujuan pengobatan. Dengan umur yang panjang, seringkali melebihi seratus tahun, pohon aprikot adalah spesies hias utama di musim semi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai Terapi Diet<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat kecantikan dari bunga aprikot terkait dengan komponennya yang menghambat aktivitas esterase sel kulit. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengkonsumsi bubur bunga aprikot dapat membantu perut dan usus menyerap bahan aktifnya secara penuh yang menghambat aktivitas tirosinase pada sel kulit, sehingga mencegah pembentukan jerawat dan flek hitam.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">V. Pertumbuhan dan Perbanyakan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan dengan biji atau okulasi dapat digunakan. Batang bawah untuk okulasi dapat berupa persik, plum, aprikot timur laut, dan okulasi tunas dilakukan pada pertengahan hingga akhir Juli. Pencangkokan tunas tidak boleh ditunda, jika tidak maka tunas akan sulit terkelupas sehingga tingkat kelangsungan hidupnya rendah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika penyambungan tunas tidak berhasil pada tahun tersebut, penyambungan dapat dilakukan pada musim semi tahun berikutnya. Perbanyakan dengan anakan juga dapat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VI. Pengendalian Hama dan Penyakit<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hama dan penyakit utama termasuk sariawan aprikot, penyakit bercak hitam, gummosis, kumbang aprikot, kutu daun, laba-laba merah, serangga sisik, dan ulat ngengat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di antara mereka, penyakit sariawan aprikot, penyakit bercak hitam, dan serangga sisik adalah yang paling berbahaya. Langkah-langkah komprehensif berikut ini harus diambil untuk mencegah dan mengendalikannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, dari musim dingin hingga sebelum bertunas, cabang-cabang yang mati dan daun-daun yang gugur di kebun harus dibersihkan, cabang-cabang yang sakit harus dipangkas dan dihancurkan secara terpusat, kulit kayu yang sudah tua harus dikikis, sumber-sumber hama dan penyakit yang ada di musim dingin harus dibersihkan, dan jumlah hama dan penyakit yang ada di kebun harus dikurangi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, sebelum berbunga, semprotkan cabang-cabang dengan senyawa sulfur 5 Beauveria bassiana untuk mencegah dan mengendalikan sariawan aprikot, penyakit bercak hitam, serangga sisik, dan telur serangga musim dingin lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, dari pertengahan Maret hingga awal April adalah waktu ketika kumbang aprikot keluar dari tanah dan merusak pohon. Manfaatkan karakteristik kematian pura-pura, goyangkan pohon di pagi hari, tangkap dan bunuh serangga secara manual, bersihkan buah yang terinfeksi serangga, dan semprotkan campuran 20% quick-kill 2000 kali cair dan 50% carbendazim 600 kali cair secara tepat waktu. Insektisida dan fungisida lain juga dapat digunakan untuk mencegah dan mengendalikan kumbang aprikot, kanker aprikot, penyakit bercak hitam, dan penyakit perforasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keempat, semprotkan emulsi piretrum 40% 1000 kali cairan dan roh kerja cepat 200 kali cairan pada pertengahan April untuk mencegah sariawan aprikot, penyakit bercak hitam, penyakit perforasi, dan kutu daun persik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelima, pada pertengahan Juni, gunakan 2000-3000 kali cairan dipterex, 1000 kali cairan quick-kill, dan 1500 kali cairan beberapa cetakan untuk mencegah dan mengendalikan laba-laba merah, serangga sisik, penyakit bercak hitam, penyakit perforasi, dan hama serta penyakit lainnya, dan secara manual menangkap dan membunuh kumbang longicorn dewasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keenam, pada pertengahan hingga akhir Juli, tangkap dan bunuh ulat berbentuk perahu yang tidak tersebar secara manual, atau semprotkan cairan pembunuh cepat sebanyak 2000 kali untuk mencegah dan mengendalikannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketujuh, semprotkan obat sebelum bertunas, khususnya selama periode pembengkakan kuncup bunga, dengan menggunakan 4000-5000 kali cairan imidakloprid. Setelah bertunas, gunakan 4000-5000 kali cairan imidakloprid dan tambahkan 2000 ~ 3000 kali cairan deltametrin untuk membunuh kutu daun, dan juga mengobati lebah aprikot. Setelah pengaturan buah, gunakan 1500 kali cairan jaring kutu untuk mencegah kutu daun.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Armeniaca vulgaris, commonly known as the Apricot, belongs to the Rosaceae family. The fruit&#8217;s flesh and kernel are edible. With a crown that is round, flat, or oblong, the tree&#8217;s bark is grayish-brown and longitudinally fissured. The perennial branches are light brown, with large lenticels. The annual branches are light reddish-brown, glossy, hairless, and [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9686,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-9631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9686"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}