{"id":8996,"date":"2023-08-26T23:28:01","date_gmt":"2023-08-26T15:28:01","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=8996"},"modified":"2023-08-27T23:00:26","modified_gmt":"2023-08-27T15:00:26","slug":"paeonia-suffruticosa-kacang-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/paeonia-suffruticosa-pea-green\/","title":{"rendered":"Paeonia suffruticosa yang Menawan: Mengungkap Keindahan \"Kacang Hijau\""},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Paeonia suffruticosa, juga dikenal sebagai \"Bean Green\" atau \"Oubi\", adalah salah satu dari empat varietas peony yang terkenal. Bunga yang langka dan berharga ini mekar dengan warna awal hijau, memudar menjadi warna yang lebih terang saat mekar, dan bahkan tampak putih di bawah sinar matahari. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keanggunan yang menyegarkan dan pesona uniknya menawarkan keindahan yang tidak biasa, menjadikannya sebagai perwakilan spesies peony hijau.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Pengantar Dasar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paeonia suffruticosa, atau \"Kacang Hijau\", adalah salah satu dari empat yang terkenal <a href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/varietas-peony\/\">varietas peony<\/a>. Semak daun ini dapat tumbuh hingga setinggi 2 meter dan memiliki cabang-cabang yang pendek dan kuat. Daunnya biasanya menyirip dua kali menyirip, dengan selebaran terminal berbentuk bulat telur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permukaan daun berwarna hijau, tidak berbulu, sedangkan bagian belakang berwarna hijau pucat, terkadang putih bubuk, dengan rambut halus pendek yang jarang atau hampir tidak berbulu di sepanjang urat. Bunganya tunggal dan terminal, dengan bracts oval memanjang yang tidak sama. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun kelopaknya berwarna hijau dan berbentuk bulat telur. Bunganya ganda, berbentuk mahkota atau bulat. Kuncup bunganya berbentuk bulat dan sering kali terbelah di bagian atas; bunganya berwarna kuning kehijauan, dengan gelombang yang tidak beraturan di bagian atas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Filamen berwarna putih di bagian atas dan kepala sari berbentuk elips. Cakramnya kasar, berbentuk cangkir, dan berwarna merah keunguan. Putiknya tertutup rapat oleh rambut-rambut lembut. Folikelnya berbentuk silinder dan tertutup rapat dengan rambut kaku berwarna kuning kecokelatan. Bunga ini mekar pada bulan Mei dan berbuah pada bulan Juni.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peony Bean Green memiliki tingkat pertumbuhan yang moderat, tingkat pembungaan yang tinggi, dan kecenderungan untuk beranak. Sebagai varietas yang langka dan berharga, bunga ini dibudidayakan untuk dilihat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">II. Morfologi dan Karakteristik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-1-6.jpg\" alt=\"Paeonia suffruticosa\" class=\"wp-image-9114\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-1-6.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-1-6-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-1-6-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-1-6-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peony Kacang Hijau adalah semak daun. Batangnya dapat tumbuh hingga setinggi 2 meter dan memiliki cabang yang pendek dan tebal. Daunnya biasanya menyirip dua kali menyirip, dengan selebaran terminal berbentuk bulat telur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daunnya yang berukuran sedang-panjang memiliki panjang tangkai daun sekitar 12 sentimeter. Anak daun berbentuk bulat telur lebar, panjang 4,5-6,5 sentimeter, dan lebar 2,5-4 sentimeter, dengan lebih banyak lekukan, ujung runcing pendek, dan terkulai. Permukaan daun berwarna hijau dengan sedikit rona ungu, dan bagian belakang daun ditutupi dengan beludru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya berbentuk mahkota atau bulat. Kuncup bunganya berbentuk bulat dan sering kali terbelah di bagian atas. Bunganya berwarna kuning kehijauan (144-D) dengan diameter 12\u00d76 sentimeter. Kelopak luarnya berbentuk 2-3 lingkaran, tebal dan keras, dengan bintik-bintik ungu di pangkalnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelopak bagian dalam padat dan berkerut. Kepala putik seperti kelopak bunga atau merosot. Batang bunganya tipis dan lembut, menyebabkan bunga terkulai. Varietas ini berbunga terlambat. Tanaman ini memiliki perawakan yang rendah dan menyebar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang-cabangnya tipis, cabang tahunannya pendek, dan ruasnya pendek. Sisik kuncupnya sempit dan runcing, berbentuk seperti paruh elang, berwarna coklat muda kehijauan, dengan ujung sisik berwarna merah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini memiliki tingkat pertumbuhan yang moderat, tingkat pembungaan yang tinggi, dan kecenderungan untuk beranak.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">III. Kebiasaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/3-1-5.jpg\" alt=\"Paeonia suffruticosa\" class=\"wp-image-9115\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/3-1-5.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/3-1-5-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/3-1-5-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/3-1-5-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini menyukai lingkungan yang hangat, sejuk, kering, dan cerah. Lebih menyukai sinar matahari tetapi dapat mentolerir semi-teduh. Tanaman ini tahan terhadap suhu dingin, kekeringan, dan alkali yang lemah, tetapi tidak menyukai genangan air, panas, dan sinar matahari langsung. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuh paling baik di tanah lempung berpasir yang gembur, dalam, subur, berdrainase baik, dan netral. Pertumbuhannya buruk di tanah asam atau tanah liat yang berat, dengan pH 6,5-7 yang optimal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sinar matahari yang cukup bermanfaat untuk pertumbuhannya, tetapi tidak dapat mentolerir sinar matahari yang intens di musim panas dan memasuki kondisi tidak aktif ketika suhu melebihi 25\u2103. Suhu pembungaan optimal adalah 17-20\u2103, tetapi bunga harus menjalani perlakuan suhu rendah 1-10\u2103 selama 2-3 bulan sebelum mekar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kamera ini dapat bertahan pada suhu serendah -30\u2103, tetapi di wilayah utara yang dingin, tindakan perlindungan embun beku yang sesuai harus dilakukan di musim dingin untuk menghindari kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">IV. Metode Budidaya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menanam:<\/strong> Tanah harus gembur, subur, dan sedikit basa. Potong akar bibit peony yang patah atau sakit dan rendam dalam insektisida dan fungisida sebelum menanamnya di pot atau lubang yang telah disiapkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem perakaran harus disebarkan, dan setelah tanah terisi setengah bagian dari pot atau lubang, angkat dan goyangkan sedikit bibit. Padatkan tanah di sekelilingnya dengan kuat, dengan kedalaman pada batang akar sedikit di bawah permukaan pot atau tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penyiraman:<\/strong> Siram secara menyeluruh setelah penanaman. Peony tidak menyukai genangan air, jadi siramlah sesuai kebutuhan selama musim tanam. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di daerah utara yang gersang, siramlah sebelum dan sesudah mekar, dan sebelum tanah membeku. Jika peony ditanam dalam pot, Anda bisa memilih untuk mengubur pot di bawah tanah setelah bunga mekar agar lebih mudah dikelola.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pemupukan: <\/strong>Satu tahun setelah tanam, lakukan pemupukan pada musim gugur, terutama dengan menggunakan pupuk organik yang sudah matang. Anda bisa mengombinasikannya dengan menggemburkan tanah, menyebarkan, atau mengoleskan langsung ke lubang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan pupuk kimia pada musim semi dan musim panas, dikombinasikan dengan penyiraman sebelum dan sesudah mekar. Untuk peony dalam pot, Anda dapat menggabungkan penyiraman dengan pupuk cair.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pemangkasan:<\/strong> Pada tahun penanaman, pangkaslah secara merata. Setelah kuncup muncul di musim semi, sisakan sekitar lima cabang dan buang sisanya untuk memusatkan nutrisi, memastikan bunga yang lebih besar dan lebih hidup di tahun berikutnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada musim gugur dan musim dingin, pangkas batang bunga yang kering, cabang yang lemah, dan cabang yang tidak berbunga sambil membersihkan taman. Apabila dalam pot, pangkaslah sesuai bentuk yang Anda inginkan sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Budidaya:<\/strong> Selama musim tanam, olah tanah secara teratur, bersihkan gulma, dan waspadai penyakit dan hama. Pada musim gugur dan musim dingin, olah tanah untuk bunga peony yang berusia lebih dari dua tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Repotting:<\/strong> Jika peony dalam pot telah tumbuh selama tiga hingga empat tahun, lakukan repot pada musim gugur ke dalam pot yang lebih besar yang berisi tanah baru yang subur atau pisahkan tanamannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pengendalian Hama:<\/strong> Semprotkan dengan belerang kapur sebelum kuncup muncul di awal musim semi, dan gunakan campuran insektisida dan fungisida di musim panas. Tergantung pada kondisi tanaman, hal ini harus dilakukan setiap dua minggu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat pemupukan, pertimbangkan untuk menambahkan pupuk kimia dan zat pengatur tumbuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Memaksa Mekar:<\/strong> Untuk memastikan mekarnya bunga peony untuk liburan atau perayaan, hangatkan bunga peony sekitar 50 hari sebelumnya, dengan menjaga suhu 10-25\u00b0C, rata-rata sekitar 15\u00b0C setiap hari. Jaga agar tanaman tetap lembab pada tahap awal, dan setelah kuncup muncul, pastikan ventilasi dan cahaya yang baik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah tunas terbentuk, kendalikan suhu berdasarkan <a href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/bunga-teratas-dengan-periode-mekar-terpendek-di-dunia\/\">periode mekar<\/a>. Pupuk daun secara teratur dan pastikan pasokan air yang cukup. Dengan cara ini, bunga dapat terlihat baik di musim dingin maupun musim semi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Melihat: <\/strong>Periode mekar untuk satu tanaman peony biasanya 10-15 hari, memendek seiring dengan meningkatnya suhu. Pada suhu 3-8\u00b0C, mekarnya bunga ini bisa bertahan lebih dari sebulan. Untuk penanaman di lapangan, tempat penampungan sementara dapat disiapkan untuk melindungi dari angin dan cahaya, sehingga memperpanjang periode pengamatan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk peony dalam pot, pindahkan ke tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, dengan suhu 5-10\u00b0C, serta ventilasi dan cahaya yang baik. Siram sesuai dengan penampilan tanaman dan tingkat kelembapan tanah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hindari menyiram bunga secara langsung untuk memperpanjang periode mekar. Saat memotong bunga untuk rangkaian, potong batangnya di bawah air atau hanguskan potongannya untuk mencegah penyakit. Tambahkan pengawet atau sedikit gula ke dalam air untuk memperpanjang umur bunga potong.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">V. Metode Perbanyakan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Divisi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara spesifik, perbanyakan dengan cara membelah adalah sebagai berikut: tanaman peony yang tumbuh subur digali secara keseluruhan dan dibelah di persimpangan di mana sistem perakaran bertemu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jumlah divisi tergantung pada ukuran tanaman asli, dengan tanaman yang lebih besar menghasilkan lebih banyak divisi dan yang lebih kecil menghasilkan lebih sedikit. Biasanya, setiap divisi terdiri dari 3-4 cabang dan sistem perakaran yang relatif utuh. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akar kemudian ditaburi sedikit bubuk belerang dan tanah liat, dan luka pada akar disebarkan secara merata. Divisi kemudian dapat ditanam secara terpisah. Waktu terbaik untuk memperbanyak dengan pembagian adalah dari titik balik matahari musim gugur hingga embun beku pertama setiap tahun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama periode ini, suhu udara dan tanah lebih tinggi, dan peony berada dalam kondisi semi-dorman, tetapi masih ada banyak waktu untuk pertumbuhan nutrisi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan dengan cara membelah tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan akar, dan beberapa akar baru serta beberapa tunas tanaman masih dapat muncul setelah penanaman. Jika perbanyakan divisi ditunda, pertumbuhan akar akan lemah pada tahun itu, atau tidak ada akar baru yang muncul. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada musim semi berikutnya, perkembangan tanaman akan lebih lemah, dan tanaman yang memiliki akar yang lemah tidak akan tahan terhadap kekeringan dan mudah mati. Jika pembelahan terjadi terlalu dini, ketika suhu udara dan tanah tinggi, pertumbuhan yang cepat dapat terjadi, yang dapat memicu tunas musim gugur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman induk untuk pembelahan peony biasanya berupa rumpun yang kuat. Umbi akar harus dipertahankan sebanyak mungkin pada tanaman induk yang digunakan untuk perbanyakan divisi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua akar pada tunas baru harus dipertahankan untuk memperbanyak tunas baru setelah 5 tahun pertumbuhan. Plantlet seperti itu mudah bertahan hidup dan tumbuh dengan kuat setelah ditanam. Semakin banyak akar yang dipertahankan, semakin kuat pertumbuhannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pencangkokan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan dengan okulasi peony dibagi menjadi dua jenis tergantung pada batang bawah yang digunakan: satu menggunakan peony liar, dan yang lainnya menggunakan akar peony. Metode umum pencangkokan peony adalah metode tatahan, metode pencangkokan perut, dan metode pencangkokan tunas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Metode tatahan:<\/strong> Akar peony digunakan sebagai batang bawah, yang lembut dan tidak berperasaan, mudah dicangkok, tebal dan pendek, dengan nutrisi yang cukup, dan tumbuh dengan kuat setelah cangkok bertahan hidup. Jika akar peony digunakan untuk mencangkok, kayunya lebih keras dan pencangkokan lebih sulit, tetapi umurnya lebih panjang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Waktu terbaik untuk mencangkok adalah dari akhir September hingga awal Oktober setiap tahunnya. Batang bawah yang digunakan adalah akar peony yang tebal dan bebas hama dengan diameter 2-3 cm dan panjang 10-15 cm.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Metode pencangkokan perut:<\/strong> Ini adalah metode pencangkokan tinggi untuk meningkatkan varietas. Metode ini menggunakan banyak cabang dari peony inferior atau peony obat berusia 8-10 tahun untuk dicangkokkan ke dalam varietas unggul dengan warna yang berbeda. Waktu pencangkokan adalah dari awal Juli hingga pertengahan Agustus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, pilihlah tanaman peony dengan varietas yang sangat baik, pertumbuhan yang kuat, dan tidak ada hama atau penyakit. Potong cabang tunas tanah yang tumbuh dari tanah atau keterampilan pendek sepanjang 5-7 cm, sebaiknya cabang pendek dengan 2-3 tunas yang kuat sebagai batang atas. Sisakan tangkai daun pada batang atas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah memilih batang atas yang baik, potong pisau diagonal di bagian belakang tunas di bagian bawah batang atas untuk membentuk bentuk telinga kuda, lalu potong irisan di sisi lain dari bentuk telinga kuda sehingga setelah pencangkokan, kedua sisi dapat dicangkokkan ke kayu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kambium di antara bagian tersebut dan floem mudah untuk bertahan hidup. Sebelum dan sesudah pencangkokan perut peony, kecuali tidak ada irigasi selama musim hujan, kelembaban yang sesuai untuk pertumbuhan normal tanaman harus dipertahankan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencangkokan tunas adalah metode yang efektif untuk perbanyakan peony dan penanaman berbagai varietas dan warna pada satu tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Metode pencangkokan tunas: <\/strong>Ini dilakukan antara bulan Mei dan Juli. Hari yang cerah lebih baik untuk pencangkokan. Ada dua metode: metode pencangkokan kulit kayu dan metode penggantian tunas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode pencangkokan kulit kayu melibatkan pemotongan potongan persegi panjang atau berbentuk perisai pada cabang tahunan batang bawah beserta kayunya, dan kemudian memotong blok tunas dengan ukuran dan bentuk yang sama dengan batang bawah dari tunas ketiak batang atas beserta kayunya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian dengan cepat pasang blok mata tunas ke potongan pada batang bawah dan ikat erat dengan tali plastik. Metode penggantian tunas melibatkan pembuangan tunas ketiak di lokasi okulasi batang bawah bersama dengan kambium, sehingga menyisakan embrio tunas yang lengkap pada kayu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tunas ketiak batang atas kemudian dikupas dengan cara yang sama, dengan cepat dipasang ke embrio tunas batang bawah, memastikan keduanya sejajar, dan akhirnya diikat erat dengan tali plastik. Tanaman yang dicangkokkan harus disiram, dilonggarkan, dan dipupuk tepat waktu untuk mempercepat penyembuhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemotongan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan dengan stek adalah metode perbanyakan tanaman baru dengan memanfaatkan perakaran cabang peony yang mudah, salah satu metode perbanyakan aseksual. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Caranya adalah dengan memotong cabang yang akan disisipkan terlebih dahulu, pisahkan dari tanaman induk, lalu masukkan ke dalam tanah atau substrat lain untuk berakar dan menjadi tanaman baru. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang untuk perbanyakan stek peony haruslah cabang tunas tanah yang tumbuh dari akar peony pada tahun ini, atau cabang yang kokoh, dengan tunas pucuk penuh dan tidak ada hama atau penyakit yang dipilih selama pemangkasan pembentukan peony. Panjangnya 10-18 cm. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akar peony adalah akar yang berdaging, menyukai kekeringan yang tinggi, tidak menyukai kelembapan, dan tahan terhadap kekeringan. Oleh karena itu, persemaian harus dipilih di tempat yang berventilasi dan cerah serta dibangun di tempat yang tinggi untuk pembibitan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat memasukkan, sirami satu bedengan setelah memasukkan satu bedengan, dan sirami sekali secara menyeluruh.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Paeonia suffruticosa, also known as the &#8220;Bean Green&#8221; or &#8220;Oubi&#8221;, is one of the four renowned varieties of peonies. This rare and precious flower blooms in an initial shade of green, fading to a lighter hue as it matures, and even appearing white under sunlight. Its refreshing elegance and unique charm offer an unconventional [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9111,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-8996","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8996","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8996"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8996\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}