{"id":6318,"date":"2023-08-04T13:45:51","date_gmt":"2023-08-04T05:45:51","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=6318"},"modified":"2023-08-04T14:03:03","modified_gmt":"2023-08-04T06:03:03","slug":"plum-naga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/dragon-plum\/","title":{"rendered":"Jelajahi Dragon Plum: Permata Tersembunyi dari Tiongkok"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Dragon Meandering Plum adalah tanaman dari genus Rosaceae Apricot, yang juga dikenal sebagai Jade Disc Dragon Meandering Plum. Karakteristik utamanya adalah cabang-cabangnya yang meliuk-liuk secara alami, dengan mahkota yang kasual dan alami, menyerupai naga yang mengembara, oleh karena itu dinamakan Dragon Meandering Plum. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya berkelopak ganda, berwarna putih salju, dan memiliki keharuman yang mirip dengan bubuk bunga plum. Baik bunga maupun dahannya sangat menyenangkan untuk diamati, dan menjadikannya mahakarya bonsai yang langka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertumbuhan dan Distribusi:<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini terutama dibudidayakan di wilayah Huizhou kuno di Anhui, Cina.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Morfologi dan Karakteristik:<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahkota: Bentuknya yang alami dan kasual, tidak tentu, menyerupai naga yang mengembara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang: Cabang besar dan kecil meliuk-liuk, lurus ke atas dan keluar secara diagonal, tanpa duri. Cabang-cabang kecil berwarna hijau muda, dengan separuhnya ditaburi bintik-bintik abu-abu-ungu gelap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keadaan berbunga: 1-2 kuntum, kadang-kadang 3, tumbuh pada media, pendek dan bercabang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/bunga-papan-atas-dengan-periode-mekar-terpanjang-di-dunia\/\">Periode berbunga:<\/a> Pertengahan Januari hingga awal Maret, dengan mekarnya 15% pada tanggal 21 Januari 2001 (Wuhan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diameter bunga: 23-29 milimeter;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kuncup bunga: Bulat telur terbalik dan bulat pipih, sering kali dengan lubang di tengahnya, daging buah berwarna merah muda;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bentuk bunga: Bentuk cakram, agak pipih, dengan 4 lapis kelopak bunga, masing-masing lapisan saling tumpang-tindih secara longgar;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warna bunga: Kedua sisi berwarna putih susu;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelopak bunga: 16-25 buah, sering kali dengan 1-2 benang sari yang berubah bentuk, dan tepi kelopak bunga sering kali bergelombang;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sepal: 5-6 buah, sebagian besar 5 buah, rata hingga agak melengkung, terkadang dengan 2-4 struktur tambahan seperti sepal, hijau pucat, sebagian besar ditutupi oleh warna merah tua;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tangkai sari: Pendek; Benang sari: Sedikit sama dengan kelopak bunga, memancar;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Putik: 2-5 buah, sering merosot, terkadang berlubang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lainnya: Bau manis, tidak berbuah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Naga yang berkelok-kelok <a href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/plum\/\">Plum<\/a> Cabang-cabangnya meliuk-liuk secara alami (ciri khas varietas ini), membentuk lengkungan zig-zag, sedangkan Plum Naga Pengembara Huizhou dibentuk melalui pengikatan manual. Mahkotanya berbentuk bulat pipih berbentuk \"Z\".<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">The <a href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/bunga-teratas-dengan-periode-mekar-terpendek-di-dunia\/\">periode berbunga<\/a> dari pertengahan Januari hingga awal Maret, dengan diameter bunga 23-29 milimeter, kuncup bulat telur terbalik dan bulat pipih, sering kali berlubang di tengahnya, dan berwarna merah daging yang sangat terang. The <a href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/bunga-putih-terindah-yang-paling-indah\/\">warna bunga berwarna putih susu<\/a> di kedua sisi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada 16-25 kelopak, 5-6 sepal, kebanyakan 5. Bentuk bunganya seperti kupu-kupu, agak pipih, dengan 4 lapisan kelopak, setiap lapisan saling tumpang tindih.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Nilai dan Lainnya:<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-31.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6329\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-31.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-31-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-31-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1-31-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dragon Meandering Plum memiliki bentuk cabang yang unik, baik dari segi bunga maupun bentuknya. Oleh karena itu, bonsai Dragon Meandering Plum dapat digambarkan sebagai mahakarya dalam pot. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Plum Berliku-liku Naga bertahan sekitar 15 hari. Oleh karena itu, saat membudidayakan, perhatikan penanaman campuran dengan <a href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/varietas-bunga-plum\/\">bunga plum<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Dragon Meandering Plum is a plant of the Rosaceae Apricot genus, also known as Jade Disc Dragon Meandering Plum. Its main characteristic is its naturally twisted branches, with a casual and natural crown, resembling a wandering dragon, hence the name Dragon Meandering Plum. Its flowers are double-petaled, snow white in color, and have a [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6353,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-6318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6318"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6318\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}