{"id":2023,"date":"2023-05-30T15:41:50","date_gmt":"2023-05-30T07:41:50","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=2023"},"modified":"2023-05-30T15:50:59","modified_gmt":"2023-05-30T07:50:59","slug":"apa-itu-spathiphyllum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/what-is-spathiphyllum\/","title":{"rendered":"Apa itu Spathiphyllum?"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Spathiphyllum, umumnya dikenal sebagai Peace Lily, berasal dari Kolombia dan tumbuh subur di hutan hujan tropis. Bunganya, yang disebut spathe, menyerupai daun dan tidak memiliki kelopak. Bunga ini hanya terdiri dari seludang putih dan spadix putih kekuningan. Kemiripannya yang mencolok dengan tangan menyebabkan namanya menjadi Peace Lily.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Nama Alternatif untuk Spathiphyllum<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Juga dikenal sebagai Peace Lily, Sailing Flower, Lily of Intent, dan White Crane Taro, Spathiphyllum adalah tanaman pengamat daun abadi yang selalu hijau dari keluarga Araceae. Tumbuh berumpun, tingginya sekitar 45-60 sentimeter, dengan rimpang yang pendek.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"846\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/5-20.jpg\" alt=\"Spathiphyllum\" class=\"wp-image-2037\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/5-20.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/5-20-300x212.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/5-20-150x106.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/5-20-768x541.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Kebiasaan Pertumbuhan Spathiphyllum<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spathiphyllum lebih menyukai lingkungan yang hangat, lembab, dan semi teduh, hindari sinar matahari langsung yang kuat. Ini tidak tahan terhadap embun beku, dengan kisaran suhu pertumbuhan optimal 20-28 \u2103 dan suhu musim dingin minimum di atas 10 \u2103.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini memiliki bunga yang besar dan menonjol pada tangkai panjang yang menjulang di atas daun, baik dalam warna putih maupun hijau. Ini adalah salah satu tanaman hias dalam ruangan yang paling populer di Eropa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/2-22.jpg\" alt=\"Spathiphyllum\" class=\"wp-image-2041\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/2-22.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/2-22-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/2-22-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/2-22-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Jenis-jenis Spathiphyllum<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak diperkenalkan, varietas Spathiphyllum terus meningkat, dengan hampir 30 jenis di seluruh dunia saat ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam beberapa tahun terakhir, Cina telah memperkenalkan lima varietas untuk dibudidayakan: Green Giant, Perfumed Spathiphyllum, Magic Lamp Spathiphyllum, Large Leaf Spathiphyllum, dan Mona Loa Spathiphyllum. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri, tetapi Green Giant sangat menarik perhatian karena ukurannya yang sangat besar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Karakteristik Morfologi Spathiphyllum<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/7-15.jpg\" alt=\"Spathiphyllum\" class=\"wp-image-2038\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/7-15.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/7-15-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/7-15-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/7-15-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spathiphyllum adalah tanaman herba abadi dari genus Talas Bangau Putih dalam keluarga Araceae, berbunga selama 5 hingga 8 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Stem: <\/strong>Spathiphyllum memiliki rimpang yang pendek. Terkadang, batangnya menebal dan menjadi berkayu, berdiri tegak, berbaring rata, atau menempel pada benda lain dengan akar kecil. Beberapa mengapung di atas air, biasanya mengeluarkan getah seperti susu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Daun:<\/strong> Daun Spathiphyllum berbentuk lanset lonjong memanjang, meruncing di kedua ujungnya. Urat daunnya menonjol, dengan tangkai daun yang panjang dan selubung di pangkalnya. Biasanya, mereka berbentuk basal, tetapi jika lahir dari batang, mereka berseling, tersusun dalam dua baris atau spiral. Bentuknya bervariasi dari berbentuk pedang dengan urat sejajar hingga berbentuk panah dengan urat bersih, baik utuh maupun terbagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bunga: <\/strong>Tangkai bunga Spathiphyllum berdiri tegak di atas rumpun daun. Spadix berdiri tegak dan sedikit melengkung berwarna putih. Spadix berbentuk silinder dan berwarna putih.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Distribusi Spathiphyllum<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berasal dari Kolombia dan berasal dari hutan hujan tropis, Spathiphyllum adalah salah satu tanaman hias dalam ruangan yang paling populer di Eropa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Metode Perbanyakan Spathiphyllum<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/1-22.jpg\" alt=\"Spathiphyllum\" class=\"wp-image-2039\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/1-22.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/1-22-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/1-22-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/1-22-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spathiphyllum umumnya diperbanyak melalui pembagian cabang setelah berbunga. Selain itu, dapat diperbanyak melalui penaburan benih dan metode kultur jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perbanyakan Divisi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman yang sehat dapat dibagi setiap dua tahun sekali, biasanya dilakukan saat pergantian pot di musim semi atau setelah musim gugur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum tunas baru tumbuh di awal musim semi, keluarkan seluruh tanaman dari pot, buang tanah pot yang lama, dan bagi rimpang di pangkalnya menjadi beberapa rumpun, masing-masing dengan lebih dari tiga batang dan tunas. Tanam kembali di tanah pot yang baru. Ambil massa akar sebanyak mungkin untuk mendorong pertumbuhan daun yang cepat dan bentuk yang lebih penuh pada tanaman baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perbanyakan Benih<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode perbanyakan ini juga tidak sulit. Penyerbukan buatan di rumah kaca dapat menghasilkan biji. Setelah benih matang, benih harus segera disemai setelah dipanen. Suhu penyemaian harus sekitar 25\u2103; suhu yang lebih rendah dapat menyebabkan pembusukan benih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perbanyakan Kultur Jaringan<\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/6-17.jpg\" alt=\"Spathiphyllum\" class=\"wp-image-2040\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/6-17.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/6-17-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/6-17-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/6-17-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, perbanyakan kultur jaringan Spathiphyllum telah dimulai di Amerika Serikat dan Jerman. Dengan menggunakan perbungaan yang lembut dan tunas lateral sebagai eksplan, mereka didesinfeksi dan kemudian diinokulasikan ke media kultur MS yang dilengkapi dengan 10 mg \/ L 6-benzylaminopurine dan 2 mg \/ L asam asetat indol. Setelah 40-45 hari, jaringan kalus dan tunas yang tidak berdiferensiasi terbentuk. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tunas yang belum berdiferensiasi kemudian dipindahkan ke media kultur MS dengan penambahan 2 mg\/L asam asetat indol, dan dalam waktu 30-40 hari, tunas-tunas tersebut akan menginduksi pembentukan akar dan menjadi tanaman yang lengkap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7. Nilai-nilai Utama Spathiphyllum<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Gaya Hidup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spathiphyllum adalah \"ahli\" dalam menyerap gas limbah, terutama efektif terhadap amonia dan aseton. Tanaman ini juga dapat menyaring gas beracun seperti formaldehida, dan membantu menjaga kelembapan dalam ruangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Obat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spathiphyllum efektif dalam mencegah mukosa hidung kering.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Hias<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spathiphyllum, dengan daunnya yang indah dan pertumbuhannya yang elegan dan kuat, sangat populer karena toleransinya terhadap naungan. Biasanya digunakan untuk mempercantik dan mendekorasi dalam ruangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8. Bahasa Bunga Spathiphyllum<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spathiphyllum dianggap sebagai simbol keberuntungan, dan bunganya sering disebut sebagai \"Bunga Berlayar,\" yang menginspirasi kemajuan dan kesuksesan dalam hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/bahasa-bunga\/\">Bahasa Bunga:<\/a> <\/strong>Berlayar dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bahasa Tanaman: <\/strong>Kecantikan, kebangsawanan, kebajikan, semangat, persahabatan, kepercayaan diri, dan kebanggaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Simbolisme: <\/strong>Menyerupai burung bangau dengan kepala yang terangkat ke atas, Spathiphyllum berdiri tegak, bersih, dan putih, menyampaikan rasa \"ketenangan yang murni dan ketenangan yang harmonis,\" sehingga dikenal sebagai \"bunga kemurnian.\" Bunga ini dipercaya melambangkan keberuntungan, sering dikaitkan dengan struktur bunganya yang indah, mendorong kemajuan dan kesuksesan dalam kehidupan dan pekerjaan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Spathiphyllum, commonly known as the Peace Lily, is native to Colombia and thrives in tropical rainforests. The flower, called a spathe, resembles a leaf and is devoid of petals. It consists only of a white bract and a yellowish-white spadix. Its striking resemblance to a hand led to its name, the Peace Lily. 1. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2032,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-2023","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2023"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2023\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}