{"id":14028,"date":"2024-08-02T17:06:24","date_gmt":"2024-08-02T09:06:24","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=14028"},"modified":"2024-08-02T17:06:26","modified_gmt":"2024-08-02T09:06:26","slug":"fagraea-ceilanica","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/fagraea-ceilanica\/","title":{"rendered":"Fagraea Ceylanica: Panduan Komprehensif untuk Budidaya dan Perawatan"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Fagraea ceylanica, juga dikenal sebagai Ceylon Ironwood atau Giant Indian Privet, adalah pohon cemara atau semak yang termasuk dalam keluarga Gentianaceae. Pohon ini memiliki kulit kayu berwarna abu-abu dan cabang-cabang yang kokoh dan berbentuk silinder.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman gundul ini memiliki daun yang agak sukulen yang berujung runcing di puncak dan bersudut hingga bersudut lebar di pangkalnya. Daunnya berwarna hijau tua dengan pelepah yang rata dan urat-urat yang sedikit terangkat di bagian bawah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tangkai daun memiliki sisik ketiak yang dibentuk oleh bintik-bintik. Bunga soliter atau bergerombol di terminal, dikasial cymes; mahkota berbentuk corong dan berwarna putih, memancarkan aroma yang harum. Kepala sari berbentuk lonjong hingga bulat telur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/6-32.jpg\" alt=\"Fagraea ceilanica\" class=\"wp-image-15431\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/6-32.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/6-32-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/6-32-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/6-32-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ovarium berbentuk elips atau bulat telur, yang mengarah ke gaya ramping dan kepala putik yang berbentuk kerucut atau sedikit melengkung. Buahnya berbentuk bulat telur atau hampir bulat, berwarna hijau muda dengan kelopak yang persisten di pangkalnya, dan memiliki puncak apikulat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mekar terjadi dari bulan April hingga Agustus dengan periode berbuah dari bulan Juli hingga Maret berikutnya. Dengan bunganya yang besar dan aromatik serta dedaunannya yang hijau dan rimbun, Fagraea ceylanica merupakan pilihan yang sangat baik untuk taman dan pajangan hias dalam ruangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memiliki kapasitas yang kuat untuk menahan polusi dan ideal untuk sabuk hijau di sepanjang jalan, koridor perkotaan, tepi hutan, dan sebagai fitur lanskap yang khas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Karakteristik Morfologi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/7-26.jpg\" alt=\"Fagraea ceilanica\" class=\"wp-image-15432\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/7-26.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/7-26-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/7-26-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/7-26-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon ini dapat tumbuh setinggi 15 meter dan kadang-kadang muncul sebagai semak yang memanjat ketika ditopang oleh pohon lain. Kulit kayunya berwarna abu-abu. Cabang-cabangnya tebal dan silindris, dengan cabang yang lebih tua menunjukkan bekas luka daun dan bintik-bintik yang menonjol. Seluruh tanaman gundul.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daunnya agak sukulen, menjadi coriaceous atau subcoriaceous saat kering. Bentuknya bermacam-macam: elips, bulat telur, bulat telur, atau lonjong, terkadang lonjong-lanset, dengan panjang 5-25 sentimeter dan lebar 2-10 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daunnya berwarna hijau tua, berubah menjadi kuning kehijauan saat kering; mereka memiliki pelepah yang rata dan urat sekunder yang sedikit terangkat di bagian bawah dengan 4-8 pasang urat lateral, meskipun tidak terlalu menonjol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/5-42.jpg\" alt=\"Fagraea ceilanica\" class=\"wp-image-15433\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/5-42.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/5-42-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/5-42-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/5-42-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tangkai daun memiliki panjang 1-5 sentimeter dengan sisik ketiak di bagian dasar yang dibentuk oleh bintik-bintik, yang panjangnya sekitar 1 milimeter dan lebarnya 4 milimeter, sering kali sebagian menempel pada tangkai daun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya soliter atau membentuk cymes dikasial terminal. Tangkainya pendek dan gemuk, dengan bracts lanset di pangkalnya, panjangnya sekitar 4 milimeter; tangkainya kokoh, panjangnya mencapai 1 sentimeter, dengan dua bracteol bulat telur lebar di bagian atas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelopak bunga berwarna hijau, berdaging, menjadi seperti biji saat kering, panjangnya 1,5-2 sentimeter, dengan lobus bulat telur hingga orbikular sekitar 1 sentimeter dan tepi yang menakutkan. Mahkota bunga berbentuk corong, panjangnya sekitar 5 sentimeter, berselaput namun sedikit berdaging, berwarna putih, dan harum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tabung mahkota memiliki panjang 3-3,5 sentimeter, melebar di bagian puncak dengan lobus lonjong yang menyebar, panjang 2,5-3 sentimeter dan lebar hingga 2 sentimeter, dengan venasi yang terangkat di bagian atas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Benang sari disertakan, dengan filamen filamen dan kepala sari lonjong hingga bulat telur, panjang 5-7 milimeter. Ovarium berbentuk ellipsoid atau bulat telur, panjang 5 milimeter, tidak berbulu, bilokuler, dengan banyak bakal biji di setiap lokus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gayanya ramping, dengan kepala putik yang berbentuk kerucut atau agak melengkung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah beri berbentuk bulat telur atau subglobose, panjang 3-5 sentimeter, diameter 2-4 sentimeter, hijau muda mengkilap dengan kelopak yang persisten di pangkal dan puncak apikulasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bijinya berbentuk ellipsoid hingga reniform, panjangnya 3-4 milimeter, tertanam di dalam daging buah. Nomor kromosom dasarnya adalah x = 11. Periode berbunga dari April hingga Agustus, dan periode berbuah dari Juli hingga Maret berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">II. Lingkungan Pertumbuhan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini tumbuh subur di hutan pegunungan yang lebat dan hutan berdaun lebar di daerah batu kapur pada ketinggian 500-1800 meter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini lebih menyukai sinar matahari penuh tetapi toleran terhadap kekeringan, teduh parsial, dan suhu dingin sedang, tetap hijau dan kuat di iklim tropis dan subtropis di Asia Selatan dan Tenggara. Dapat beradaptasi dengan berbagai jenis tanah, menunjukkan plastisitas lingkungan yang kuat, dan relatif mudah dibudidayakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">III. Jangkauan Distribusi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fagraea ceilanica berasal dari dan tersebar luas di wilayah tropis dan subtropis di Asia. Jangkauan alaminya meliputi Cina, India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Penyebaran yang luas ini menunjukkan kemampuan beradaptasi spesies ini terhadap berbagai iklim dan ekosistem tropis dan subtropis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">IV. Pertumbuhan dan Perbanyakan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fagraea ceilanica dapat berhasil diperbanyak melalui beberapa metode, termasuk stek, penyemaian, pelapisan, dan pembagian. Setiap teknik memiliki waktu dan kondisi optimal yang spesifik, sehingga memungkinkan para pembudidaya untuk memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi dan sumber daya mereka. Stek batang dan perbanyakan dengan biji sangat efektif, dan sering kali menghasilkan tingkat pembentukan bibit yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pembibitan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Periode optimal untuk menabur benih Fagraea ceilanica adalah dari bulan Oktober hingga Desember. Waktu ini selaras dengan siklus reproduksi alami tanaman dan memberikan kondisi ideal untuk perkecambahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengumpulan dan Persiapan Benih:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memanen buah yang sudah matang<\/li>\n\n\n\n<li>Ekstrak biji dengan hati-hati<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih antara penaburan langsung atau penyimpanan pasir<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses Penaburan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Siapkan persemaian dengan lempung berpasir yang gembur dan subur<\/li>\n\n\n\n<li>Tabur benih dengan cara disebar atau dalam barisan<\/li>\n\n\n\n<li>Tutupi benih dengan tanah setebal 2-3 cm (0,8-1,2 inci)<\/li>\n\n\n\n<li>Oleskan mulsa (jerami atau film plastik) untuk kehangatan dan perlindungan dari embun beku<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkecambahan dan Perawatan Bibit:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Benih yang ditabur pada akhir musim gugur atau awal musim dingin biasanya berkecambah pada musim semi berikutnya<\/li>\n\n\n\n<li>Buang mulsa segera setelah berkecambah<\/li>\n\n\n\n<li>Mengintensifkan pengelolaan air dan pupuk<\/li>\n\n\n\n<li>Bangun struktur peneduh di musim panas untuk mendorong tanaman yang tinggi dan terbentuk dengan baik<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Stek<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan stek batang untuk Fagraea ceilanica paling berhasil jika dilakukan dari akhir April hingga Oktober, dengan hasil optimal biasanya dicapai selama musim hujan (Juni-Juli).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemilihan dan Persiapan Pemotongan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pilih cabang yang sehat berusia 1-2 tahun<\/li>\n\n\n\n<li>Potong segmen sepanjang 12-15 cm (4,7-5,9 inci)<\/li>\n\n\n\n<li>Sertakan 2-3 setengah daun pada setiap potongan<\/li>\n\n\n\n<li>Buat potongan bawah 2-3 mm (0,08-0,12 inci) di bawah simpul<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penanaman dan Perawatan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan tanah gambut, lempung berpasir, vermikulit, atau pasir berlempung sebagai media tanam (tanah gambut sering memberikan hasil terbaik)<\/li>\n\n\n\n<li>Tutup dengan film plastik untuk menjaga kelembapan<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan keteduhan selama periode cerah<\/li>\n\n\n\n<li>Perkirakan perkembangan akar dalam 1-2 bulan<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkat kelangsungan hidup tipikal melebihi 80%<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Divisi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembagian paling baik dilakukan pada bulan Maret atau April ketika pertumbuhan baru dimulai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Singkirkan tanaman yang menggumpal dari pot atau tanah<\/li>\n\n\n\n<li>Buang tanah berlebih dengan hati-hati<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan pisau yang tajam dan steril untuk memisahkan bagian pada sambungan akar yang lemah<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan setiap divisi memiliki 2-3 batang dan akar yang sehat<\/li>\n\n\n\n<li>Tanam kembali divisi di tanah atau pot<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagai alternatif, panen dan tanam kembali tunas yang tumbuh dari akar di dekat tanah<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pelapisan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua metode pelapisan utama digunakan untuk Fagraea ceilanica: pelapisan rendah dan pelapisan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelapisan Rendah (Cina Selatan):<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Waktu: April<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih cabang berumur 2-3 tahun yang sehat di dekat pangkal tanaman<\/li>\n\n\n\n<li>Kupas atau ikat pinggang cabang yang dipilih<\/li>\n\n\n\n<li>Tekuk dan kubur bagian yang dirawat di dalam parit yang telah digali sebelumnya<\/li>\n\n\n\n<li>Akar biasanya berkembang dalam 40-50 hari<\/li>\n\n\n\n<li>Pisahkan dan pindahkan tanaman baru pada bulan Juli atau Agustus<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelapisan Tinggi (Cina Utara):<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Waktu: Akhir April<\/li>\n\n\n\n<li>Pilihlah cabang berusia 2 tahun yang sehat<\/li>\n\n\n\n<li>Buatlah potongan 0,5 cm di bawah simpul<\/li>\n\n\n\n<li>Kupas cincin di sekeliling cabang (lebarnya harus 3 kali diameter cabang)<\/li>\n\n\n\n<li>Bungkus area yang diikat dengan film plastik yang mengandung lumut sphagnum atau gambut yang lembab<\/li>\n\n\n\n<li>Sisakan celah untuk irigasi<\/li>\n\n\n\n<li>Perkirakan pembentukan akar dalam waktu 2-3 bulan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">V. Pengelolaan Hama dan Penyakit<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penyakit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Antraknosa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gejala: Bintik-bintik melingkar hingga tidak beraturan pada cabang dan daun muda; tepi berwarna coklat dengan bagian tengah berwarna abu-abu putih hingga abu-abu kecokelatan; terlihat butiran hitam (acervuli)<\/li>\n\n\n\n<li>Kontrol: Penyemprotan bergantian setiap 10 hari (3-4 aplikasi) dengan:\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Campuran 800x pengenceran 50% karbendazim WP dan 800x pengenceran 25% tiophanat-metil WP<\/li>\n\n\n\n<li>500x diencerkan 25% chlorothalonil WP<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kulit terbakar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gejala: Bintik-bintik putih keabu-abuan atau putih pucat pada pucuk dan daun muda yang lembut, biasanya selama musim panas yang terik<\/li>\n\n\n\n<li>Pencegahan:\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan jaring peneduh<\/li>\n\n\n\n<li>Merelokasi tanaman ke lokasi yang sesuai<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkatkan frekuensi dan volume penyiraman selama periode panas dan kering<\/li>\n\n\n\n<li>Pertimbangkan penyiraman daun secara langsung jika perlu<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Pengobatan:\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pindahkan tanaman yang terkena dampak ke tempat teduh segera<\/li>\n\n\n\n<li>Pangkas pucuk dan daun yang hangus<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan pengelolaan air dan pupuk untuk pemulihan<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Thrips:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kerusakan Menyerang daun yang lembut dan tunas muda, menyebabkan galls, kelainan bentuk, dan daun melengkung<\/li>\n\n\n\n<li>Gejala: Orang dewasa dan remaja sering makan bersama di bagian bawah daun, terutama di sepanjang urat utama<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tindakan Pengendalian:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Fisik: Buang dan bakar bagian tanaman yang terkena untuk serangan ringan<\/li>\n\n\n\n<li>Biologis: Memperkenalkan serangga predator (misalnya kepik, khususnya kumbang betina berbintik tujuh dan kumbang betina konvergen)<\/li>\n\n\n\n<li>Bahan kimia:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pencegahan: Semprotkan abamektin (2500x diencerkan) atau imidakloprid (1000x diencerkan) saat daun baru muncul<\/li>\n\n\n\n<li>Kuratif: Oleskan insektisida yang dipilih setiap 6-7 hari, ulangi 3-4 kali sesuai kebutuhan<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VI. Nilai Utama<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Signifikansi Hortikultura<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fagraea ceilanica sangat dihargai karena itu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bunga yang besar dan harum<\/li>\n\n\n\n<li>Dedaunan yang selalu hijau dan mengkilap<\/li>\n\n\n\n<li>Kebiasaan pertumbuhan yang kuat<\/li>\n\n\n\n<li>Bentuk yang subur dan anggun<\/li>\n\n\n\n<li>Kualitas pemurni udara yang sangat baik<\/li>\n\n\n\n<li>Potensi untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dan lingkungan kerja<\/li>\n\n\n\n<li>Sifat antibakteri dari minyak atsiri, berpotensi membantu relaksasi dan tidur<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Aplikasi Lansekap dan Lingkungan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fagraea ceilanica sangat cocok untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Titik fokus taman<\/li>\n\n\n\n<li>Tampilan dedaunan dalam ruangan<\/li>\n\n\n\n<li>Penghalang angin alami ketika ditempatkan di dekat jendela<\/li>\n\n\n\n<li>Proyek penghijauan kota karena ketahanan terhadap polusi yang tinggi<\/li>\n\n\n\n<li>Penanaman di pinggir jalan (median jalan, jalan raya)<\/li>\n\n\n\n<li>Sabuk hutan<\/li>\n\n\n\n<li>Simpul lanskap dan area fokus<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemampuan beradaptasi dan ketahanannya membuatnya menjadi spesies yang berharga untuk lansekap hias dan fungsional di daerah tropis dan subtropis.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Fagraea ceylanica, also known as the Ceylon Ironwood or Giant Indian Privet, is an evergreen tree or shrub belonging to the Gentianaceae family. It features a grey bark and sturdy, cylindrical branches. This glabrous plant has somewhat succulent leaves that are acuminate at the apex and cuneate to broadly cuneate at the base. The [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15429,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-14028","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14028","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14028"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14028\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15429"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}