{"id":13636,"date":"2023-10-31T15:54:43","date_gmt":"2023-10-31T07:54:43","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=13636"},"modified":"2023-10-31T15:54:44","modified_gmt":"2023-10-31T07:54:44","slug":"erythrina-crista-galli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/erythrina-crista-galli\/","title":{"rendered":"Erythrina Crista-Galli: Panduan untuk Budidaya"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Erythrina crista-galli, juga dikenal sebagai Pohon Karang Jengger Ayam, Pohon Karang Brasil, atau Pohon Karang Gading, mendapatkan namanya dari kemiripannya dengan jengger ayam jantan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah semak daun atau pohon kecil dengan batang dan tangkai daun yang sedikit tertutup duri. Daun majemuknya yang seperti bulu memiliki 3 anak daun, yang berbentuk bulat telur panjang atau lanset-lonjong. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Periode berbunga sekitar bulan April hingga Juli, dengan bunga berwarna merah dan tahan lama, sehingga cocok untuk dekorasi taman dan lanskap pinggir jalan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini lebih menyukai sinar matahari tetapi dapat mentolerir naungan cahaya, dan tumbuh subur di suhu tinggi serta memiliki ketahanan yang kuat terhadap suhu dingin. Tanaman ini berasal dari daerah tropis di Amerika Selatan, termasuk Brasil, dan dibudidayakan di Cina Selatan dan Taiwan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Karakteristik Morfologi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/4-29.jpg\" alt=\"Erythrina crista-galli\" class=\"wp-image-13783\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/4-29.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/4-29-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/4-29-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/4-29-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Gugur<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semak atau pohon kecil dengan batang dan tangkai daun yang sedikit tertutup duri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun majemuknya yang seperti bulu memiliki 3 helai daun, yang berbentuk bulat telur panjang atau lanset-lonjong, berukuran panjang sekitar 7-10 cm dan lebar 3-4,5 cm, dengan ujung tumpul dan pangkal hampir melingkar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga dan daunnya muncul bersamaan, tersusun dalam racemes terminal, dengan 1-3 kuntum per bagian. Bunganya berwarna merah tua, berukuran panjang sekitar 3-5 sentimeter, sedikit terkulai atau membentuk sudut siku-siku dengan sumbu racemanya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelopaknya berbentuk lonceng dengan dua lobus dangkal di puncaknya. Memiliki dua benang sari dan ovarium memiliki tangkai dengan rambut-rambut halus. Panjang polongnya sekitar 15 sentimeter, berwarna coklat, dengan ruang-ruang yang mengerut di antara bijinya. Bijinya besar dan berwarna coklat mengkilap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">II. Kebiasaan Pertumbuhan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1-56.jpg\" alt=\"Erythrina crista-galli\" class=\"wp-image-13786\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1-56.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1-56-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1-56-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/1-56-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini lebih menyukai sinar matahari tetapi dapat mentolerir naungan cahaya, dan tumbuh subur di suhu tinggi serta memiliki ketahanan yang kuat terhadap suhu dingin. Tanaman ini sangat mudah beradaptasi, kuat, toleran terhadap kekeringan, dan mampu bertahan dalam kondisi tanah yang buruk dan lingkungan yang mengandung garam. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, tidak tahan terhadap genangan air. Tidak terlalu menuntut dalam hal kebutuhan tanah, tetapi tumbuh paling baik di tanah lempung subur yang dikeringkan dengan baik atau lempung berpasir. Saat ditanam dalam pot di wilayah utara, suhu harus dijaga di atas 4 \u00b0 C selama musim dingin.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">III. Distribusi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/2-57.jpg\" alt=\"Erythrina crista-galli\" class=\"wp-image-13787\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/2-57.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/2-57-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/2-57-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/2-57-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berasal dari Brasil, Peru, dan Asia Tenggara, termasuk Filipina dan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">IV. Metode Perbanyakan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbanyakan Benih<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang terbaik adalah menabur benih segera setelah panen. Sebelum disemai, disarankan untuk merendam benih selama periode tertentu. Taburkan benih langsung di tempat persemaian dengan tanah lempung berpasir yang gembur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedalaman tanah yang menutupi benih harus sekitar dua kali tinggi benih. Perhatikan penyiraman untuk mempertahankan kelembaban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Benih akan berkecambah dalam waktu sekitar 10 hari, dan setelah satu bulan, ketika bibit mencapai ketinggian 20 sentimeter, mereka dapat dipindahkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbanyakan Pemotongan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ambil cabang semi-kayu yang berukuran sekitar 20-40 sentimeter. Masukkan ke dalam tempat persemaian berpasir atau yang memiliki drainase yang baik, jaga agar tetap lembab. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akar dan tunas akan muncul dalam waktu sekitar 15 hari, dan stek akan menjadi bibit dalam waktu 1-2 bulan. Di daerah pesisir Cina Selatan, stek cabang panjang biasanya digunakan, dan dapat berakar dalam 1-2 bulan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">V. Pengendalian Penyakit dan Hama<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Busuk Kulit Kayu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Busuk kulit kayu adalah penyakit mematikan yang sering menyerang batang, cabang besar, dan kerah akar pohon karang, sering kali bersamaan dengan kumbang kulit kayu. Pada tahap awal, kulit kayu yang terkena menjadi basah dan mulai membusuk, dengan cepat menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahap selanjutnya, kulit kayu yang terkena menjadi kering dan mudah terkelupas dari floem, yang menyebabkan kematian seluruh pohon ketika area yang sakit mengelilingi batang atau cabang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penyakit Bercak Daun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyakit ini terutama menyerang daun. Setelah terinfeksi, ujung dan tepi daun mulai mengembangkan bintik-bintik abu-abu kecokelatan dengan titik-titik kecil berwarna abu-abu kehitaman. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring perkembangan penyakit, bintik-bintik membesar, menyebabkan daun menjadi tembus cahaya dan rapuh, sangat mempengaruhi pertumbuhan normal dan nilai hias pohon karang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tawon empedu Erythrina<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hama ini sangat merusak tanaman dari genus Erythrina, menyebabkan kelainan bentuk, pembengkakan, nekrosis, dan galls pada daun dan cabang-cabang yang lunak. Pada kasus yang parah, hama ini dapat menyebabkan kerontokan daun dan kematian tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Metode pengendalian:<\/strong> Pertama, buang kulit kayu yang membusuk dan oleskan pestisida pada mahkota dan batang pohon, dengan menggunakan metode penyemprotan atau pembungkusan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, aplikasikan pestisida pada tanah di sekitar batang dan lakukan desinfeksi menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir, pangkas mahkota dan cabang-cabang lembut dari pohon karang yang terkena, dan hancurkan cabang dan daun yang dipangkas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VI. Nilai Utama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon Karang Cockspur memiliki kemampuan beradaptasi yang kuat, bentuk pohon yang elegan, batang yang kuat, dan bunga yang melimpah dan indah dengan bentuk yang unik. Pohon ini memiliki periode berbunga yang panjang dan nilai hias yang tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ditanam di halaman rumput, pohon ini tampak hidup dan menarik, menjadikannya spesies pohon yang sangat baik untuk taman, alun-alun, kebun, dan lansekap jalan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Erythrina crista-galli, also known as Cockspur Coral Tree, Brazilian Coral Tree, or Ivory Coral Tree, gets its name from its resemblance to a rooster&#8217;s comb. It is a deciduous shrub or small tree with stems and leaf stalks slightly covered in thorns. Its feather-like compound leaves have 3 leaflets, which are long ovate or lanceolate-oblong [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13782,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-13636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13636"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13636\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}