{"id":11009,"date":"2023-09-07T14:18:25","date_gmt":"2023-09-07T06:18:25","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=11009"},"modified":"2023-09-07T14:18:25","modified_gmt":"2023-09-07T06:18:25","slug":"delonix-regia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/delonix-regia\/","title":{"rendered":"Bunga-bunga Delonix regia yang memukau: Pertunjukan Kembang Api Alam"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Delonix regia, juga dikenal sebagai Pohon Api, Royal Poinciana, Pohon Api, dan Abu Asing, adalah pohon gugur dalam keluarga kacang-kacangan. Pohon ini terkenal sebagai salah satu pohon paling berwarna di dunia karena bunganya yang berwarna merah atau oranye yang dipasangkan dengan daun seperti pakis berwarna hijau terang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon hias tropis ini juga merupakan pohon nasional Republik Madagaskar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Pengantar Dasar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Delonix regia, anggota keluarga kacang-kacangan, adalah pohon meranggas yang dapat tumbuh hingga setinggi 20 meter. Ia memiliki kanopi yang lebar. Daunnya menyirip dua, dengan selebaran kecil dan lonjong. Mekar di musim panas dengan bunga merah besar dan mengkilap dalam malai. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Polong kayunya dapat tumbuh hingga 50 sentimeter. Kombinasi mencolok antara bunga merah atau oranye terang dan daun hijau cerah menjadikannya salah satu pohon paling berwarna di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon Api adalah pohon nasional Republik Madagaskar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-26.jpg\" alt=\"Delonix regia\" class=\"wp-image-11128\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-26.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-26-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-26-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-26-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon Api adalah tanaman besar dengan tajuk yang melebar dan terkulai yang memberikan keteduhan di daerah tropis. Tumbuh subur di suhu tinggi dan lingkungan yang cerah, tumbuh subur di daerah dengan sinar matahari yang cukup. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini ditemukan di bagian selatan dan barat daya Cina, tanah asalnya Madagaskar, dan berbagai wilayah tropis di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">II. Pertumbuhan dan Distribusi<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lingkungan Pertumbuhan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon Api adalah spesies tropis yang mulai berbunga setelah 6 hingga 8 tahun. Pohon ini lebih menyukai kondisi yang hangat, lembab dan banyak sinar matahari. Suhu pertumbuhan yang optimal adalah antara 20 hingga 30\u00b0C. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini tidak tahan terhadap embun beku, dengan persyaratan suhu musim dingin minimum 10\u00b0C. Tumbuh paling baik di lempung berpasir yang dalam, subur, dan kaya akan bahan organik; tidak tahan terhadap genangan air dan membutuhkan drainase yang baik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun tahan terhadap kekeringan, pohon ini lebih menyukai tanah yang tipis dan kurang subur. Umumnya, pohon berusia 1 tahun dapat mencapai ketinggian 1,5 hingga 2 meter, sementara pohon berusia 2 tahun dapat tumbuh hingga 3 hingga 4 meter, dan pohon mulai berbunga setelah 6 hingga 8 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Cina bagian selatan, pohon ini bertunas pada awal Februari, dengan puncak pertumbuhan antara bulan April dan Juli. Pertumbuhannya melambat pada akhir Juli karena suhu yang tinggi, tetapi akan meningkat lagi mulai akhir Agustus saat suhu turun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-69.jpg\" alt=\"Delonix regia\" class=\"wp-image-11122\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-69.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-69-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-69-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-69-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertumbuhannya melambat setelah bulan Oktober dan pohon ini menggugurkan daunnya antara bulan Desember dan Januari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jangkauan Distribusi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon Api berasal dari Madagaskar dan telah diperkenalkan secara luas ke daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Amerika Serikat, Pohon Api dapat ditemukan di Florida, Rio Grande Valley di Texas selatan, daerah gurun di Arizona dan California, Hawaii, Puerto Rico, Kepulauan Virgin AS, dan Guam. Pohon ini juga tumbuh subur di seluruh wilayah Karibia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">III. Karakteristik Morfologi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-71.jpg\" alt=\"Delonix regia\" class=\"wp-image-11123\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-71.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-71-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-71-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-71-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Royal Poinciana adalah pohon daun besar, tanpa duri, tingginya mencapai lebih dari 20 meter, dengan diameter batang hingga 1 meter. Kulit kayunya kasar dan berwarna abu-abu kecokelatan; mahkotanya rata dan bulat, dengan banyak cabang yang menyebar; rantingnya sering kali memiliki rambut pendek yang lembut dan lentisel yang terlihat jelas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memiliki sistem perakaran yang dangkal, tetapi berkembang dengan baik dan kuat terhadap angin. Tahan terhadap polusi udara, memiliki daya kecambah yang kuat, dan tumbuh dengan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun Royal Poinciana menyirip dua kali, panjang 20-60 sentimeter, dengan bintik-bintik; bintik-bintik bawah terlihat berbulu, dan bagian atas berbulu; tangkai daun memiliki panjang 7-12 sentimeter, berbulu halus hingga lembut, dengan lekukan di bagian atas, dan pangkalnya membesar serta berbentuk bantal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak daun berseberangan, 15-20 pasang, panjangnya mencapai 5-10 sentimeter; anak daun 25 pasang, berseberangan rapat, lonjong, panjang 4-8 milimeter, lebar 3-4 milimeter, halus di kedua sisinya, tumpul di bagian atas, dan pangkalnya miring, ujungnya utuh; pelepahnya menonjol; tangkai daun pendek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbungaannya berbentuk umbellate cymes, terminal atau ketiak; bunganya besar dan indah, berdiameter 7-10 sentimeter, berwarna merah cerah hingga oranye-merah, dengan tangkai sepanjang 4-10 sentimeter; kelopaknya berbentuk cakram atau berbentuk puncak menara pendek; sepal berjumlah 5, berwarna merah di bagian dalam, berwarna hijau-kuning di bagian tepi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-18.jpg\" alt=\"Delonix regia\" class=\"wp-image-11125\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-18.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-18-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-18-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-18-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelopak bunga 5, berbentuk sendok, merah, dengan bintik-bintik kuning dan putih, panjang 5-7 sentimeter, lebar 3,7-4 sentimeter, melengkung ke belakang setelah mekar, tangkai daun panjang dan tipis, panjangnya sekitar 2 sentimeter; benang sari 10, merah, dengan panjang bervariasi, panjang 3-6 sentimeter, membungkuk ke atas, filamen tebal, bagian bawah berbulu, kepala sari berwarna merah, panjangnya sekitar 5 milimeter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panjang ovarium sekitar 1,3 sentimeter, kuning, berbulu, tanpa tangkai atau dengan tangkai pendek, coraknya 3-4 sentimeter, kepala putik kecil, terpotong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buahnya berbentuk polong, pipih, panjang 30-60 sentimeter, lebar 3,5-5 sentimeter, agak melengkung, berwarna merah tua kecokelatan, hitam kecokelatan saat matang, dengan corak persisten pada bagian puncaknya; ada 20-40 biji, lonjong, licin, keras, kuning berbintik-bintik coklat, panjang sekitar 15 milimeter, lebar sekitar 7 milimeter. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Periode berbunga Royal Poinciana adalah dari bulan Juni hingga Juli, dan periode berbuah dari bulan Agustus hingga Oktober.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">IV. Cara Merawat Royal Poinciana<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6-9.jpg\" alt=\"Delonix regia\" class=\"wp-image-11126\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6-9.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6-9-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6-9-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6-9-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Suhu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Royal Poinciana adalah spesies pohon tropis yang menyukai panas dan tidak tahan terhadap dingin. Pohon ini dapat bertahan hidup di musim dingin dengan baik jika suhu di musim dingin tidak lebih rendah dari 10 derajat Celcius.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penyiraman<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Royal Poinciana tidak menuntut banyak tanah, tetapi harus memiliki drainase yang baik. Akarnya memiliki bintil-bintil pengikat nitrogen yang dapat meningkatkan kesuburan tanah, tetapi genangan air akan membunuh bintil-bintil ini, yang mempengaruhi pertumbuhannya. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol jumlah air dan memastikan tidak ada genangan air.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemindahan &amp; Penanaman Bibit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bibit perlu dipindahkan sekali setelah 1-2 tahun pertumbuhan, sebaiknya di awal musim semi. Jarak antar tanaman sebaiknya sekitar 60 sentimeter, dan bibit yang berumur tiga tahun dapat digunakan untuk penanaman. Setelah penanaman, tanah perlu digemburkan setiap tahun, gulma disingkirkan 2-3 kali, dan pupuk diberikan sekali pada musim semi dan musim gugur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemangkasan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang dan daun baru dapat tumbuh dari batang Royal Poinciana kapan saja. Jika dibiarkan tumbuh secara alami, bentuk tanaman akan berubah secara signifikan dan tidak dapat mempertahankan vitalitasnya dengan baik, sehingga pemangkasan secara teratur diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">V. Cara Memperbanyak Royal Poinciana<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbanyakan Benih Royal Poinciana<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pada bulan Desember, kumpulkan biji Royal Poinciana yang sudah matang dan jemur di bawah sinar matahari. Polongnya dapat pecah secara alami atau dipukuli dengan tongkat kayu untuk melepaskan bijinya. Simpan benih dalam karung di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi; benih dapat bertahan lebih dari satu tahun. Taburkan benih pada musim semi tahun kedua.<\/li>\n\n\n\n<li>Benih Royal Poinciana memiliki kulit biji yang padat dan keras sehingga menyulitkan penyerapan air. Oleh karena itu, sebelum disemai, gunakan air panas sekitar 80\u00b0C untuk melepuh benih dan mendorong perkecambahan. Rendam selama sehari, lalu dinginkan secara alami dengan air dingin. Setelah dingin, rendam dalam air hangat bersuhu 50\u00b0C untuk satu hari lagi. Setelah dicuci dan ditiriskan, taburkan benih di tempat persemaian, tutupi dengan tanah sedalam 0,5-1 cm. Kemudian, jaga kehangatan dan siram dua kali sehari untuk menjaga kelembapan tanah. Perkecambahan akan dimulai dalam waktu sekitar satu minggu.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketika bibit tumbuh lebih dari 8 cm, pisahkan dan pangkas beberapa cabang dan daun. Pada tahap awal, berikan pupuk majemuk secukupnya dan kurangi pupuk nitrogen. Hentikan pemupukan di musim gugur untuk mendorong lignifikasi awal. Di musim dingin, buang daun yang belum rontok secara manual. Bibit Royal Poinciana sensitif terhadap embun beku, jadi gunakan penutup film atau pembungkus individu untuk isolasi dan pencegahan embun beku.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbanyakan Pemotongan Royal Poinciana<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Royal Poinciana biasanya diperbanyak dengan biji, tetapi tanaman baru juga dapat dibudidayakan melalui stek, meskipun metode ini kurang umum dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah. Jika Anda memutuskan untuk memperbanyak melalui stek, pilihlah waktu yang tepat, sebaiknya selama musim semi yang sedang bertunas ketika cuaca sedang sejuk dan kondusif untuk perakaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Potong cabang yang masih muda berumur satu tahun dari tanaman yang sehat, untuk memastikan cabang tersebut kuat dan mampu berakar dan tumbuh. Periksa cabang secara menyeluruh untuk memastikan bebas dari hama dan penyakit untuk mencegah masalah perbanyakan di masa depan.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan substrat yang memenuhi persyaratan untuk perakaran, seperti pasir bersih, dan sterilkan terlebih dahulu untuk disinfeksi. Sebelum digunakan, sterilkan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari selama beberapa saat atau dengan merebusnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Semprotkan air ke dalam tanah yang sudah disiapkan untuk menjaga kelembapan, lalu masukkan cabang. Jaga lingkungan pertumbuhan di sekitarnya dan berikan perawatan yang tepat. Setelah beberapa saat, seharusnya sudah mulai berakar.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VI. Pengendalian Hama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hama yang ditemukan di pohon Phoenix adalah \"ngengat malam\". Serangga ini memakan daun tanaman pada tahap larva, sering memakan semua daun tanaman inang, yang secara serius mempengaruhi pertumbuhan dan estetika pohon. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bulan-bulan puncak serangan hama ini adalah Juli, Agustus, dan September. Meskipun ngengat malam pohon Phoenix tidak membahayakan manusia, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Metode Kontrol<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama periode ketika larva bergerombol dan menyebabkan kerusakan, sebaiknya lakukan penyemprotan debu di pagi hari sebelum embun mengering. Anda dapat menggunakan 2,5% bubuk triklorfon atau 1,5% bubuk parathion (1605), 1,5% bubuk malathion untuk membersihkan debu, 1,5-2 kg per hektar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VII. Nilai dan Lainnya <\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai-nilai Utama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Obat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kulit pohon: Manis, ringan, dingin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kulit pohon: Menenangkan hati dan menundukkan Yang, mengurangi demam. Mengobati pusing dan kegelisahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akar: Mengobati nyeri rematik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Toksisitas<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga dan bijinya beracun. Jika seorang anak secara tidak sengaja menelan bijinya, mereka mungkin mengalami gejala seperti pusing, air liur, kembung, sakit perut, dan diare.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ekstrak air dari kulit batang memiliki efek muntah pada kucing dan monyet dan menghambat sistem saraf pusat. Ekstrak alkohol dan air dari bunganya memiliki efek anthelmintik. Komponen beracun tidak diketahui. Bunganya mengandung karotenoid.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bijinya mengandung lysolecithin dan fosfolipid lainnya. Kulit batangnya mengandung eritritol dan leucocyanidin. Jika tertelan dapat menyebabkan gejala seperti sakit perut, kembung, diare, pusing, dan air liur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai Estetika<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon Phoenix memiliki mahkota yang besar, dan selama periode berbunga, bunganya berwarna merah dan daunnya berwarna hijau. Pohon ini terlihat seperti nyala api, oleh karena itu dinamakan pohon Phoenix. Ini adalah spesies pohon hias tropis yang terkenal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di kota-kota selatan negara kita, pohon ini ditanam di kebun raya dan taman sebagai pohon hias atau pohon pinggir jalan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai Ekologis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon di pinggir jalan: Pohon di pinggir jalan memiliki efek iklim mikro, yaitu mendinginkan dan melembabkan di musim panas. Pohon-pohon ini merupakan pohon lanskap untuk menghijaukan, mempercantik, dan mengharumkan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon peneduh: Pada pertengahan musim panas, pohon Phoenix dengan diameter batang 7-8 cm dapat memiliki lebar tajuk maksimum 8-10 meter. Tingkat naungannya antara 50% dan 70%. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon Phoenix memiliki banyak cabang, dan tidak banyak perbedaan antara bagian tengah dan tepi tajuk, sehingga efek naungannya relatif merata dan kondisi ventilasinya bagus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suhu di dalam tajuk lebih rendah 3\u00b0C daripada suhu di tempat terbuka di luar, dan maksimum lebih rendah 6\u00b0C. Kelembaban relatif di dalam tajuk adalah 10%-20% lebih tinggi daripada kelembaban di lahan terbuka di luar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemupukan dan perbaikan tanah: Sistem akarnya memiliki rhizobium pengikat nitrogen, yang dapat menghemat penggunaan pupuk. Pohon Phoenix memiliki jumlah daun yang rontok yang banyak setiap tahunnya. Sebagai contoh, pohon dengan diameter batang 7-8 cm menggugurkan sekitar 3,1 kg daun per tahun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah besar daun yang gugur memberikan penutup yang baik untuk tanaman tanah, yang membantu mempertahankan kelembapan, memperbaiki kandungan dan struktur bahan organik tanah, dan meningkatkan kesuburan tanah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai Keahlian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Resin dapat dilarutkan dalam air untuk pengerjaan; kayunya ringan, elastis, dan memiliki serat kayu khusus, yang dapat digunakan untuk mebel kecil dan bahan baku pengerjaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Polong pohon Phoenix digunakan sebagai alat musik perkusi di Karibia, yang disebut shak-shak atau marakas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kultur Tanaman<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Phoenix <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/bahasa-bunga\/\"   title=\"Bahasa Bunga\" data-wpil-keyword-link=\"linked\">Bahasa Bunga<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga Phoenix memiliki makna perpisahan, kerinduan, dan masa muda yang penuh gairah. Karena mekar di bulan Juni, musim kelulusan, bunga ini menandakan rasa perpisahan dan perasaan rindu akan teman setelah berpisah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, karena bunga ini mekar pada bulan September, awal musim sekolah, warna merahnya yang menyala-nyala melambangkan semangat masa muda. Bunga ini bisa diberikan kepada teman untuk mengekspresikan emosi.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Delonix regia, also known as the Flame Tree, Royal Poinciana, Fire Tree, and Foreign Ash, is a deciduous tree in the legume family. It is renowned as one of the world&#8217;s most colorful trees due to its vibrant red or orange flowers paired with bright green fern-like leaves. This tropical ornamental tree is also the [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11130,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-11009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11009"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11009\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}