{"id":10919,"date":"2023-09-11T22:57:50","date_gmt":"2023-09-11T14:57:50","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=10919"},"modified":"2023-09-11T22:57:52","modified_gmt":"2023-09-11T14:57:52","slug":"cornus-alba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/cornus-alba\/","title":{"rendered":"Cornus alba: Dari Mekar hingga Cabang, Semua yang Perlu Anda Ketahui"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Cornus alba adalah semak daun dari keluarga Cornaceae, yang tumbuh setinggi 3 meter. Kulit kayunya berwarna merah keunguan, ranting mudanya ditutupi dengan rambut-rambut halus berwarna putih pucat, yang berangsur-angsur rontok dan digantikan oleh bubuk putih seperti lilin. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang yang lebih tua berwarna merah dan putih, dihiasi dengan lentisel bundar berwarna abu-abu-putih dan bekas luka daun berbentuk lingkaran yang sedikit menonjol. Daunnya berseberangan, berbentuk elips, dan perbungaannya terminal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya berwarna putih susu dan mekar dari bulan Mei hingga Juni. Buahnya berwarna putih susu atau putih biru dan matang dari bulan Agustus hingga Oktober. Perbanyakan dapat dilakukan melalui penyemaian, stek, dan layering. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dogwood berkulit merah memiliki daun musim gugur berwarna merah cerah, buah kecil berwarna putih bersih, dan cabang-cabangnya berubah menjadi merah cemerlang seperti karang setelah daunnya berguguran, menjadikannya tanaman dengan batang yang langka dan sumber yang sangat baik untuk memotong cabang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seringkali ditanam dalam kelompok di halaman rumput atau diselingi dengan pohon cemara di taman, menciptakan kontras yang indah antara merah dan hijau.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Fitur Morfologi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-110.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11571\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-110.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-110-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-110-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-110-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semak ini tumbuh setinggi 3 meter, dengan kulit kayu berwarna merah keunguan. Cabang-cabang muda memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna putih pucat, yang pada akhirnya akan rontok dan ditutupi dengan bubuk putih seperti lilin. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang tua berwarna merah dan putih, dengan lentisel bundar abu-abu-putih yang tersebar dan bekas luka daun melingkar yang sedikit terangkat. Tunas musim dingin berbentuk bulat telur-lanset, panjang 3-6 mm, dan ditutupi dengan rambut lembut pendek berwarna abu-abu putih atau coklat muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daunnya berseberangan, seperti kertas, dan berbentuk elips atau jarang bulat telur, panjang 5-8,5 cm, lebar 1,8-5,5 cm, dengan ujung runcing dan pangkal berbentuk baji atau baji lebar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tepinya seluruhnya atau sedikit melengkung, permukaan atas berwarna hijau tua dengan sedikit bulu-bulu halus pipih berwarna putih, dan bagian bawahnya berwarna hijau bubuk, ditutupi bulu-bulu halus berwarna putih yang ditekan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kadang-kadang ketiak vena memiliki janggut coklat muda, pelepahnya sedikit tersembunyi di sisi atas dan menonjol di sisi bawah, vena lateral (4-) 5 (-6) berpasangan berbentuk lengkung dan melengkung ke dalam, muncul sedikit di kedua sisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-50.jpg\" alt=\"Cornus alba\" class=\"wp-image-11566\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-50.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-50-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-50-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-50-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbungaannya lebih padat, lebar 3 cm, umbel terminal yang ditutupi dengan rambut lembut pendek berwarna putih. Tangkai bunga berbentuk silinder, panjang 1,1-2,2 cm, ditutupi dengan rambut-rambut halus berwarna putih pucat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga kecil, putih atau putih kuning pucat, panjang 5-6 mm, diameter 6-8,2 mm. Kelopak bunga berjumlah 4, berbentuk bulat telur-elips, panjang 3-3,8 mm, lebar 1,1-1,8 mm, dengan ujung lancip atau pendek, tidak berbulu di sisi atas, dan jarang ditutupi dengan bulu-bulu halus yang tertekan di bagian bawah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Benang sari memiliki panjang 4, 5-5,5 mm, melekat pada bagian luar cakram bunga. Putiknya berbentuk silinder, panjang 2,1-2,5 mm, hampir tidak berbulu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ovarium berada di bagian bawah, dan tangkai buahnya ramping, panjangnya 2-6,5 mm, ditutupi dengan rambut-rambut halus berwarna putih terang, dan memiliki sambungan di persimpangan dengan ovarium. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-42.jpg\" alt=\"Cornus alba\" class=\"wp-image-11567\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-42.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-42-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-42-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-42-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buah berbiji berbentuk lonjong panjang, agak pipih, panjang sekitar 8 mm, diameter 5,5-6 mm, berwarna putih susu atau biru-putih saat matang, dengan putik yang keras. Kacang berbentuk tepi, pipih samping, agak runcing di kedua ujungnya, panjang 5 mm, lebar 3 mm, dengan 3 urat di setiap sisinya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tangkai buahnya ramping dan silindris, panjangnya 3-6 mm, dengan bulu-bulu halus yang tumbuh jarang. Bunga mekar dari bulan Juni hingga Juli, dan buah matang dari bulan Agustus hingga Oktober.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">II. Lingkungan Pertumbuhan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tumbuhan ini tumbuh subur di hutan campuran atau hutan campuran jenis konifera dan hutan berdaun lebar pada ketinggian 600-1700 meter (hingga 2700 meter di provinsi Gansu).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pohon Redwood lebih menyukai lingkungan yang hangat dan lembab dan tumbuh subur pada suhu 22-30 derajat Celcius dengan sinar matahari yang melimpah. Mereka tumbuh dengan cepat dalam kondisi yang dikeringkan dengan baik, kaya nutrisi, dan menikmati lingkungan yang subur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhatian harus diberikan pada drainase di musim panas, sementara di sebagian wilayah utara, mungkin rentan terhadap kerusakan akibat embun beku di musim dingin.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">III. Jangkauan Distribusi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6-26.jpg\" alt=\"Cornus alba\" class=\"wp-image-11568\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6-26.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6-26-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6-26-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/6-26-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka ditemukan di Korea Utara, Uni Soviet, dan bagian lain di Eropa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">IV. Pertumbuhan dan Reproduksi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan dapat dilakukan dengan menabur, memotong, atau melapisi. Untuk penaburan, benih harus disemai di musim semi setelah penyimpanan pasir. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek dapat diambil dari cabang berumur satu tahun, disimpan di pasir selama musim gugur dan musim dingin, dan ditanam dari bulan Maret hingga April tahun berikutnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelapisan dapat dilakukan pada bulan Mei dengan mengikat cabang dan menguburnya di dalam tanah, kemudian memisahkannya dari tanaman induk untuk dipindahkan pada musim semi berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">V. Pengendalian Hama dan Penyakit<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mencegah penyakit bercak daun, tanaman tidak boleh ditanam terlalu rapat, dan pemangkasan harus dilakukan untuk memfasilitasi ventilasi dan penetrasi cahaya. Penyiraman idealnya dilakukan di pagi hari pada hari-hari cerah tanpa membasahi daun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyemprotan dengan pengenceran 1000 kali lipat dari 70% methyl tobujin wettable powder, atau pengenceran 250-300 kali lipat dari 25% carbendazim wettable powder, atau pengenceran 700-800 kali lipat dari 75% chlorothalonil wettable powder dapat digunakan sebagai tindakan pencegahan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semprotkan setiap 10 hari sekali. Jika penyakitnya parah, semprotkan dengan pengenceran 600-800 kali lipat dari 65% zinc dimethyldithiocarbamate, atau pengenceran 1000 kali lipat dari 50% carbendazim untuk mengendalikan penyebaran dan perluasan penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengendalikan embun tepung, semprotkan dengan pengenceran 200 kali lipat dari campuran Bordeaux atau pengenceran 800 kali lipat dari chlorothalonil. Setelah penyakit ini muncul, selain membuang daun yang sakit, semprotan campuran belerang kapur 0,3-0,5 derajat juga diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengendalikan kutu daun, semprotkan dengan pengenceran 2000 kali lipat dari bubuk imidakloprid yang dapat dibasahi 50%, atau pengenceran 1500 kali lipat dari emulsi imidakloprid 20%, atau pengenceran 1000-1500 kali lipat dari emulsi imidakloprid 50%, atau pengenceran 2000 kali lipat dari emulsi klorpirifos 50%, atau pengenceran 1000 kali lipat dari emulsi dimetoat 80%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mencegah pembusukan batang, semprotkan dengan campuran belerang 4 hingga 5 derajat pada bulan Maret saat tunas bertunas, dan semprotkan dengan campuran Bordeaux 1:1:200 sebelum musim hujan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VI. Nilai Utama<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai Berkebun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini sering ditanam dalam kelompok di halaman rumput atau diselingi dengan pohon cemara di taman, menciptakan kontras warna merah dan hijau. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang-cabangnya tetap berwarna merah sepanjang tahun, menjadikannya pilihan yang tidak biasa untuk desain lanskap. Bijinya mengandung sekitar 30% minyak, yang dapat digunakan secara industri, dan biasanya dibudidayakan sebagai tanaman hias untuk taman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan Lanskap: Digunakan untuk melihat taman dan penanaman kelompok. Pohon ujung merah memiliki daun musim gugur berwarna merah cerah dan buah kecil berwarna putih bersih. Setelah daunnya berguguran, dahan-dahannya berwarna merah dan cerah seperti karang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah salah satu tanaman langka yang dihargai karena tangkainya dan juga merupakan bahan yang bagus untuk cabang yang dipotong. Tanaman ini sering ditanam berkelompok di halaman rumput atau diselingi dengan pohon cemara di taman, sehingga menghasilkan efek kontras merah dan hijau.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai Obat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi dan Indikasi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini digunakan untuk membersihkan panas dan detoksifikasi, menghentikan diare, dan menghentikan pendarahan. Ini terutama digunakan untuk diare yang disebabkan oleh panas lembab, nefritis, nyeri sendi rematik, mata merah dan bengkak, otitis media, hemoptisis, dan darah dalam tinja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cita Rasa dan Alam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasanya pahit dan sedikit sepat, dan sifatnya dingin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan dan Dosis<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk penggunaan internal: rebusan, 6-9g. Untuk penggunaan luar: jumlah yang sesuai, rebusan untuk mencuci, atau ditumbuk menjadi bubuk untuk ditaburkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panen dan Penyimpanan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka dapat dipanen sepanjang tahun dan perlu dipotong menjadi beberapa bagian dan dikeringkan di bawah sinar matahari.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Cornus alba is a deciduous shrub from the Cornaceae family, growing up to 3 meters tall. Its bark is purplish-red, young twigs are covered with pale white short soft hairs, which gradually shed and are replaced by a waxy white powder. The older branches are red and white, dotted with gray-white round lenticels and [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11570,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-10919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10919"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10919\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}