{"id":10819,"date":"2023-09-11T23:02:58","date_gmt":"2023-09-11T15:02:58","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=10819"},"modified":"2023-09-11T23:02:58","modified_gmt":"2023-09-11T15:02:58","slug":"hemerocallis-fulva","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/hemerocallis-fulva\/","title":{"rendered":"Hemerocallis Fulva: Bunga Lupa Aku Tidak Lupa"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Daylily, juga dikenal sebagai Forget-Me-Not, Golden Needle, Deer Onion, dan River Grass Flower, termasuk dalam keluarga lily dan genus Daylily. Ini adalah tanaman herba abadi yang dihargai oleh para pecinta dan masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun-daun Daylily muncul dari pangkalnya, dan bunganya tumbuh di bagian atas, dengan kelopak bunga yang sedikit melengkung ke luar dan terkulai. Bunga ini biasanya mekar pada musim panas, sekitar bulan Mei hingga Juli, biasanya dalam nuansa oranye dan merah-oranye. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di taman-taman selatan, halaman, dan lembah pegunungan, kita sering dapat melihat kelompok bunga Daylili, dengan daun-daunnya yang hijau dan bunga-bunga kuningnya yang hidup, menyajikan pemandangan yang elegan dan menyenangkan yang membuat kita lupa akan kekhawatiran kita.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Pengantar Dasar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-70.jpg\" alt=\"Hemerocallis fulva\" class=\"wp-image-11611\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-70.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-70-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-70-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-70-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daylily, yang secara ilmiah dikenal sebagai Hemerocallis fulva, adalah tanaman herba abadi dari keluarga lily. Tanaman ini memiliki rimpang pendek dan akar berdaging berbentuk gelendong yang tebal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada banyak nama alternatif untuk tanaman ini, termasuk \"Jarum Emas\", \"Forget-Me-Not\", \"Cocok untuk Pria\", \"Menyembuhkan Kesedihan\", \"Panah Rusa\", dll. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika dikonsumsi, sering disebut \"Jarum Emas\". Daunnya berbentuk pipih dan panjang, serta mengandung sedikit racun dari rimpang, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi secara langsung. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya berbentuk tabung, mirip dengan bunga bakung, dengan tangkai hijau panjang yang bertunas selama periode mekar. Tanaman ini menghasilkan biji bersayap. Tanaman ini umumnya dibudidayakan di seluruh negeri, dan dapat ditemukan tumbuh liar di provinsi-provinsi di selatan Pegunungan Qinling.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun bunga Daylili berasal dari Cina, namun perkembangannya terbatas dalam waktu yang lama. Setelah tahun 1930-an, beberapa kebun raya dan penggemar hortikultura di Amerika mengumpulkan tanaman Daylily dari Cina dan Jepang untuk dikembangbiakkan secara hibrida. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang, ada lebih dari sepuluh ribu varietas, menjadi bunga hias dan bunga potong yang penting. Bunga ini juga merupakan jenis yang paling beragam dalam keluarga bunga bakung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">II. Apa saja varietas bunga daylili yang berbeda?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-57.jpg\" alt=\"Hemerocallis fulva\" class=\"wp-image-11613\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-57.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-57-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-57-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-57-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa varietas bunga daylili, termasuk daylili kuning, bunga kuning, daylili besar, dan banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Daylily Kuning<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Juga dikenal sebagai sayuran jarum emas, daylily kuning memiliki daun berwarna hijau tua, panjang dan tipis, biasanya berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya mekar dalam bentuk corong, menampilkan warna kuning keemasan. Tangkainya memiliki panjang sekitar 9 sentimeter, dan kuncupnya dapat dimakan dan dikenal sebagai bunga kuning.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bunga Kuning<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Varietas daylily ini memiliki daun yang lebih lebar, biasanya sekitar 75 sentimeter. Perbungaannya dapat menghasilkan hingga 30 bunga berwarna-warni, dengan daun bagian bawah berbentuk segitiga. Varietas ini sangat hias dan dibudidayakan di seluruh Cina, yang juga merupakan tanah asalnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bunga Daylily Pecahan Besar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Varietas daylily ini memiliki daun yang panjangnya berkisar antara 30 hingga 45 sentimeter. Perbungaannya menghasilkan 2 sampai 4 kuntum bunga berwarna kuning dan harum. Panjang kelopaknya antara 8 hingga 10 sentimeter. Bunga daylili besar mekar secara massal di bulan Juli, menghadirkan pemandangan yang spektakuler.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tong's Daylily<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-116.jpg\" alt=\"Hemerocallis fulva\" class=\"wp-image-11614\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-116.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-116-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-116-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-116-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dari varietas lainnya, daylily Tong mekar menjadi bunga berbentuk corong pendek berwarna kuning aprikot dengan aroma yang kaya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tangkai bunganya setinggi sekitar 120 sentimeter, dengan sekitar 12 kuntum bunga di ujungnya. Varietas hias ini cocok untuk ditanam di halaman dan memberikan efek dekoratif yang sangat baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Z300 Daylily<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga daylily Z300 biasanya memiliki tinggi 30 hingga 35 sentimeter, mekar dari bulan Mei hingga Oktober dengan warna merah cerah. Varietas yang kuat ini beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah dan memiliki ketahanan terhadap penyakit dan hama. Ia dapat bertahan hidup bahkan pada suhu musim dingin -30\u00b0C, menjadikannya varietas daylily yang sangat baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Daylily Oranye<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga daylily oranye mekar menjadi bunga oranye dari bulan Mei hingga Oktober. Tanaman ini biasanya memiliki tinggi 30 hingga 35 sentimeter. Tanaman yang menyukai cahaya ini membutuhkan pencahayaan yang baik untuk budidaya. Tanah yang bertekstur longgar dan beraerasi baik disarankan untuk pertumbuhan sistem akarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bunga Kuning Kecil<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-46.jpg\" alt=\"Hemerocallis fulva\" class=\"wp-image-11615\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-46.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-46-300x200.jpg 300w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-46-150x100.jpg 150w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-46-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Varietas bunga daylily kuning kecil memiliki sistem perakaran yang tipis dan biasanya tumbuh di padang rumput atau lereng di bawah ketinggian 2.300 meter. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga ini biasanya mekar 1 sampai 2 kuntum di ujungnya, jarang ada yang sampai 3 kuntum, dan bunganya berwarna kuning muda dan sangat cerah. Bunga ini umumnya ditemukan di Mongolia Dalam bagian timur, Shaanxi, dan Gansu bagian timur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Haier Van Daylily<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga daylily Haier Van, yang berasal dari Belanda, diperkenalkan oleh Kebun Raya Beijing. Tingginya mencapai sekitar 30 cm, dengan kelopak bunga berdiameter sekitar 10 cm. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga ini dapat mekar 7 hingga 8 kuntum di ujungnya, dengan ujung kelopak bunga yang sedikit melengkung ke luar. Bunganya sangat indah, sering digunakan di taman dan berbagai jenis hamparan bunga untuk tujuan estetika.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Daylily Bajak Laut Merah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daylily Bajak Laut Merah, seperti namanya, memiliki bunga berwarna merah. Seluruh tanaman tidak berbulu, dan rimpangnya relatif pendek. Periode berbunga daylily Bajak Laut Merah adalah dari Mei hingga Oktober. Varietas ini, dengan periode pembungaan yang panjang, umumnya dapat mekar 10 hingga 15 kuntum di ujungnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">III. Pertumbuhan dan Distribusi<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Habitat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini kuat, tahan dingin, dan dapat melewati musim dingin di luar ruangan di Cina utara. Tanaman ini mudah beradaptasi, lebih menyukai kondisi lembab tetapi juga toleran terhadap kekeringan, dan tumbuh subur di bawah sinar matahari dan teduh parsial. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia tidak pilih-pilih tanah, tetapi lebih menyukai tanah yang kaya humus dan lembab dengan drainase yang baik. Dapat tumbuh pada ketinggian 300 hingga 2.500 meter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jangkauan Distribusi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman ini berasal dari Tiongkok, Siberia, Jepang, dan Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">IV. Morfologi dan Karakteristik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman tahunan ini memiliki rimpang yang pendek dan tebal serta akar serabut yang berdaging, yang sebagian besar membengkak menjadi bentuk gelendong yang sempit. Daun terbentuk di pangkalnya, berbentuk lanset linier, panjang 30 hingga 60cm dan lebar sekitar 2,5cm, dengan bagian bawahnya dilapisi bubuk putih. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di musim panas, ia menghasilkan bunga oranye besar di tangkai yang lebih tinggi dari daun, mencapai lebih dari 1m; perbungaannya terminal dan kerucut, dengan 6 hingga 12 bunga, masing-masing pada tangkai sepanjang sekitar 1cm, dengan daun lanset kecil; bunganya berukuran 7 hingga 12cm, pangkal perianth pendek dan berbentuk corong, mencapai 2.5cm, perianth terdiri dari 6 buah, menyebar ke luar dan melengkung ke belakang, 3 buah bagian luar memiliki lebar 1 sampai 2cm, 3 buah bagian dalam mencapai lebar 2.5cm, dengan tepi agak bergelombang; ada 6 benang sari, filamennya panjang, menempel di tenggorokan perianth; ovariumnya lebih unggul, dengan gaya ramping.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">V. Metode Budidaya Bunga Daylily dan Hal-hal yang Perlu Diperhatikan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cara Menanam Daylily<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga daylili adalah tanaman yang kuat dan mudah beradaptasi, tidak terlalu menyukai tanah. Mereka dapat tumbuh di tanah yang kering, lembab, dan tandus, tetapi mungkin tidak berkembang dengan baik dan menghasilkan bunga yang kecil dan sedikit. Mereka lebih menyukai tanah yang kaya humus dan lembab dengan drainase yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Cahaya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga daylili menyukai cahaya dan mentolerir semi teduh. Untuk tanaman dalam pot, selain membutuhkan naungan di musim panas, mereka juga bisa terkena sinar matahari penuh di musim lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cahaya yang cukup membantu tanaman mengakumulasi nutrisi untuk pertumbuhan dan pembungaan di masa depan. Untuk penanaman di tanah, bunga daylili dapat ditanam di area yang teduh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Suhu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suhu yang paling sesuai untuk pertumbuhan bunga daylili adalah antara 15 dan 25\u2103. Di musim dingin, bunga daylili dalam pot bisa dipindahkan ke dalam ruangan untuk perawatan. Jika suhu pemanasan dalam ruangan tinggi, bunga daylili masih bisa tumbuh dengan lambat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak perlu khawatir dengan bunga daylili yang ditanam di tanah pada musim dingin, sistem akarnya tidak akan membeku dan dapat tumbuh kembali pada musim semi berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penyiraman<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Musim semi dan musim gugur adalah musim puncak pertumbuhan bunga daylily. Jaga agar tanah pot tetap lembab dan siram secara menyeluruh saat permukaan tanah berubah menjadi putih dan kering. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di musim panas, saat suhu tinggi, sering-seringlah menyemprotkan air di sekitar tanaman untuk meningkatkan kelembapan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada musim dingin, saat suhu rendah, Anda bisa merasakan beratnya tanah pot, dan menyiramnya secara menyeluruh saat terasa jauh lebih ringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pupuk<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat menanam bunga daylili, Anda dapat mencampurkan pupuk dasar, seperti kotoran ayam dan pupuk kandang, ke dalam tanah di bagian bawah pot. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama periode pertumbuhan bunga daylili yang subur di musim semi, Anda bisa memberikan pupuk cair yang seimbang dengan nitrogen, fosfor dan kalium. Selama periode pembentukan kuncup bunga daylili, Anda bisa memberikan pupuk fosfor dan kalium untuk mendorong pembungaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penutup Tanah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga daylili yang ditanam di tanah, cenderung dibiarkan tumbuh secara alami. Pada musim gugur, saat suhu berangsur-angsur menurun, daun bunga daylili di tanah akan layu satu demi satu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun demikian, sistem akar bunga daylili tidak akan membeku, dan bisa bertunas lagi pada musim semi berikutnya. Sistem akar bunga daylili tumbuh subur dan bergerak ke permukaan tanah setiap tahun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, pada setiap pergantian musim gugur dan musim dingin, bunga daylili harus ditutup dengan lapisan tanah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tindakan Pencegahan Budidaya<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sebelum penanaman, sebaiknya tanah didisinfeksi untuk menghilangkan potensi bakteri atau telur serangga. Hal ini dapat dilakukan dengan mengairi dengan kalium permanganat atau mengekspos tanah ke sinar matahari.<\/li>\n\n\n\n<li>Hindari genangan air pada tanah saat menyiram. Perhatikan kelembapan tanah selama musim hujan.<\/li>\n\n\n\n<li>Saat membuat pot, tambahkan pupuk kandang secukupnya. Pada musim semi dan musim gugur, berikan pupuk cair yang diencerkan sebulan sekali. Tanaman ini tidak membutuhkan nutrisi dalam jumlah besar. Berhati-hatilah untuk mengaplikasikannya dalam jumlah kecil karena pemupukan yang berlebihan dapat merusak tanaman.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VI. Metode Perbanyakan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan terutama dengan pembelahan. Gunakan penyemaian untuk pembibitan. Pembelahan harus dilakukan setelah daun layu atau sebelum tunas musim semi. Gali batang bawah, potong akar mati dan akar serabut yang berlebihan, lalu belah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah membelah, bisa dilakukan lagi setelah 4 sampai 5 tahun. Bibit yang telah dibagi bisa mekar dalam tahun yang sama. Dianjurkan untuk menabur benih pada musim gugur, dan bibit biasanya muncul sekitar 4 minggu setelah disemai. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika benih yang dipanen pada musim panas dan musim gugur segera disemai, bibit akan muncul dalam waktu sekitar 20 hari. Bibit yang ditanam dari biji akan mekar setelah 2 tahun penanaman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VII. Pengendalian Penyakit dan Hama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyakit umum pada bunga daylili termasuk bercak daun, layu daun, karat, antraknosa, dan layu batang. Hama utama adalah tungau laba-laba merah, kutu daun, thrips, dan lalat pemakan daun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mencegah dan mengendalikan penyakit dan hama: Mulailah dengan pencegahan pertanian. Setelah bunga daylili dipanen, bagian yang berada di atas tanah akan segera mati. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Potong dan singkirkan dari ladang untuk mengurangi sumber bakteri dan serangga. Beri pupuk dan tanamlah bunga daylili di musim dingin untuk meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Perbarui dan segarkan tanaman tua secara tepat waktu, dan pilihlah varietas yang tahan terhadap penyakit. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan pestisida pada waktu yang tepat. Gunakan larutan fungisida Daconil 75% yang diencerkan 800 kali untuk pengendalian penyakit, dan larutan insektisida Imidacloprid yang diencerkan 3000 kali untuk pengendalian hama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VIII. Nilai dan Lainnya<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Manfaat dan Penggunaan Hemerocallis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Obat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi utama: Memiliki sifat membersihkan panas, diuretik, mendinginkan darah, dan hemostatik. Digunakan untuk mengobati gondongan, penyakit kuning, sistitis, hematuria, masalah kemih, kekurangan ASI, gangguan menstruasi, mimisan, dan pendarahan dubur. Digunakan secara eksternal untuk mengobati mastitis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melancarkan buang air kecil dan mendinginkan darah. Ini digunakan untuk mengobati edema, masalah kemih, gonore, leukore, penyakit kuning, mimisan, perdarahan dubur, perdarahan rahim, dan abses payudara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Toksisitas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akar hemerocallis sangat beracun bagi inang, menyebabkan perubahan patologis pada tikus, terutama bermanifestasi sebagai pelunakan dan hilangnya selubung mielin di otak, sumsum tulang belakang, dan serabut saraf optik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi abu-abu pada umumnya tidak terlalu terpengaruh. Selain itu, terdapat berbagai tingkat kekeruhan pada sel hati dan ginjal, serta kemacetan atau perdarahan yang tidak merata di paru-paru. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gejala keracunan pada kelinci dan anjing meliputi pupil mata yang membesar, hilangnya refleks cahaya, kebutaan, kelumpuhan tungkai belakang, dan retensi urin yang menyebabkan kematian. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kelinci diracuni oleh akar Hemerocallis, proteinuria terjadi, tetapi tanpa bilirubin, transaminase serum normal, yang menunjukkan bahwa ginjal sebagian besar rusak, tetapi tidak pada hati. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metabolisme glukosa yang tidak normal dapat dilihat dari adanya glukosuria dan penurunan toleransi glukosa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Toksisitas Hemerocallis terutama terkonsentrasi pada akar, dan toksisitasnya sangat bervariasi, tergantung pada tempat asalnya. Pemanasan di atas 60\u00b0C dapat mengurangi atau bahkan menghancurkan toksisitasnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akar Hemerocallis memiliki efek akumulasi yang kuat di dalam tubuh. Hewan yang terinfeksi schistosomiasis memiliki toleransi yang lebih rendah terhadap akar Hemerocallis dibandingkan hewan yang tidak terinfeksi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perendaman dalam air beras tidak mengurangi toksisitas obat, tetapi Coptis chinensis dan Phellodendron amurense dapat menetralisir sebagian toksisitasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Hias<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya cerah dan mudah dibudidayakan, dengan perkecambahan awal musim semi dan kelompok daun hijau yang sangat indah. Ini sering ditanam dalam kelompok di taman atau di sepanjang tepi jalan. Hemerocallis toleran terhadap semi-teduh dan dapat digunakan sebagai penutup tanah di hutan yang jarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Lainnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum munculnya pewarna kimia modern, Hemerocallis adalah pewarna yang umum digunakan. Selain itu, Hemerocallis sangat peka terhadap fluorin. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika udara tercemar oleh fluor, ujung daun Hemerocallis berubah menjadi coklat kemerahan, sehingga sering digunakan sebagai tanaman indikator untuk memantau apakah lingkungan tercemar oleh fluor.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kultur Tanaman<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bunga Induk Cina<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jauh sebelum anyelir menjadi simbol cinta kasih ibu, ada bunga ibu di negara kita, yaitu bunga Hemerocallis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hemerocallis <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/bahasa-bunga\/\"   title=\"Bahasa Bunga\" data-wpil-keyword-link=\"linked\">Bahasa Bunga<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahasa bunga Hemerocallis sangat kaya. Salah satu bahasa bunga adalah kelupaan akan cinta, yang menyiratkan melupakan emosi dan perasaan sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahasa bunga lainnya adalah emosi yang tersembunyi, menyiratkan tidak mudah mengungkapkan emosi seseorang. Hemerocallis juga dikenal sebagai rumput lupakan aku, yang bahasa bunganya adalah melepaskan kekhawatiran, menyiratkan melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan dan tidak menyenangkan sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hemerocallis adalah bunga ibu di Tiongkok, yang memiliki makna \"Aku akan selalu mencintaimu, ibu,\" yang melambangkan cinta kasih ibu yang luar biasa.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Daylily, also known as Forget-Me-Not, Golden Needle, Deer Onion, and River Grass Flower, belongs to the lily family and the Daylily genus. It is a perennial herbaceous plant that is appreciated by both connoisseurs and the public. The leaves of the Daylily spring from the base, and the flowers grow at the top, with [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11610,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-10819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10819"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10819\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11610"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}