{"id":10434,"date":"2023-09-12T16:35:03","date_gmt":"2023-09-12T08:35:03","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=10434"},"modified":"2023-09-14T17:51:16","modified_gmt":"2023-09-14T09:51:16","slug":"camellia-nitidissima","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/camellia-nitidissima\/","title":{"rendered":"Camellia nitidissima emas: Emas yang Mempesona dari Alam"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Camellia nitidissima termasuk dalam keluarga dan genus teh. Bunganya berwarna kuning keemasan, sangat cerah, seolah-olah dilapisi lapisan lilin, berkilau dan berminyak, memberikan kesan semi transparan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Camelia Emas mekar secara individual di ketiak daun dengan bunga berbentuk cangkir, pot, atau mangkuk. Bunga-bunga ini berwarna-warni menawan, elegan, dan memiliki nilai hias yang tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Golden Camelia tumbuh subur di iklim hangat dan lembab, lebih menyukai tanah asam yang dikeringkan dengan baik, toleran terhadap kekeringan, dan menikmati kesuburan, mereka juga memiliki ketahanan terhadap banjir yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Pengantar Dasar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/flowerslib.com\/id\/varietas-teh-bunga-emas\/\"   title=\"Teh Bunga Emas\" data-wpil-keyword-link=\"linked\">Teh Bunga Emas<\/a> termasuk dalam keluarga dan genus Camellia, menjadikannya saudara kembar dari teh, kamelia, kamelia selatan, teh minyak, dan kamelia teh. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-89.jpg\" alt=\"Camellia nitidissima\" class=\"wp-image-11839\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-89.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-89-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-89-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-89-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga Teh Bunga Emas berwarna kuning keemasan yang mempesona, seolah-olah dilapisi dengan lapisan lilin, mengkilap dan berminyak, memberikan kesan semi transparan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teh Bunga Emas mekar secara individual di ketiak daun, menyajikan bunga berbentuk cangkir, pot, atau mangkuk, yang sangat beragam dan sangat indah. Di masa lalu, orang tidak pernah melihat variasi warna keemasan ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">II. Pertumbuhan dan Distribusi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Distribusi: Camelia Emas adalah tanaman kuno yang sangat langka dengan distribusi yang sangat sempit. Tumbuh di bawah 700 meter di atas permukaan laut, dan paling sering ditemukan antara 200 dan 500 meter. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dapat ditemukan di dekat perbukitan tepi pantai dekat Sungai Dawang di Kabupaten Fangcheng. Distribusi vertikalnya mencapai hingga 890 meter, seperti di pegunungan Kabupaten Ningming. Namun, tanaman ini sangat langka, menjadikannya tanaman yang berharga di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebiasaan: Camelia Emas menyukai iklim yang hangat dan lembab serta lebih menyukai tanah asam yang dikeringkan dengan baik. Ia menyukai keteduhan selama tahap pembibitan dan menikmati sinar matahari saat berbunga. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dapat tumbuh di tanah yang sedikit asam hingga netral, dan tahan terhadap kekeringan serta menyukai kesuburan. Tanaman ini memiliki ketahanan yang kuat terhadap banjir.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">III. Morfologi dan Karakteristik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-146.jpg\" alt=\"Camellia nitidissima\" class=\"wp-image-11840\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-146.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-146-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-146-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-146-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semak ini tumbuh setinggi 2-3 meter, dengan cabang muda yang tidak berbulu. Daunnya kasar, lonjong atau lanset, atau lanset terbalik, dengan panjang 11-16 cm dan lebar 2,5-4,5 cm. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ujungnya berbentuk ekor dan berangsur-angsur runcing, pangkalnya berbentuk baji, sisi atas berwarna hijau tua, mengkilap, tidak berbulu, sisi bawah berwarna hijau muda, tidak berbulu, dengan kelenjar hitam. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pinggirannya memiliki gerigi halus, dengan 1-2 mm di antara setiap gigi, dan tangkai daun memiliki panjang 7-11 mm dan tidak berbulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya berwarna kuning, ketiak, soliter, dengan tangkai sepanjang 7-10 mm; ada 5 bracts, tersebar, bulat telur lebar, panjang 2-3 mm, lebar 3-5 mm, persisten; sepal ada 5, lonjong sampai bulat, panjang 4-8 mm, lebar 7-8 mm, agak menyambung di pangkal, membulat di ujung, sedikit berbulu di bagian belakang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada 8-12 kelopak bunga, hampir bulat, panjang 1,5-3 cm, lebar 1,2-2 cm, sedikit menyambung di bagian pangkal, dengan silia di bagian tepi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Benang sari tersusun dalam 4 baris, baris luar sedikit berhubungan dengan kelopak bunga, filamen hampir bebas atau sedikit menyatu, tidak berbulu, panjang 1,2 cm; ovarium tidak berbulu, dengan 3-4 lokus, putik 3-4, tidak berbulu, panjang 1,8 cm.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-152.jpg\" alt=\"Camellia nitidissima\" class=\"wp-image-11842\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-152.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-152-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-152-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-152-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buahnya berbentuk bulat segitiga pipih, panjang 3,5 cm, lebar 4,5 cm, 3 katup, tebal katup 4-7 mm, sumbu 3-4 bersudut, ujungnya 3-4 terbelah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tangkai buahnya sepanjang 1 cm, dengan bracts dan sepal yang persisten; ada 6-8 biji, dengan panjang sekitar 2 cm. Periode berbunga dari November hingga Desember.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">IV. Metode Budidaya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciptakan lingkungan yang cocok untuk budidaya Camellia chrysantha, yang tumbuh subur di area semi teduh, sejuk, dan lembap. Pastikan ventilasi yang teratur, terutama di bagian utara. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain ketel uap dan radiator untuk pemanasan di rumah kaca kaca, pasang mesin fogging buatan sendiri dan kipas ventilasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan tanah jarum pinus yang disiapkan secara proporsional, secara bertahap menghilangkan \"lumpur kuning\" yang dibawa dari selatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Air yang digunakan untuk menyiram tanaman harus mengandung 1% Ferrous Sulphate setiap kali, untuk mempertahankan keasaman yang lemah secara konstan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain memastikan ventilasi yang baik, lakukan \"olahraga\" tanaman secara berkala. Tiupkan angin setiap dua minggu sekali, untuk memastikan kekuatan angin merata. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan metabolisme yang seimbang dan pertumbuhan normal melalui \"olahraga\".<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kendalikan suhu, pertahankan perbedaan antara 7\u2103 hingga 10\u2103. Apabila suhu ruang bawah tanah mencapai 20\u2103, turunkan kain peneduh setelah empat atau lima jam, dan segera beri ventilasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pupuk dengan salah satu dari dua metode: susu asam yang diencerkan, yang dapat digunakan secara langsung tanpa fermentasi, atau secara tradisional, air dari bungkil kedelai yang difermentasi. Lakukan pemupukan sebulan sekali.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">V. Metode Perbanyakan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cara memperbanyak Camellia chrysantha<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perbanyakan benih:<\/strong> Buah Camellia chrysantha umumnya matang pada pertengahan Oktober, retak pada akhir Oktober, dan tidak memiliki masa dormansi setelah pematangan biji. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penaburan musim gugur cocok untuk perbanyakan benih. Pada pertengahan Oktober, letakkan buah yang telah dipanen di area dalam ruangan yang berventilasi untuk dikeringkan di tempat teduh. Saat buah pecah dan bijinya terlihat, segera taburkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tidak dapat menabur di musim gugur, simpan benih di pasir yang lembab untuk disemai di musim semi pada bulan Februari tahun berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Memotong propagasi:<\/strong> Periode yang cocok untuk perbanyakan stek Camellia chrysantha adalah dari bulan April hingga awal Mei, atau pada pertengahan hingga akhir September. Pilihlah stek dari mahkota luar dengan jaringan yang lengkap, daun yang utuh, kuncup daun yang penuh, dan tidak ada penyakit atau hama serangga. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stek umumnya memiliki panjang 15 cm, dengan 2 daun di bagian atas dan tumit di bagian pangkal. Setelah merawat cabang dengan IBA 300ppm selama 5 jam, masukkan ke dalam bedengan pembibitan sesuai dengan jarak tanam 10-14 cm x 3-4 cm. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedalaman stek ke dalam tanah sekitar 3 cm. Kunci kelangsungan hidup stek teh adalah menjaga kelembapan yang cukup pada tahap awal penanaman bibit, hindari sinar matahari langsung, dan kendalikan suhu sekitar 25\u2103. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semprotkan air sesering mungkin untuk menutupi bibit dengan lapisan tipis air. Setelah satu bulan, ketika akar baru tumbuh, tingkatkan sinar matahari secara bertahap untuk mempercepat lignifikasi bibit teh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perbanyakan dengan okulasi:<\/strong> Perbanyakan Camellia nitidissima dengan cara okulasi dapat dibagi menjadi okulasi batang bawah yang masih muda dan okulasi cabang yang sudah setengah matang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk pencangkokan batang bawah anakan, batang bawah dapat berupa kamelia kelopak tunggal atau kamelia teh minyak. Benih batang bawah pertama-tama disemai di hamparan pasir, dan ketika bibit tumbuh sekitar 4-5 cm, mereka dapat dicangkok. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mencangkok, cabut bibit batang bawah, bersihkan partikel pasir, dan potong pendek sekitar 1-1,5 cm di atas kotiledon, potong juga ujung akarnya, sehingga total panjangnya sekitar 6-7 cm. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilih cabang semi-kayu yang sehat sebagai batang atas, potong menjadi bentuk baji, dan jaga agar tetap lembab dengan handuk basah. Selama penyambungan, belah batang tunas di sepanjang garis kotiledon, dengan kedalaman yang konsisten dengan permukaan miring yang dipotong dari batang atas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masukkan batang atas yang telah disiapkan dengan cepat ke dalam belahan batang bawah, sejajarkan kambium keduanya, dan kencangkan dengan erat dengan strip film plastik. Kemudian tanam bibit hasil cangkokan di tempat persemaian yang subur, gembur, dan berpasir dengan jarak 8\u00d72 cm. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah penanaman, tutup bedengan persemaian dengan film plastik untuk isolasi. Umumnya, permukaan okulasi bibit mulai sembuh dalam 10-15 hari, dan lapisan plastik dapat dilepas pada malam hari setelah sekitar 20-25 hari. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara bertahap tingkatkan ventilasi dan pencahayaan, dan lepaskan semua film setelah tunas baru tumbuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk pencangkokan cabang semi-matang, biasanya digunakan bibit tebal dari kamelia atau teh minyak sebagai batang bawah. Untuk cabang batang bawah dengan diameter lebih dari 1 cm, gunakan metode sambung kulit kayu, yaitu membuat potongan pada bagian yang sesuai dari batang bawah, tarik kulit kayu, tempelkan batang atas pada bagian dalam kulit kayu yang telah ditarik, tarik kulit kayu kembali untuk menutupi batang atas, kencangkan dengan strip plastik, biarkan ujung tunas terbuka, dan tutup dengan kantong plastik untuk mempertahankan kelembaban. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah sekitar satu bulan, ketika batang atas telah menumbuhkan cabang-cabang baru dan secara bertahap menjadi berkayu, lepaskan pengikatnya. Jika ketebalan batang bawah sama dengan batang atas, metode sambung samping veneer cocok digunakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberhasilan pencangkokan cabang semi-matang terutama tergantung pada kontrol suhu bedeng persemaian dan pilihan periode pencangkokan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suhu yang cocok untuk mencangkok adalah 25-30 \u2103, dan waktu terbaik untuk mencangkok adalah dari Mei hingga Agustus, ketika kulit batang bawah mudah dicabut, antarmuka pencangkokan bibit sembuh dengan cepat, dan tingkat kelangsungan hidup tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kultur Jaringan: Kultur embrio, kultur tubuh kotiledon, serta kultur apeks dan kuncup tunggal Camellia nitidissima telah berhasil dilakukan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi tunas dan perakaran bibit tabung reaksi berkaitan dengan posisi bahan, konsentrasi garam anorganik, vitamin, sukrosa, zat pengatur tumbuh, dan cahaya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk kultur embrio, embrio diambil dari buah muda yang belum matang dan dikultur dengan penambahan 0,5-1mg\/L 6-BA, 0,01mg\/L NAA, sukrosa 6-8%, dan kasein terhidrolisis, dan lain-lain, berdasarkan media kultur ER dan MS. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akar muncul dalam waktu sekitar satu minggu, dan setelah dua minggu, sumbu embrionik bagian atas menumbuhkan tunas baru. Untuk kultur tubuh kotiledon, kotiledon Camellia nitidissima merupakan bahan yang baik untuk menginduksi embrio, terutama bagian yang dekat dengan sumbu embrionik bagian bawah, dengan frekuensi induksi yang tinggi yaitu 15-25%. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama proses induksi, kotiledon dipotong menjadi potongan-potongan 0,5 mm dan media kultur induksi adalah 1\/2MS, dengan penambahan 0,2 mg \/ L 6-BA, 0,2 mg \/ L NAA. Tunas adventif dan pseudobulb muncul selama proses induksi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pseudobulb memiliki kemampuan yang kuat untuk membelah diri, dan dengan menggunakan pseudobulb, embrio, tunas adventif, dan pseudobulb dapat diinduksi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk kultur pucuk dan tunas tunggal, kultur pucuk dan tunas tunggal merupakan cara yang penting untuk perbanyakan Camellia nitidissima secara cepat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahannya mudah didapat, memiliki tingkat multiplikasi yang tinggi, dan genetiknya stabil. Eksplan diambil dari apeks muda yang masih muda dan tunas tunggal pada tahun yang sama, dan media kulturnya adalah MS, dengan penambahan 6-BA atau KT. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian menunjukkan bahwa jumlah penggandaan apeks dan tunas tunggal meningkat dengan meningkatnya konsentrasi 6-BA, tetapi ketika konsentrasi 6-BA mencapai 5,0 mg\/L, tingkat bibit yang cacat tinggi dan pertumbuhannya buruk. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kombinasi 2.0mg\/L 6-BA dan 0.5mg\/L KT menghasilkan pertumbuhan yang kuat pada bibit tabung reaksi, tingkat kecacatan bibit yang rendah, dan jumlah multiplikasi yang tinggi, menjadikannya rasio pengatur tumbuh yang ideal untuk menginduksi multiplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Manajemen Pembungaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman Teh Bunga Emas biasanya mulai mekar 3 sampai 5 tahun setelah tanam. Biasanya, kuncup kuning muncul antara bulan Juli dan Agustus setiap tahunnya. Selama periode ini, beberapa tunas yang lemah, tunas yang tumbuh ke dalam, tunas yang terlalu lebat, dan tunas yang cacat dapat dihilangkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses ini memusatkan nutrisi tanaman, memungkinkan distribusi bunga yang lebih masuk akal, meningkatkan ukuran mekar, dan memperpanjang periode pembungaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanaman Teh Bunga Emas mekar sepenuhnya pada bulan November dan terus mekar hingga Maret tahun berikutnya, dengan periode puncak pembungaan yang berlangsung selama 1 hingga 2 bulan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VI. Pencegahan Penyakit<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyakit yang umum terjadi pada tanaman Teh Bunga Emas dewasa termasuk antraknosa, jamur jelaga, hawar daun, dan hawar kuncup. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gejala khas antraknosa dimulai dari ujung atau tepi daun, menampilkan bintik-bintik yang tidak beraturan dengan titik-titik hitam yang umum, dan perbedaan yang jelas antara bagian yang sehat dan yang sakit. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Larutan 70% metil tobujin yang diencerkan 800 kali biasanya disemprotkan pada daun pada saat timbulnya penyakit, setiap 5 hingga 7 hari sekali, sebanyak tiga kali, dengan dosis 60 kg per hektar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jamur jelaga bermanifestasi sebagai zat seperti batu bara pada daun, dan penyakit ini juga mempengaruhi cabang dan tunas yang lembut. Pada kasus yang parah, cabang dan daun ditutupi dengan lapisan jelaga hitam, sehingga menghambat fotosintesis normal tanaman. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kutu daun adalah hama utama yang menyebabkan penyakit ini, dan strategi pencegahannya adalah mengendalikan kutu daun dengan menyemprotkan larutan emulsi Leico 50% yang diencerkan 1.000 kali. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hama yang umum pada tanaman Teh Bunga Emas termasuk ulat kuncup teh, penggulung daun, dan ngengat tussock. Kutu daun dan penggulung daun dapat menyebabkan daun tanaman Teh Bunga Emas menggulung dan layu, mencegahnya menyebar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ngengat tussock teh dapat menggigit bagian daun atau memakannya secara keseluruhan, sehingga sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pencegahan dini sangat penting, dan larutan minyak emulsi piretrin yang diencerkan 800 kali dapat disemprotkan untuk pengendalian yang efektif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VII. Nilai dan Lainnya<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai Utama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Obat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teh Bunga Emas tidak beracun, mengandung lebih dari 400 nutrisi, dan tidak memiliki efek samping. Teh ini kaya akan polisakarida teh, polifenol teh, saponin total, flavonoid total, pigmen teh, protein, vitamin B1, B2, C, E, asam folat, asam lemak, B-karoten, dan nutrisi alami lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teh Bunga Emas mengandung puluhan asam amino seperti theanine, serine, serta berbagai elemen seperti germanium organik (Ge), selenium (Se), molibdenum (Mo), seng (Zn), vanadium (V), dan elemen makro seperti kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg) yang berperan penting dalam kesehatan manusia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahan aktif utamanya dan fungsinya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Polisakarida Teh: Teh Golden Flower kaya akan polisakarida, yang secara efektif dapat mengontrol kenaikan gula darah setelah makan, meningkatkan toleransi glukosa, dan memperbaiki gangguan metabolisme lipid, yang menunjukkan efek hipoglikemik yang signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Polifenol Teh: Teh Bunga Emas kaya akan polifenol teh, yang dapat membersihkan radikal bebas, menurunkan kenaikan gula darah DM, sehingga meningkatkan toleransi glukosa dan menstabilkan gula darah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Total Saponin: Kandungan saponin Teh Bunga Emas sebesar 6300mg \/ kg memperkuat jantung, melemaskan pembuluh darah, menahan kelelahan, memperlambat detak jantung, dan memiliki efek tekanan darah bifasik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini meningkatkan biosintesis DNA, protein, dan lipid, memuaskan dahaga, menghasilkan cairan, mengeluarkan nanah dan mengurangi pembengkakan, bermanfaat bagi tenggorokan, mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, dan efek analgesik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Flavonoid Total: Kandungan flavonoid total Teh Bunga Emas adalah 4400mg \/ kg, melebarkan arteri koroner, mengurangi tekanan darah tinggi, meningkatkan kontraksi jantung, mengurangi denyut jantung, memuaskan dahaga, mengubah dahak, memiliki efek anti bakteri dan anti-inflamasi, melawan kerapuhan kapiler dan permeabilitas abnormal, melawan tumor, melindungi hati dan kantong empedu, membersihkan, mengurangi kejang, memiliki efek hormon ovum, mengurangi demam dan rasa sakit, menurunkan kolesterol, dan memiliki efek diuretik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pigmen Teh: Teh Bunga Emas kaya akan pigmen teh, menurunkan gula darah, gula urin, lipid darah, hemoglobin terglikasi, mengurangi resistensi insulin, meningkatkan reologi darah, meredakan gangguan mikrosirkulasi, menurunkan kolesterol dan trigliserida, meningkatkan fungsi lipoprotein densitas tinggi, serta mencegah dan mengobati komplikasi DM - penyakit kardiovaskular dan aterosklerosis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selenium (Se): Teh Bunga Emas mengandung selenium, bahan dalam glutathione sel darah merah manusia. Ini memiliki sifat antioksidan, melindungi membran sel, dan melindungi sistem kardiovaskular. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para ilmuwan Cina juga telah menemukan bahwa selenium adalah obat yang efektif untuk mengobati penyakit Keshan dan penyakit Kashin-Beck. Selain itu, selenium memiliki fungsi detoksifikasi, mengurangi toksisitas aflatoksin B1, mengurangi toksisitas karsinogen kimiawi tertentu, dan mengurangi kerusakan racun pada sel hati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Germanium (Ge): Teh Bunga Emas mengandung germanium, yang dapat mengurangi potensi bioelektrik sel kanker, mengubah kondisi fisiologisnya, menghambat proliferasi dan pertumbuhan sel kanker, dan menginduksi interferon, zat anti-kanker dalam tubuh manusia, untuk mengubah makrofag menjadi sel anti-kanker. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, beberapa orang menggunakan germanium untuk mengobati kanker. Selain itu, germanium memiliki efek yang signifikan pada arteriosklerosis, trombosis serebral, pendarahan otak, penyakit ginjal dan hati, penyakit perut, diabetes, radang sendi, dan neuralgia kronis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seng (Zn): Kandungan seng dalam Golden Flower Tea adalah 283mg \/ kg, sangat tinggi seng. Seng dikaitkan dengan enzim aktif dalam tubuh manusia, seperti karboksipeptidase, enzim kunci yang mendorong hidrolisis protein dalam usus, yang mengandung seng. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Zinc dapat meningkatkan nafsu makan, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan, meningkatkan regenerasi jaringan, meningkatkan fungsi seksual, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, dan melindungi penglihatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vanadium (V): Ini terkait dengan metabolisme lipid dan kolesterol. Ini dapat meningkatkan fungsi hematopoietik dan secara signifikan mengurangi kolesterol plasma. Hewan yang kekurangan V mengalami peningkatan trigliserida serum dan kolesterol. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian telah menunjukkan bahwa total kolesterol serum \u03b2-lipoprotein pada kelompok Teh Bunga Emas secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol hewan berlemak tinggi; total kolesterol serum: kelompok Teh Bunga Emas 35% lebih rendah dari kelompok berlemak tinggi; kelompok Atorvastatin 33.2% lebih rendah dari kelompok tinggi lemak; \u03b2-lipoprotein: kelompok Teh Bunga Emas adalah 36.6% lebih rendah dari kelompok tinggi lemak; kelompok Atorvastatin adalah 23% lebih rendah dari kelompok tinggi lemak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mangan (Mn): Memiliki kandungan yang tinggi, merupakan elemen penting bagi tubuh manusia, berpartisipasi dalam berbagai reaksi yang dikatalisis oleh enzim. Dapat meningkatkan metabolisme lipid pada pasien dengan aterosklerosis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mencegah aterosklerosis. Insiden arteriosklerosis lebih tinggi pada populasi Amerika, dan konsentrasi Mn, Cr, Cu dalam aorta mereka lebih rendah daripada orang Asia dan Afrika dengan tingkat arteriosklerosis dan penyakit jantung koroner yang lebih rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalium (K): Dapat mempertahankan tekanan osmotik intraseluler dan mempertahankan kontraksi jantung yang normal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vitamin B1: Teh Bunga Emas kaya akan Vitamin B1, yang efektif dalam mencegah gangguan metabolisme glukosa dan menjaga fungsi normal sistem saraf, sistem pencernaan, dan jantung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vitamin B2: Vitamin ini berpartisipasi dalam reaksi reduksi oksidasi dalam tubuh manusia, mempertahankan mekanisme normal retina.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vitamin C Teh Bunga Emas kaya akan vitamin C, dapat mempertahankan ketangguhan dan permeabilitas pembuluh darah mikro yang normal, sehingga memungkinkan pasien DM dengan pembuluh darah mikro yang rapuh untuk memulihkan fungsi normalnya melalui minum teh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Vitamin A: Dapat mencegah rabun senja dan katarak, serta memiliki efek anti-kanker.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Efek Teh Bunga Emas:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teh Bunga Emas memiliki efek yang signifikan dalam mengurangi gula darah dan gula urin, dan secara efektif dapat memperbaiki gejala \"tiga puncak\" diabetes. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain secara efektif mengurangi gula darah dan tekanan darah, Teh Bunga Emas dapat secara efektif mengurangi lipid darah, memperbaiki berbagai gejala maladaptasi yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, mengurangi kolesterol serum dan B-lipoprotein, meningkatkan sekresi insulin, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatur aliran darah, mencegah aterosklerosis, antibakteri dan antiinflamasi, menghilangkan panas dan detoksifikasi, melancarkan buang air besar, menghilangkan diuretik dan kelembapan, meningkatkan metabolisme hati, mencegah kanker dan menghambat pertumbuhan tumor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teh Bunga Emas memiliki efek yang unik dan ajaib dalam mengurangi gula darah, tekanan darah, lipid darah, dan kolesterol, dan pada diabetes dan komplikasinya, memainkan peran pengaturan keseimbangan yang sinergis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Hias<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penemuan Teh Bunga Emas mengisi kekosongan karena tidak adanya bunga emas dalam keluarga teh. Daunnya yang berwarna hijau seperti lilin sangat jernih dan bebas debu; kuncupnya bulat dan berwarna-warni; kelopaknya tumpang tindih dan lebat, cerah dan indah, menghiasi daun giok dan cabang giok, anggun dan menawan, kelopak keemasan dan benang sari giok, indah dan enak dipandang, nilai hiasnya tak tertandingi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Penelitian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teh Bunga Emas memiliki DNA genetik warna yang khusus, reproduksinya sulit untuk ditiru. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan teknologi tinggi untuk memecahkan masalah reproduksi cepat berbagai bibit unggul Teh Bunga Emas, untuk menaklukkan tingkat kelangsungan hidupnya yang rendah; untuk menerobos teknologi kunci pertumbuhan lambat dan hasil rendah Teh Bunga Emas, sangat meningkatkan hasil penanaman Teh Bunga Emas dalam skala besar; pengembangan mendalam generasi baru produk kesehatan medis kelas dunia dari Teh Bunga Emas, yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, semuanya memiliki nilai penelitian ilmiah yang penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nilai Ekonomi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nilai ekonomi Teh Bunga Emas sangat tinggi. Pertama, nilai apresiasi bunga yang tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga bonsai Teh Bunga Emas yang tingginya 1 hingga 1,5 meter dan berbentuk bagus adalah 8.000 yuan; harga bonsai yang tingginya sekitar 2 meter berkisar antara 26.000 yuan hingga puluhan ribu yuan; Jepang pernah ingin membeli Teh Bunga Emas Cina seharga 25.000 dolar AS. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, nilai tambah Teh Bunga Emas sangat tinggi. Produk yang dihasilkan oleh industri pengolahan dalam diakui dan disukai oleh konsumen, harganya terus meningkat, terutama harga teh bunga yang cukup besar, dan pasokannya terbatas.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Camellia nitidissima termasuk dalam keluarga dan genus teh. Bunganya berwarna kuning keemasan, sangat cerah, seolah dilapisi lapisan lilin, berkilau dan berminyak, memberikan kesan semi-transparan. Golden Camellia mekar secara individu di ketiak daun dengan bunga berbentuk cangkir, pot, atau mangkuk. Bunganya berwarna-warni dengan menawan, elegan secara halus, dan memiliki [\u2026]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":11838,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-10434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}