{"id":10315,"date":"2024-08-30T16:19:28","date_gmt":"2024-08-30T08:19:28","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=10315"},"modified":"2024-08-30T16:19:30","modified_gmt":"2024-08-30T08:19:30","slug":"prunus-subhirtella","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/prunus-subhirtella\/","title":{"rendered":"Prunus Subhirtella: Panduan Anda untuk \"Bunga Sakura Mawar Oktober\" Merah Muda"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Prunus subhirtella, khususnya kultivar 'Autumnalis Rosea', adalah pohon sakura hias yang sangat berharga dan terkenal karena karakteristik mekarnya yang unik dan keindahannya yang lembut. Hibrida triploid yang berasal dari ceri Higan kecil dan spesies Prunus lainnya ini telah dibudidayakan secara luas sejak akhir zaman Edo di Jepang, dan mendapatkan tempat khusus di kalangan hortikultura.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spesies ini terkenal dengan kebiasaan berbunga dua kali setahun, menghasilkan bunga pada akhir Maret hingga awal April dan sekali lagi dari Oktober hingga Desember. Sifat luar biasa ini telah menyebabkan nama umum \"Ceri Oktober\" untuk varietas berbunga putih dan \"Ceri Mawar Oktober\" untuk bentuk berbunga merah muda, menjadikannya tambahan yang berharga untuk taman yang mencari bunga sepanjang tahun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Pengantar Dasar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prunus subhirtella 'Autumnalis Rosea' adalah hibrida yang kompleks, yang dihasilkan dari persilangan ceri Higan kecil (yang merupakan hibrida dari Prunus incisa dan Prunus pendula) dengan spesies ceri lainnya. Susunan genetiknya berkontribusi pada karakteristiknya yang khas, terutama periode pembungaannya yang diperpanjang dan berulang-ulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kultivar ini termasuk dalam kelompok varietas ceri Higan berbunga ganda yang menunjukkan sifat yang tidak biasa, yaitu mekar secara berselang-seling dari musim gugur hingga musim semi. Bunga musim gugur cenderung lebih kecil, sedangkan bunga musim semi lebih besar dan bertangkai lebih panjang, menciptakan tampilan yang lebih dramatis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">II. Morfologi dan Karakteristik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-191.jpg\" alt=\"Prunus subhirtella\" class=\"wp-image-12146\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-191.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-191-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-191-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-191-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kebiasaan Pertumbuhan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pohon kecil yang meranggas<\/li>\n\n\n\n<li>Tinggi: 6-10 meter (20-33 kaki)<\/li>\n\n\n\n<li>Bentuk: Bentuk seperti vas dengan cabang-cabang yang menyebar<\/li>\n\n\n\n<li>Kulit kayu: Halus, abu-abu kecokelatan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dedaunan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Daun: Gugur, panjang 3,5-5,5 cm, lebar 2-2,5 cm<\/li>\n\n\n\n<li>Bentuk: Lonjong memanjang hingga bulat telur<\/li>\n\n\n\n<li>Puncak: Meruncing secara bertahap<\/li>\n\n\n\n<li>Dasar: Tumpul<\/li>\n\n\n\n<li>Margin: Bergerigi ganda atau bergerigi tunggal yang tajam<\/li>\n\n\n\n<li>Tekstur: Puber, dengan rambut yang lebih lebat di sepanjang urat di bagian bawah<\/li>\n\n\n\n<li>Tangkai daun: panjang 1 cm, puber padat<\/li>\n\n\n\n<li>Nektar: Dua kelenjar bertangkai pendek di pangkal daun<\/li>\n\n\n\n<li>Ketentuan: Linier<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-120.jpg\" alt=\"Prunus subhirtella\" class=\"wp-image-12147\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-120.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-120-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-120-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-120-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bunga<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Perbungaan: Kelompok seperti umbel<\/li>\n\n\n\n<li>Pedicel: Puber dengan rambut yang menghadap ke atas<\/li>\n\n\n\n<li>Kelopak: Berbentuk guci dengan sedikit penyempitan di bagian atas<\/li>\n\n\n\n<li>Lobus kelopak: Bergerigi atau bersilia di bagian bawah, puber di bagian luar<\/li>\n\n\n\n<li>Kelopak bunga: 10-16, lonjong-linier, merah muda pucat hingga putih<\/li>\n\n\n\n<li>Kelopak bagian dalam: Seringkali dengan sisa-sisa antera tunggal (benang sari petaloid)<\/li>\n\n\n\n<li>Benang sari: 40-60<\/li>\n\n\n\n<li>Putik: Lebih panjang dari benang sari<\/li>\n\n\n\n<li>Gaya: Gundul di bagian atas, puber di bagian bawah dan puncak ovarium<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik Pembungaan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Periode mekar: Dua tahunan - akhir Maret hingga awal April dan Oktober hingga Desember<\/li>\n\n\n\n<li>Ukuran bunga: Sedang<\/li>\n\n\n\n<li>Jenis: Berbunga ganda<\/li>\n\n\n\n<li>Warna: Merah muda pucat ('Autumnalis Rosea') atau putih ('Autumnalis')<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Signifikansi Budaya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prunus subhirtella 'Autumnalis Rosea' telah dibudidayakan secara luas sejak akhir zaman Edo (awal abad ke-19) di Jepang. Kemampuannya untuk berbunga selama musim gugur dan musim dingin, ketika sebagian besar tanaman lain tidak aktif, telah membuatnya menjadi pohon hias yang sangat dihargai di taman-taman Jepang dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kultivar 'Autumnalis Rosea' memiliki sifat mekar di musim gugur yang sama dengan ceri berbunga ganda lainnya, yaitu ceri Fukuhana Early Cherry (Prunus \u00d7 subhirtella 'Fukubana'), meskipun keduanya merupakan varietas yang berbeda dengan ciri khasnya masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesimpulannya, Prunus subhirtella 'Autumnalis Rosea', atau Pink \"Rose October Cherry\", adalah pohon hias luar biasa yang menawarkan keindahan dan daya tarik yang jauh melampaui musim bunga sakura pada musim semi. Kebiasaan berbunganya yang unik, mekarnya bunga berwarna merah muda yang lembut, dan sejarah budayanya yang kaya membuatnya menjadi tambahan yang berharga bagi taman yang mencari daya tarik sepanjang tahun dan sentuhan warisan hortikultura Jepang.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prunus subhirtella, particularly the &#8216;Autumnalis Rosea&#8217; cultivar, is a highly prized ornamental cherry tree renowned for its unique blooming characteristics and delicate beauty. This triploid hybrid, derived from the small Higan cherry and other Prunus species, has been widely cultivated since the late Edo period in Japan, earning a special place in horticultural circles. The [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12145,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-10315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10315"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10315\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}