{"id":10248,"date":"2023-09-18T17:21:26","date_gmt":"2023-09-18T09:21:26","guid":{"rendered":"https:\/\/flowerslib.com\/?p=10248"},"modified":"2023-09-18T17:21:29","modified_gmt":"2023-09-18T09:21:29","slug":"rhododendron-indicum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/rhododendron-indicum\/","title":{"rendered":"Rhododendron Indicum: Spesies Azalea yang Menakjubkan"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Rhododendron Indicum adalah spesies Azalea yang sangat indah. Berasal dari Jepang, sekarang dibudidayakan secara luas di Cina karena bunganya yang indah dan berwarna cerah, membuatnya sangat dihargai di bidang hortikultura. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semak semi-hijau ini tumbuh setinggi 1-2 meter, memiliki banyak cabang dengan ranting-ranting kokoh yang awalnya ditutupi bulu-bulu kasar berwarna coklat kemerahan yang lama-kelamaan menghilang. Bunganya, mulai dari satu hingga tiga, mekar di ujung cabang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunga ini memiliki mahkota bunga berwarna merah terang, terkadang merah mawar, lebar, dan berbentuk corong. Periode berbunga dari Mei hingga Juni.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Pengantar Dasar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-131.jpg\" alt=\"Rhododendron indicum\" class=\"wp-image-12296\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-131.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-131-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-131-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/3-131-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Azalea Gau Yue (nama ilmiah: Rhododendron indicum (L.) Sweet) adalah semak semi-hijau, tumbuh setinggi 1-2 meter. Memiliki banyak cabang dengan ranting yang kokoh yang awalnya ditutupi rambut kasar berwarna coklat kemerahan yang lama kelamaan menghilang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daunnya bergerombol di ujung cabang, hampir seperti kulit, dan berbentuk elips sempit atau elips terbalik. Sisi atas berwarna hijau tua dan mengkilap, jarang ditumbuhi rambut kasar, sedangkan sisi bawahnya pucat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bunganya, mulai dari satu hingga tiga, mekar di ujung cabang. Bunga ini memiliki mahkota berbentuk corong berwarna merah terang, terkadang merah mawar, panjangnya 3-4 cm, dengan diameter 3,7 cm, dan terkadang mencapai 6 cm. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tabung mahkota memiliki panjang 1,3 cm, terbelah menjadi 5 bagian, dan berbentuk elips lebar. Buahnya berbentuk bulat telur memanjang, panjang 6-8 mm, ditutupi dengan rambut-rambut kasar berwarna coklat kemerahan, rata dan kasar. Periode berbunga dari Mei hingga Juni. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berasal dari Jepang, sekarang dibudidayakan secara luas di Cina. Spesies ini sangat dihargai dalam hortikultura karena bunganya yang indah dan berwarna cerah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">II. Pertumbuhan dan Distribusi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-203.jpg\" alt=\"Rhododendron indicum\" class=\"wp-image-12297\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-203.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-203-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-203-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/2-203-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berasal dari Jepang, Gau Yue Azalea sekarang dibudidayakan secara luas di Cina.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">III. Morfologi dan Karakteristik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gau Yue Azalea adalah semak semi-hijau, tumbuh setinggi 1-2 meter. Memiliki banyak cabang dengan ranting-ranting kokoh yang awalnya ditutupi rambut kasar berwarna coklat kemerahan yang akhirnya menghilang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daunnya bergerombol di ujung cabang, hampir seperti kulit, dan berbentuk elips sempit atau elips terbalik, panjang 1,7-3,2 cm, jarang 4,5 cm, lebar sekitar 6 mm. Ujungnya tumpul, pangkalnya berbentuk bilah sempit, ujungnya jarang memiliki gerigi bulat halus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sisi atas berwarna hijau tua dan mengkilap, jarang ditumbuhi bulu-bulu kasar, sedangkan sisi bawahnya pucat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Urat tengah tertekan di sisi atas dan menonjol di sisi bawah, urat samping sedikit terlihat di sisi bawah, dan kedua permukaannya memiliki bulu-bulu kasar berwarna coklat kemerahan yang jarang. Tangkai daun memiliki panjang 2-4 mm, ditutupi dengan rambut kasar berwarna coklat kemerahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kuncup bunganya bulat telur, sisiknya bulat telur lebar, ujungnya lancip, hanya bagian luar dan ujungnya saja yang berambut. Bunganya, mulai dari satu hingga tiga, mekar di ujung cabang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-214.jpg\" alt=\"Rhododendron indicum\" class=\"wp-image-12298\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-214.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-214-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-214-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1-214-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tangkai bunganya memiliki panjang 0,6-1,2 cm, ditutupi dengan rambut-rambut kasar berwarna putih. Kelopak bunga terbelah menjadi 5 bagian, lobus berbentuk elips atau hampir bulat, panjang 2-3 mm, lebar 1,5-2 mm, berwarna hijau pucat, bagian luar dan tepinya ditutupi dengan bulu-bulu halus berwarna putih. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahkota bunga berwarna merah cerah, terkadang merah mawar, berbentuk corong lebar, panjang 3-4 cm, dengan diameter 3,7 cm, dan terkadang mencapai 6 cm. Tabung mahkota bunga memiliki panjang 1,3 cm, terbelah menjadi 5 bagian, dan berbentuk elips lebar, panjang 1,7-2 cm, lebar 1,6 cm, dengan bintik-bintik merah tua. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Benang sari berjumlah 5, panjangnya tidak sama, panjangnya 1,6-2,2 cm, lebih pendek dari mahkota. Filamen berwarna merah pucat, bagian tengah di bawah ditutupi dengan rambut halus yang lembut, kepala sari berwarna ungu tua kecokelatan, panjang 3 mm, pangkalnya memiliki ujung yang halus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ovarium memiliki panjang 3,5 mm, tertutup rapat dengan rambut kasar berwarna coklat mengkilap, panjangnya 2,3 cm, terkadang mencapai 4,5 cm, lebih panjang dari benang sari, tidak berbulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buahnya berbentuk bulat telur memanjang, panjang 6-8 mm, ditutupi dengan rambut-rambut kasar berwarna coklat kemerahan, rata dan kasar. Periode berbunga dari Mei hingga Juni.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">IV. Kebiasaan Hidup<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Azalea berasal dari daerah dataran tinggi dan lebih menyukai iklim yang sejuk dan lembab, tetapi tidak tahan terhadap cuaca yang keras, panas, dan kering. Azalea tumbuh subur di tanah yang asam, kaya humus, gembur, lembab, dan dengan pH antara 5,5 dan 6,5. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa varietas dan spesies hortikultura sangat mudah beradaptasi, tahan terhadap kekeringan, tanah yang buruk, dan dapat tumbuh di tanah dengan pH antara 7 dan 8. Namun, mereka tidak tumbuh dengan baik di tanah yang berat atau berdrainase buruk. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Azalea memiliki persyaratan cahaya tertentu dan tidak tahan terhadap sinar matahari. Selama musim panas dan musim gugur, mereka harus terlindung oleh pohon-pohon yang meranggas atau peneduh untuk melindungi dari teriknya sinar matahari, dan tanahnya harus sering disemprot dengan air. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-106.jpg\" alt=\"Rhododendron indicum\" class=\"wp-image-12299\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-106.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-106-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-106-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/4-106-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Azalea biasanya bertunas pada musim semi dan musim gugur, terutama pada musim semi. Suhu pertumbuhan yang paling cocok adalah 15-20\u00b0C. Bunga ini mekar dari bulan Maret hingga Mei dan tahan terhadap pemangkasan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemangkasan umumnya harus dilakukan sebelum bulan Mei. Tunas baru yang dihasilkan dapat membentuk kuncup bunga dalam setahun, tetapi pemangkasan yang terlambat dapat mempengaruhi pembungaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">V. Metode Budidaya<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pengelolaan Pupuk dan Air<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Azalea membutuhkan tanah yang asam untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Karena sebagian besar tanah di utara lebih bersifat basa, tanah pot perlu disiapkan dengan menggunakan campuran tanah jarum pinus yang sudah membusuk dan tanah humus lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem perakaran azalea terdiri dari akar serabut, yang memiliki persyaratan ketat untuk konsentrasi pupuk dan kualitas air. Saat pemupukan, perlu mengikuti prinsip tepat waktu dan jumlah yang tepat, dengan aplikasi pupuk tipis yang sering. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mekar di musim semi, pupuk fosfor dapat diberikan sebulan sekali untuk mendorong pertumbuhan cabang, daun, dan kuncup bunga. Setelah mekar, berikan campuran pupuk nitrogen dan fosfor 1-2 kali. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"800\" src=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-83.jpg\" alt=\"Rhododendron indicum\" class=\"wp-image-12301\" srcset=\"https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-83.jpg 1200w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-83-600x400.jpg 600w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-83-768x512.jpg 768w, https:\/\/flowerslib.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/5-83-240x160.jpg 240w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama periode pembentukan kuncup pada bulan September dan Oktober, berikan pupuk fosfor 1-2 kali. Selama periode pertumbuhan dan pembungaan, lebih banyak pupuk dan air dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada musim dingin dormansi dan pertumbuhan musim panas yang lambat, kendalikan jumlah pupuk dan air untuk mencegah pembusukan akar. Azalea menyukai lingkungan yang lembap dan sejuk. Iklim utara kering, jadi penyiraman dan penyemprotan tepat waktu diperlukan untuk menjaga kelembapan udara yang tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Air terbaik untuk menyiram adalah air pupuk tawas dan air hujan. Jika Anda menggunakan air biasa, tambahkan sedikit besi sulfat dan cuka. Anda juga bisa memotong semangka atau tomat menjadi potongan-potongan kecil dan mengoleskannya ke tanah, yang juga dapat meningkatkan kualitas tanah dan kualitas bunga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemangkasan dan Pembentukan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mempercepat mekarnya tanaman secara penuh, azalea sering kali mendorong tumbuhnya cabang baru dengan cara mencubit. Untuk bunga yang berdesakan dan memengaruhi bentuk bunga, Anda bisa menipiskan kuncupnya lebih awal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini tidak hanya membuat bunga menjadi lebih besar dan lebih cerah pada tahun itu, tetapi juga bermanfaat bagi pertumbuhan dan mekarnya tanaman di tahun berikutnya. Azalea memiliki daya kecambah yang kuat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang-cabang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, mengurangi nilai hias dan komersialnya, sehingga pemangkasan diperlukan untuk menyesuaikan. Pemangkasan biasanya dilakukan setelah bunga-bunga memudar di musim semi dan musim gugur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Potong cabang yang mati, cabang yang miring, cabang yang terlalu panjang, cabang yang terserang hama dan penyakit, dan beberapa cabang yang bersilangan untuk menghindari konsumsi nutrisi dan membuat seluruh tanaman berbunga lebat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kontrol Pembungaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Azalea mengalami diferensiasi kuncup bunga pada musim gugur. Melalui perlakuan pendinginan dan pemanasan, periode mekar dapat dikontrol secara artifisial. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk membuat azalea mekar lebih awal, mereka dapat dipindahkan ke rumah kaca untuk dibudidayakan, dengan mengontrol suhu pada 20-25\u00b0C, dan sering menyemprotkan air ke cabang dan daun untuk menjaga kelembapan relatif lebih dari 80%. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan cara ini, bunga ini bisa mekar setelah satu setengah bulan. Untuk menunda mekarnya azalea, azalea dengan kuncup bunga yang sudah terbentuk dapat disimpan pada suhu rendah, menjaga suhu 2-4\u00b0C, menyiram saat pot kering, memindahkannya ke luar pada musim panas dan musim gugur, dan dapat mekar setelah 2 minggu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VI. Metode Perbanyakan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemotongan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan dengan stek adalah metode yang paling umum digunakan dalam budidaya azalea. Biasanya, pada bulan Mei dan Juni, cabang-cabang baru semi-lignifikasi yang sehat dan panjangnya sekitar 5-8 cm dipotong. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daun di bagian bawah dibuang, sisakan 2-3 daun di bagian atas untuk stek. Cara terbaik adalah mencelupkan pangkal stek ke dalam larutan asam butirat indol atau bubuk perakaran ABT, lalu masukkan ke dalam tanah asam yang gembur, bernapas, dan kaya humus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertahankan suhu 20-25 \u2103, berikan naungan, dan sering-seringlah menyiramnya dengan kabut agar tetap lembap, yang mendorong tumbuhnya akar baru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cabang lunak<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbanyakan cabang lunak digunakan untuk mencangkok varietas yang sulit bertahan hidup dan berharga seperti Azalea Barat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, potong sekitar 3-4 cm cabang lunak untuk dijadikan batang atas, cukur pangkalnya menjadi bentuk baji dengan pisau tajam, gunakan Rhododendron sebagai batang bawah, gunakan pencangkokan cabang lunak, lalu letakkan di bawah gudang yang teduh, ikat dengan film plastik, dan tutup batang atas dan batang bawah dengan kantong plastik untuk menjaga kelembapan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VII. Pengendalian Penyakit<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penyakit Pembengkakan Daun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum terjadi wabah, terutama selama periode pertumbuhan dan perluasan daun, semprotkan campuran Bordeaux 1:1:200. Daun yang sakit harus segera dibuang. Sebelum bertunas, semprotkan 0,3-0,5% Bome Degree Stone Sulfur Compound atau campuran Bordeaux 1:1:200 sebanyak 2-3 kali, biasanya setiap 7-10 hari sekali. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah wabah, semprotkan 65-80% Daisen mangan zinc 500 kali cairan atau 0,3-0,5% Bome Derajat Batu Belerang Senyawa 3-4 kali, setiap 7-10 hari sekali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penyakit Bercak Daun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyakit bercak daun dan bercak coklat dapat dikendalikan dengan menyemprotkan 70% metil tobuzin 1000 kali cairan, 20% karat ning 4000 kali cairan, atau 50% Daisen mangan zinc 500 kali cairan dari bulan Mei hingga Agustus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semprotkan setiap 10 hari sekali, sebanyak 7-8 kali. Untuk mencegah daun menguning, dapat diberikan tambahan besi sulfat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penyakit Koin Ehrlich<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cabang-cabang lunak yang terkena dan ujung daun ditutupi dengan lapisan tungau putih atau merah muda yang lebat, terkadang tungau daun muncul, sering kali disebabkan oleh gigitan kutu daun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode pengendaliannya antara lain: sambil membuang daun yang sakit, semprotkan larutan yang mengandung tembaga sulfat; menyemprotkan emulsi leco teroksidasi atau menempatkan furan langsung ke dalam pot dapat mencegah kutu daun dan hama bagian mulut lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">VIII. Nilai dan Lainnya<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Spesies<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spesies ini mirip dengan Rhododendron simsii Planch., tetapi dapat dibedakan dari lima benang sari dan daunnya yang bergigi bulat halus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai Utama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Azalea subur dan berwarna-warni dengan kemampuan bertunas yang kuat, tahan terhadap pemangkasan, dan bentuk akar yang unik, menjadikannya bahan bonsai yang sangat baik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paling cocok untuk ditanam dalam kelompok di sepanjang tepi hutan, sungai, kolam, dan bebatuan. Ini juga dapat disebarkan di bawah hutan yang jarang dan merupakan bahan yang baik untuk pagar bunga. Dapat dipangkas menjadi berbagai bentuk. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan saat tidak mekar, daunnya yang hijau tua membuatnya cocok untuk ditanam di taman sebagai dinding atau pembatas yang rendah. Selama musim berbunga, azalea selalu memberikan kesan hidup dan ramai.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Rhododendron Indicum is a remarkably beautiful species of Azalea. Originally native to Japan, it is now widely cultivated in China due to its aesthetically pleasing and vibrantly colored flowers, making it highly valued in horticulture. This semi-evergreen shrub grows to a height of 1-2 meters, has multiple branches with firm twigs initially covered in [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12302,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_breakdance_hide_in_design_set":false,"_breakdance_tags":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-10248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-species-and-types"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10248"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10248\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/flowerslib.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}