Logo FlowersLib

Padus avium: Pohon Plum Ceri yang Mempesona

Padus avium, umumnya dikenal sebagai cherry plum atau ceri burung, adalah pohon gugur dalam keluarga Rosaceae. Tingginya bisa mencapai 15 meter dan memiliki kulit kayu yang kasar dan berbintik-bintik. Daunnya berbentuk elips, lonjong, atau lonjong-bulat telur.

Bunga plum ceri berwarna putih seperti salju, dan pada musim gugur, daunnya menguning dengan sedikit warna merah, dilengkapi dengan tandan buah berwarna ungu kehitaman, membuatnya sangat indah. Periode berbunga dari bulan April hingga Mei, dan periode berbuah dari bulan Mei hingga Oktober.

Cherry plum adalah pohon hias yang bagus dan dapat ditanam secara individu, berkelompok, atau sebagai pohon jalan di taman, area pemandangan, dan area perumahan. Pohon ini juga merupakan sumber nektar berkualitas tinggi bagi lebah.

I. Informasi Dasar

Padus avium

Padus avium, tanaman dari ordo Rosales, keluarga Rosaceae, dan genus Padus, merupakan pohon gugur yang dapat tumbuh hingga setinggi 15 meter. Memiliki kulit kayu yang kasar dan berbintik-bintik, dengan cabang yang lebih tua berwarna coklat keunguan atau coklat keabu-abuan dan memiliki lentisel berwarna terang.

Daunnya berbentuk elips, lonjong, atau lonjong bulat telur, dengan bintik-bintik membran dan selebaran linier. Mereka secara bertahap meruncing ke arah ujung dan memiliki gerigi kelenjar di sepanjang tepinya.

Daun-daunnya berguguran lebih awal. Perbungaannya berbentuk tandan dengan banyak bunga, berukuran panjang 7-10 sentimeter, dan biasanya memiliki 2-3 daun di pangkalnya.

Buahnya berbentuk bulat telur dengan ujung runcing. Periode berbunga dari April hingga Mei, dan periode berbuah dari Mei hingga Oktober.

Tanaman ini tersebar di Korea Utara, Jepang, dan Rusia, dan tumbuh di lereng, lembah, atau di semak-semak pada ketinggian mulai dari 880 hingga 2500 meter.

Telah dibudidayakan di Eropa dan Asia utara untuk waktu yang lama, dan ada berbagai varietas yang dibudidayakan untuk tujuan hias, seperti bentuk tangisan, daun beraneka ragam, bunga besar atau kecil, bunga ganda, buah kuning atau merah, dll.

II. Varietas Cherry Plum

Padus avium

Padus avium var. pilosum

Varietas ini ditandai dengan rambut-rambut halus panjang berwarna kecoklatan pada ranting, bagian bawah daun, tangkai daun, dan pada pangkal perbungaan.

Tepi daunnya melebar penuh atau bergerigi rapat, dan gerigi berbentuk lanset. Berbunga dari bulan April sampai Juni dan berbuah dari bulan Juni sampai Oktober.

Ditemukan di Hebei, Shanxi, Mongolia Dalam, dan Henan, tumbuh di lereng gunung, semak belukar, lembah, lereng yang teduh, dan daerah lembab pada ketinggian 1280-1925 meter.

Varietas ini sangat mirip dengan varietas Asia Utara, kecuali bahwa varietas ini hanya memiliki rambut-rambut halus pendek di ranting dan perbungaan, dan tidak memiliki rambut-rambut halus kecoklatan di bagian bawah daun dan tangkai daun.

Padus avium var. asiaticum

Varietas ini memiliki ciri khas rambut-rambut pendek yang lembut pada ranting, tangkai, tangkai bunga, dan gagang bunga. Berbunga dari bulan April sampai Juni dan berbuah dari bulan Juni sampai Oktober. Tumbuh di lereng, tepi hutan, hutan berdaun lebar, perbukitan, dan tepian sungai pada ketinggian 800-2700 meter.

III. Pertumbuhan dan Distribusi

Padus avium

Lingkungan Tumbuh

Cherry plum lebih menyukai sinar matahari penuh daripada teduh parsial dan memiliki ketahanan dingin yang kuat, mampu bertahan pada suhu serendah -30°C. Tumbuh dengan baik di tanah berpasir yang subur dan berdrainase baik.

Memiliki kemampuan bertunas yang kuat dan tahan terhadap penyakit dan hama. Namun, tidak tahan terhadap kekeringan atau kondisi tanah yang buruk, dan sedikit sensitif terhadap genangan air.

Tanaman ini dapat beradaptasi dengan berbagai jenis tanah dan tahan terhadap iklim yang keras. Tumbuh di lereng gunung, lembah, atau di semak-semak pada ketinggian mulai dari 880 hingga 2500 meter.

Jangkauan Distribusi

Produk ini didistribusikan di Korea Utara, Jepang, dan Rusia.

IV. Morfologi dan Karakteristik

Cherry plum adalah pohon gugur yang dapat mencapai ketinggian hingga 15 meter. Memiliki kulit kayu yang kasar dan berbintik-bintik, dengan cabang yang lebih tua berwarna coklat keunguan atau coklat keabu-abuan dan memiliki lentisel berwarna terang.

Cabang-cabang kecilnya berwarna coklat kemerahan atau coklat kekuningan dan ditutupi dengan puber pendek saat masih muda, yang kemudian rontok, meninggalkannya halus. Tunas musim dingin berbentuk bulat telur dan tidak berbulu atau hanya memiliki silia di sepanjang tepinya.

Daunnya berbentuk elips, lonjong, atau lonjong-bulat telur, dengan panjang 4-10 sentimeter dan lebar 2-4,5 sentimeter.

Mereka memiliki ujung yang meruncing, pangkal berbentuk bulat atau lebar, dan gerigi tajam yang tidak beraturan di sepanjang tepinya, terkadang bercampur dengan gigi bergerigi kasar.

Permukaan atas berwarna hijau tua, sedangkan permukaan bawah berwarna hijau pucat, dan kedua sisinya tidak berbulu. Pelepah dan urat lateral terangkat pada permukaan bawah.

Tangkai daun memiliki panjang 1-1,5 sentimeter, ditutupi dengan puber pendek saat muda, tetapi hampir tidak berbulu setelah rontok, dengan kelenjar di setiap sisi di bagian atas.

Bintik-bintik itu berbentuk selaput, linier, dan secara bertahap meruncing ke suatu titik, dengan gerigi kelenjar di sepanjang tepinya. Mereka rontok lebih awal.

Perbungaannya berupa tandan dengan banyak bunga, berukuran panjang 7-10 sentimeter, dan biasanya memiliki 2-3 daun di pangkalnya. Selebaran daun bentuknya mirip dengan daun batang tetapi biasanya lebih kecil.

Tangkai bunganya memiliki panjang 1-1,5 (-24) sentimeter, dan tangkai bunga serta tangkai bunga biasanya tidak berbulu. Bunganya memiliki diameter 1-1,6 sentimeter.

Tabung kelopak berbentuk lonceng dan sedikit lebih panjang dari lobus kelopak, yang berbentuk segitiga-bulat telur dengan ujung lancip atau bulat dan tepi bergerigi halus dengan kelenjar.

Kelopak bunga berwarna putih, memanjang, bergelombang di bagian ujung, berbentuk baji di bagian pangkal, dan memiliki cakar yang pendek, hampir 1 kali lebih panjang dari benang sari.

Terdapat banyak benang sari yang tersusun dalam dua lingkaran yang tidak beraturan, dengan panjang filamen yang bervariasi. Ada satu putik, dan kepala putik berbentuk cakram, lebih pendek dari benang sari.

Buahnya berbentuk bulat telur dengan ujung runcing, berdiameter 8-10 milimeter. Warnanya merah kecokelatan hingga hitam, halus, dan memiliki tangkai buah yang tidak berbulu. Lobus kelopak jatuh, dan bijinya berkerut. Periode berbunga dari April hingga Mei, dan periode berbuah dari Mei hingga Oktober.

V. Teknik Budidaya untuk Cherry Plum

Cherry plum sebaiknya ditanam di daerah yang terlindung dari angin, cerah dengan ketinggian di atas 700 meter dan tanah yang subur di kaki bukit dan lembah. Lubang harus disiapkan dengan dimensi 50×40×30 sentimeter.

Jarak antar tanaman sebaiknya 2×2 meter. Karena kuncup plum ceri mulai tumbuh di awal musim semi, disarankan untuk menanamnya di awal musim semi (akhir Februari hingga awal Maret).

Bibit ceri plum memiliki sistem perakaran yang berkembang dengan baik dan tingkat kelangsungan hidup lebih dari 95%. Dalam waktu 3-4 tahun setelah penghijauan, penggemburan tanah, penyiangan, dan pemeliharaan harus dilakukan.

Setelah 4 tahun, pemangkasan yang tepat harus dilakukan pada pohon muda untuk mempertahankan tajuk yang memenuhi dua pertiga tinggi pohon.

VI. Metode Reproduksi

Cherry plum dapat diperbanyak melalui penaburan biji atau stek batang.

Penaburan Benih

Pengumpulan Benih dan Pengolahan Buah: Biji plum ceri matang dari akhir September hingga awal Oktober. Cara terbaik untuk mengumpulkannya adalah ketika buah berbiji berubah menjadi hitam.

Setelah mengumpulkan buah berbiji, rendam dalam air dan gosok kulit biji bagian luar dan tengah yang berwarna hitam. Keringkan biji (kulit biji bagian dalam yang keras dan kernel) di bawah sinar matahari untuk digunakan sebagai bibit.

Perawatan Benih: Kulit biji bagian dalam dari biji ini keras dan padat, dan memiliki permeabilitas air yang buruk.

Jika tidak menjalani perawatan perkecambahan, ketika disemai langsung di pembibitan di musim semi, hanya sejumlah kecil benih yang akan berkecambah di tahun yang sama, dan sebagian besar akan berkecambah di tahun berikutnya.

Oleh karena itu, umumnya disarankan untuk menyimpan benih di pasir selama satu musim dingin sebelum disemai untuk mendapatkan hasil perkecambahan yang lebih baik. Untuk penaburan musim semi, metode penyimpanan salju dapat digunakan di tempat-tempat dengan lapisan salju yang cukup.

Benih dicampur dengan salju dan ditumpuk di sisi yang teduh untuk menjaga suhu rendah untuk penyimpanan sampai musim semi berikutnya.

Di daerah yang tidak memiliki lapisan salju jangka panjang selama musim dingin, metode penyimpanan pasir basah (benih:pasir = 1:3) dapat digunakan untuk perkecambahan. Metode ini sederhana dan efektif.

Waktu Penaburan: Pada musim semi, periode tanam terbaik adalah ketika suhu rata-rata harian mendekati 10°C, biasanya dari akhir April hingga awal Mei.

Untuk penaburan pada musim gugur, umumnya dilakukan sebelum tanah membeku (sekitar akhir Oktober hingga awal November), sehingga memungkinkan tanah segera membeku setelah ditabur untuk mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh burung.

Persiapan Tempat Tidur: Bedengan harus memiliki tinggi 10-12 sentimeter, lebar 1 meter, dan panjang 10 meter. Sekitar 720 bedengan dapat disiapkan per hektar (setara dengan area tanam seluas 480 meter persegi per hektar).

Metode Penaburan: Penaburan strip biasanya digunakan, dengan lebar strip 5-10 sentimeter dan jarak antar baris 20 sentimeter. Lapisan tanah harus setebal 2-2,5 cm.

Tingkat penyemaian adalah 225-270 kilogram per hektar, dengan sekitar 100 benih ditabur per meter alur tanam. Jika kondisinya memungkinkan, menutup benih bermanfaat untuk menjaga kelembapan dan pengendalian hama dan penyakit.

Diperlukan waktu sekitar satu bulan bagi biji cherry plum untuk berkecambah dan mencapai kemunculan bibit. Bibit umumnya mulai muncul sekitar tanggal 20 Mei, dengan kemunculan penuh pada akhir Mei atau awal Juni.

Bibit muda tumbuh lambat, mencapai ketinggian 10-15 sentimeter dan diameter tanah 0,2-0,3 sentimeter pada tahun pertama.

Pada tahun kedua, mereka dapat tumbuh setinggi 50-60 sentimeter dan memiliki diameter tanah 0,5-0,7 sentimeter. Mereka dapat digunakan untuk penghijauan di pegunungan pada tahun ketiga.

Stek Batang

Pemilihan Stek: Gunakan kemampuan pembentukan akar adventif yang kuat dari plum ceri untuk membudidayakan bibit pengisap.

Metode ini melibatkan pemilihan pohon unggul pada bulan Oktober, menggali parit melingkar dengan lebar 10-20 sentimeter dan kedalaman 10-20 sentimeter di sekeliling luar tajuk pohon dari pohon unggul yang dipilih, memotong semua akar, dan kemudian menutupinya dengan sedikit tanah lembab agar bibit pengisap dapat tumbuh pada musim semi berikutnya.

Setiap pohon unggul dapat menghasilkan 10-15 bibit anakan yang kuat. Di antara bibit anakan berumur satu tahun, pilih pohon induk yang melebihi tinggi rata-rata lebih dari 10%, melebihi diameter tanah rata-rata lebih dari 15%, memiliki batang yang lurus dan sehat, tidak ada penyakit atau hama, dan akar lateral yang berkembang, dengan lebih dari 6 akar lateral, dan gunakan akarnya untuk membuat petak pemotongan, dan batangnya sebagai stek.

Waktu dan Metode Stek Batang: Waktu yang ideal untuk stek batang adalah dari tanggal 25 April hingga 5 Mei. Waktu dari pemotongan stek hingga penanaman tidak boleh lebih dari 24 jam.

Kepadatan penanaman stek harus ditentukan sesuai dengan persyaratan percobaan, dan kedalaman penanaman harus 5 cm.

Persiapan Bedeng Perbanyakan: Gunakan tempat tidur rendah, dengan setiap tempat tidur seluas 10 meter persegi (panjang 10 meter, lebar 1 meter, dan tinggi tempat tidur lebih rendah 10 sentimeter dari jalan setapak).

Substrat penanaman dapat terdiri dari pasir kasar, terak batubara, dan gambut, dengan ketebalan 25 cm. Suhu tanah harus dikontrol antara 18-22°C.

Perawatan Stek: Setelah stek diambil, stek dipotong menjadi ruas-ruas batang dengan panjang 8 sentimeter. Pangkal stek dipotong dengan pisau bedah atau pisau buah kecil, dan stek didesinfeksi.

Konsentrasi 2000×10-6 miligram per mililiter NK4 atau zat pengatur tumbuh digunakan, dan stek dirawat selama 24 jam. Tingkat perakaran bisa mencapai 89,5%, menunjukkan nilai praktis untuk promosi.

Rumah Kaca Plastik: Tempatkan penutup film plastik cabang pohon willow berbentuk lengkung dengan ketinggian 60 cm di atas bedeng perbanyakan, dan pasang jaring peneduh dengan ketinggian 120 cm di atas bedeng perbanyakan.

Manajemen Pemotongan Batang:

  • Kontrol Suhu dan Kelembaban: Suhu tanah harus dipertahankan antara 18-22°C, suhu udara harus dikontrol pada 20-25°C, dan kelembaban relatif harus dijaga di atas 85%.
  • Ventilasi dan Disinfeksi: Apabila suhu di dalam film plastik melebihi 28°C, film harus segera dibuka untuk ventilasi dan penyiraman. Setelah suhu turun menjadi sekitar 15°C, film dapat ditutup kembali. Pada tanggal 15 Juni, ganti film plastik dengan jaring jala. Setelah tanggal 25 Juli, lepaskan jaring jaring sepenuhnya. Sebelum bulan Juli, semprotkan larutan nutrisi dan fungisida setiap 5 hari sekali.
  • Peneduh dan Pengelolaan Air: Setelah pemotongan batang, sirami tanaman 5 kali sehari menggunakan fasilitas irigasi sprinkler pada pukul 8 pagi, 10 pagi, 12 siang, 2 siang, dan 4 sore. Gunakan jaring peneduh untuk mengontrol intensitas cahaya hingga 35-45%.
  • Manajemen setelah Rooting: Pada tanggal 15 Juli hingga 25 Juli di tahun yang sama, sistem perakaran seharusnya sudah berkembang sempurna. Untuk menumbuhkan bibit yang kuat, lepaskan jaring peneduh. Dari bulan Agustus hingga September, kelola bibit di bawah sinar matahari penuh, dan lakukan penghijauan di pegunungan pada tahun berikutnya.

VII. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit:

Penyakit

Antraknosa

Gejala: Bintik-bintik kecil berwarna coklat muncul pada daun bibit dari bulan Juni hingga Juli setiap tahunnya, secara bertahap meluas dan menyebabkan kematian jaringan yang luas, yang mengakibatkan daun rontok.

Pencegahan dan Pengendalian: Untuk mencegah terjadinya penyakit ini, semprotkan campuran Bordeaux 0.50% sekali ketika sebagian besar bibit telah muncul, dan kemudian semprotkan setiap 15 hari sekali. Konsentrasi dapat digandakan untuk hasil yang lebih baik.

Gummosis

Gejala: Setelah batang utama, cabang utama, dan cabang-cabang kecil terpengaruh, pohon akan mengeluarkan getah, yang teroksidasi di udara dan berubah menjadi merah, membentuk gumpalan getah yang keras. Jika aliran getah yang keluar berlebihan, maka akan melemahkan kekuatan pohon, dan bahkan dapat menyebabkan cabang mati atau seluruh pohon mati.

Pencegahan dan Pengendalian: Sebelum pohon mulai bertunas di musim semi, semprotkan oksiklorida tembaga 3°-5°, dan oleskan kapur pada batang pohon pada akhir Maret, Mei, dan akhir Oktober.

Dieback

Gejala: Penyakit ini terutama menyerang daun dan buah. Setelah terinfeksi, bintik-bintik merah jingga melingkar dengan diameter 2-8 milimeter muncul pada daun. Area yang sakit menjadi tebal dengan titik-titik merah kecil.

Kemudian, area yang sakit berubah dari oranye-merah menjadi merah tua. Bagian depan daun menjadi cekung sementara bagian belakang menjadi cembung, dengan titik-titik hitam yang menyerupai roti kukus (kapsul askospora patogen).

Kasus yang parah menyebabkan daun layu dan gugur, dan buah mengembangkan bintik-bintik merah melingkar dengan tepi yang tidak jelas, sehingga rentan terhadap kerontokan buah.

Pencegahan dan Pengendalian: Pangkas cabang yang terinfeksi tepat waktu. Sebelum timbulnya penyakit, semprotkan campuran Bordeaux (1:1:160) untuk pencegahan.

Pada tahap awal penyakit, semprotkan bubuk yang dapat dibasahi 50% metil tiophanat dengan pengenceran 700 kali, atau 70% penthiopirad dan bubuk yang dapat dibasahi seng-mangan dengan pengenceran 500 kali untuk kontrol.

Pengendalian Hama

Hama yang menyerang plum ceri di atas tanah antara lain tungau laba-laba merah dan kutu daun, yang terutama merusak daun, menyebabkan pertumbuhan terhambat, daun menguning, dan akhirnya mati.

Tungau laba-laba merah dapat dikendalikan dengan menyemprotkan emulsi triklorfon 40%, sedangkan kutu daun dapat dihilangkan dengan menggunakan emulsi dimetoat 40%.

Hama bawah tanah

  • Jangkrik mol adalah hama utama di bawah tanah. Mereka dapat dikendalikan dengan menyingkirkan gulma dan menggunakan lampu hitam atau umpan beracun, yang sangat efektif.
  • Serangga sisik. Hama ini aktif sekitar tengah hari saat suhu tinggi. Mereka bergerak di sepanjang batang pohon ke sisi yang teduh dari cabang-cabang yang lembut dan tunas muda untuk memakan getah. Pada pertengahan Mei, mereka menggali ke dalam retakan tanah sedalam 5-7 sentimeter (di sekitar pohon) untuk menyebabkan kerusakan. Untuk mengendalikannya, lilitkan pita perekat di sekeliling batang pohon setinggi 30-50 sentimeter dan oleskan selapis lem serangga yang lengket pada pita tersebut. Semprotkan piretroid dengan pengenceran 1500-2000 kali pada batang pohon setiap 10-15 hari selama 2-3 kali berturut-turut. Ini akan efektif. Sebagai alternatif, insektisida sisik khusus atau insektisida remaja dapat disemprotkan pada awal hingga pertengahan Mei untuk membasahi serangga dan membunuhnya.

VIII. Manfaat dan Penggunaan Cherry Plum

Pemurnian Lingkungan

Cherry plum adalah pohon daun megah yang dapat tumbuh hingga setinggi 15 meter. Pohon ini tersebar luas di Eropa dan wilayah utara Asia dan sangat dihargai sebagai tanaman hias hijau.

Dengan varietas yang berbeda dan bunga-bunga yang indah, bunga ini dapat ditanam di taman, lanskap, dan area berpemandangan indah, serta di sepanjang jalan raya, untuk memberikan efek pemurnian pada lingkungan.

Nilai Gizi

Buah plum ceri dapat dimakan dan memiliki rasa yang manis dan tajam. Buah ini mengandung protein, gula, dan berbagai macam asam. Apabila dikonsumsi, buah ini memberikan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh manusia.

Selain dikonsumsi segar, plum ceri dapat diolah menjadi jus buah, saus apel, anggur buah, dan produk makanan lainnya, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi area budidaya.

Nilai Obat dari Cherry Plum

Cherry plum memiliki nilai obat yang signifikan, terutama pada daunnya. Ketika digunakan sebagai obat, daun cherry plum dapat membantu meringankan batuk dan melancarkan dahak.

Mereka juga memiliki sifat antiparasit, menghilangkan parasit dalam tubuh manusia. Selain daunnya, buah cherry plum juga kaya akan banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh manusia.

Penggunaan Industri dari Cherry Plum

Biji cherry plum memiliki kandungan minyak yang tinggi dan dapat diekstraksi untuk keperluan industri sebagai minyak. Mereka adalah sumber minyak industri yang penting.

Nilai Lainnya

Cherry plum adalah sumber nektar dan pohon hias. Kayu cherry plum sangat berharga, dengan warna kuning kecokelatan, tekstur padat, gubal putih, dan inti kayu coklat kemerahan.

Kayu ini sangat baik untuk konstruksi, furnitur berkualitas tinggi, dan ukiran artistik. Cherry plum juga merupakan bahan baku yang sangat baik untuk memproduksi jamur kayu, karena dapat meningkatkan hasil sebesar 50-80% dibandingkan dengan kayu ek, dengan kualitas yang superior.

Berbagi adalah Peduli.
Peggie

Peggie

Pendiri FlowersLib

Peggie dulunya adalah seorang guru matematika sekolah menengah, namun ia mengesampingkan papan tulis dan buku pelajarannya untuk mengikuti kecintaannya pada bunga. Setelah bertahun-tahun berdedikasi dan belajar, ia tidak hanya mendirikan toko bunga yang berkembang pesat, tetapi juga mendirikan blog ini, "Perpustakaan Bunga". Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mempelajari lebih lanjut tentang bunga, jangan ragu untuk hubungi Peggie.

Sebelum kau pergi
Anda mungkin juga menyukai
Kami memilihnya hanya untuk Anda. Teruslah membaca dan pelajari lebih lanjut!
© 2025 FlowersLib.com. Semua hak cipta dilindungi undang-undang. Kebijakan Privasi