Clerodendrum bungei, umumnya dikenal sebagai Stinking Glorybower atau Rose Glorybower, adalah semak khas yang termasuk dalam keluarga Lamiaceae. Panduan komprehensif ini mengupas karakteristik botani, persyaratan budidaya, dan penggunaan tradisionalnya.

Clerodendrum bungei dinamai sesuai dengan nama ahli botani Rusia, Alexander von Bunge, yang mengumpulkan spesimen di Cina selama abad ke-19. Nama umum tanaman ini, Stinking Glorybower, berasal dari baunya yang kuat dan tidak sedap, yang kontras dengan bunganya yang indah yang menyerupai bunga peony dari kejauhan.
Stinking Glorybower adalah semak daun yang biasanya tumbuh setinggi 1-2 meter, dengan ciri-ciri:

Periode berbunga dan berbuah berlangsung dari bulan Mei hingga November, memberikan musim hias yang panjang.
Clerodendrum bungei
Sumbu perbungaan, tangkai daun, dan cabang muda ditutupi dengan trikoma daun yang warnanya berkisar dari coklat hingga kuning kecokelatan atau ungu. Pubertas ini adalah fitur pengenal utama dari spesies ini.
Cabang-cabang muda hampir berbentuk silinder dengan lentisel yang menonjol, yang penting untuk pertukaran gas. Daunnya memiliki tekstur seperti kertas dan berbentuk bulat telur hingga bulat telur, karakteristik yang membantu dalam identifikasi spesies.
Cymes (kelompok bunga) berbentuk terminal dan kompak, menampilkan kebiasaan berbunga tanaman ini. Warna mahkota bunga bervariasi dari merah muda pucat hingga merah atau ungu-merah, menawarkan nilai hias. Buah berbiji (buah berdaging) hampir bulat dan matang menjadi warna biru kehitaman, sifat penting untuk penyebaran dan perbanyakan benih.
Clerodendrum cyrtophyllum
Cabang-cabang muda berbentuk sedikit segi empat, sebuah ciri morfologi yang berbeda. Seluruh tanaman ditutupi dengan rambut-rambut lebat berwarna kuning kecoklatan seperti beludru, yang merupakan perbedaan utama dari C. bungei.
Daunnya berbentuk bulat telur hingga bulat telur lebar, mirip dengan C. bungei tetapi dengan dimensi yang berpotensi berbeda. Kelopak bunga mengelompok rapat dalam bentuk seperti kepala, baik ketiak atau terminal semu, dengan tangkai sepanjang 3,5 hingga 13 sentimeter, yang menunjukkan keragaman struktur perbungaan. Mahkota bunga berwarna putih, kontras dengan bunga C. bungei yang berwarna merah muda hingga merah. Buah berbiji hampir bulat, berwarna hijau saat belum matang, dan matang menjadi ungu kehitaman, mengikuti perkembangan warna yang mirip dengan C. bungei tetapi mungkin dengan waktu yang berbeda.
Clerodendrum bungei berasal dari Cina dan memiliki distribusi yang luas di seluruh Asia, termasuk India Utara, Vietnam, dan Malaysia. Kisaran ketinggiannya mencapai 2.500 meter, menunjukkan kemampuannya beradaptasi di berbagai ketinggian. Spesies ini tumbuh subur di berbagai habitat termasuk lereng bukit, pinggiran hutan, parit, tepi jalan, dan semak belukar yang lembab, yang menunjukkan keserbagunaan ekologisnya.
Clerodendrum bungei menunjukkan kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi cahaya, lebih menyukai sinar matahari penuh daripada teduh parsial. Tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap, tetapi menunjukkan toleransi yang luar biasa terhadap kondisi basah, kekeringan, dan dingin, sehingga cocok untuk berbagai iklim.
Meskipun tidak terlalu menuntut dalam hal kualitas tanah, C. bungei tumbuh paling baik di tanah yang subur, gembur, dan berpasir dengan drainase dan aerasi yang baik. Kemampuannya untuk tumbuh di tanah alkali yang sedikit hingga sedang menunjukkan toleransinya terhadap kondisi tanah yang menantang. Kinerja luar biasa tanaman ini di daerah dengan akumulasi limbah atau puing-puing rumah tangga menunjukkan potensinya untuk fitoremediasi atau lansekap di lingkungan perkotaan yang terganggu.
Clerodendrum bungei Steud. var. megacalyx C. Y. Wu ex S. L. Chen adalah varietas penting yang dibedakan terutama dari struktur perbungaan dan karakteristik kelopaknya. Perbungaan yang lebih longgar dan kelopak yang jauh lebih besar (panjangnya sekitar 1 cm) dengan gigi segitiga dengan panjang sekitar 3 mm merupakan ciri-ciri pengenal utama.
Jenis ini merupakan endemik Sichuan, Cina, yang secara khusus ditemukan di tepi hutan pada ketinggian 1.050 meter. Koleksi spesimen jenis dari Nanchuan, Chongqing, memberikan informasi penting untuk referensi botani dan penelitian di masa depan.
Clerodendrum bungei dapat diperbanyak melalui pembelahan dan penaburan biji, menawarkan fleksibilitas dalam praktik budidaya.
Perbanyakan benih:
Menjaga kelembaban tanah yang konsisten sangat penting untuk keberhasilan perkecambahan, yang biasanya terjadi dalam waktu 30-40 hari. Informasi perbanyakan yang terperinci ini memberikan pengetahuan yang diperlukan oleh para tukang kebun dan ahli hortikultura untuk berhasil membudidayakan C. bungei dari biji.
Bunga bangkai (Clerodendrum bungei) dapat dibudidayakan di dalam wadah atau langsung di tanah, masing-masing metode membutuhkan pertimbangan khusus.
Untuk penanaman dalam wadah, gunakan campuran pot dengan drainase yang baik yang terdiri dari tanah kebun yang diperkaya dengan rasio yang tepat dari pupuk yang seimbang dan lambat. Untuk wadah berdiameter 15-20 sentimeter, tanamlah satu spesimen. Wadah yang lebih besar dapat menampung 2-3 tanaman. Menggunakan tanah dengan bola akar yang utuh akan memudahkan pertumbuhan.
Metode penanaman di tanah harus disesuaikan dengan tujuan budidaya:
Untuk penggunaan hias, pindahkan bibit sesuai dengan desain lanskap yang diinginkan, dengan mempertimbangkan ukuran tanaman dewasa dan persyaratan jarak tanam.
Untuk produksi obat, siapkan area budidaya yang lebih luas dengan persiapan tanah yang matang. Buatlah bedengan dengan lebar 1,5-1,8 meter dengan saluran drainase yang baik di antara bedengan. Gunakan lubang tanam, dengan jarak lubang 30-40 cm, dengan 1-2 tanaman per lubang.
Saat pemindahan, pastikan akar tersebar, lalu siram secara menyeluruh untuk menghilangkan kantong udara dan mendorong pembentukan akar. Selama musim kemarau, pertahankan kelembapan tanah yang konsisten melalui irigasi teratur.
Dalam dua tahun pertama, lakukan penanaman dan penyiangan 2-3 kali setiap tahun: awal musim panas, awal musim gugur (saat pertumbuhan gulma sangat kuat), dan setelah daun rontok di musim dingin. Lanjutkan setiap penanaman dengan pemupukan, gunakan kompos organik di musim panas dan musim gugur, dan pupuk lepas lambat yang seimbang di musim dingin. Setelah tanaman tumbuh dengan baik dan telah terisi penuh, pengelolaan lahan yang intensif menjadi tidak terlalu diperlukan.
Penyakit: Karat (Aecidium clerodendri) dan hawar Botrytis adalah masalah umum. Untuk Botrytis, gunakan fungisida yang mengandung karbendazim sebagai bahan aktif, diencerkan sesuai dengan petunjuk produsen. Atasi karat dengan fungisida sistemik yang mengandung triazol, ikuti petunjuk label untuk pengenceran dan aplikasi.
Hama: Kumbang daun (famili Chrysomelidae) dan ngengat penyengat (kemungkinan mengacu pada spesies dari famili Limacodidae) dapat menjadi masalah. Kendalikan dengan insektisida piretroid seperti deltametrin, yang diencerkan dan diaplikasikan sesuai panduan produk. Selalu ikuti praktik pengelolaan hama terpadu, termasuk pengendalian kultural dan biologis jika memungkinkan.
Hias: Clerodendrum bungei dihargai karena bunganya yang mencolok dan harum serta periode mekarnya yang panjang, biasanya dari pertengahan musim panas hingga awal musim gugur.
Lansekap: Daunnya yang besar dan hijau tua serta perbungaannya yang lebat dan berwarna merah muda hingga merah membuatnya menjadi pilihan yang sangat baik untuk taman dan halaman. Ini sangat cocok untuk perbatasan, penanaman massal, dan sebagai pagar berbunga. Batang bunganya yang tahan lama sangat berharga dalam rangkaian bunga.
Obat: Berbagai bagian dari C. bungei digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok:
Penggunaan tradisional meliputi pengobatan kondisi kulit (bisul, furunkel, abses payudara, eksim, erisipelas), wasir, nyeri rematik, dan hipertensi. Namun, sangat penting untuk dicatat bahwa meskipun penggunaan ini didasarkan pada praktik tradisional, validasi ilmiah tentang kemanjuran dan keamanan sedang berlangsung, dan konsultasi dengan ahli kesehatan yang berkualifikasi disarankan sebelum penggunaan obat.