Logo FlowersLib

7 Bunga yang Dimulai dengan Z

1. Zamioculcas Zamiifolia

Zamioculcas zamiifolia, spesies dari keluarga Araceae dan satu-satunya anggota genus Zamioculcas, adalah tanaman tropis luar biasa yang dikenal dengan berbagai nama umum termasuk Tanaman ZZ, Aroid Palm, Tanaman Keabadian, dan Permata Zanzibar. Tanaman tahunan herba yang selalu hijau ini terutama dihargai karena dedaunannya yang mencolok dan ketahanannya yang luar biasa.

Berasal dari Afrika bagian timur, dari Kenya hingga timur laut Afrika Selatan, Zamioculcas zamiifolia telah beradaptasi untuk tumbuh subur di lingkungan yang beragam. Namanya "Zamioculcas" mencerminkan kemiripannya dengan genus cycad Zamia, sementara "zamiifolia" secara langsung diterjemahkan menjadi "berdaun Zamia."

Struktur tanaman ini unik dan menarik. Alih-alih memiliki batang utama di atas tanah, tanaman ini tumbuh dari sistem rimpang yang substansial. Rimpang bawah tanah ini, yang sering salah disebut sebagai umbi, berfungsi sebagai organ penyimpan air dan nutrisi, yang berkontribusi pada toleransi tanaman terhadap kekeringan yang luar biasa. Dari rimpang ini, tunas adventif berkembang menjadi daun majemuk besar menyirip yang panjangnya bisa mencapai 3 kaki (90 cm).

Setiap daun terdiri dari 6-8 pasang anak daun yang tersusun di sepanjang rachis (sumbu daun) yang tebal dan berdaging. Anak daun berbentuk oval hingga elips, berukuran panjang 2,5-4 inci (6-10 cm) dan lebar 1-2 inci (2,5-5 cm). Daunnya mengkilap, berwarna hijau tua, dan memiliki kutikula seperti lilin yang memberikan tampilan seperti dipoles, mengingatkan kita pada tanaman buatan. Lapisan lilin ini berfungsi untuk mengurangi kehilangan air, sehingga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan.

Daunnya muncul dari rimpang sebagai tunas hijau terang yang tergulung rapat yang secara bertahap membuka dan menggelap saat matang. Daun baru biasanya muncul pada musim semi dan awal musim panas, dengan setiap daun memiliki umur 2-3 tahun sebelum digantikan oleh pertumbuhan baru. Tangkai daun (tangkai daun) membengkak di pangkalnya, menyediakan penyimpanan air tambahan.

Meskipun terutama ditanam untuk diambil dedaunannya, Zamioculcas zamiifolia dapat menghasilkan bunga yang tidak mencolok khas keluarga Araceae. Spadices (paku bunga) kecil berwarna putih krem ini sebagian tertutup oleh spathe dan tampak dekat dengan permukaan tanah, sering kali tersembunyi oleh dedaunan.

Nama sehari-hari tanaman ini memberikan wawasan tentang karakteristik dan makna budayanya. "Tanaman ZZ" hanyalah singkatan dari nama ilmiahnya. "Aroid Palm" merujuk pada keanggotaannya dalam keluarga Araceae dan penampilannya yang mirip telapak tangan. "Tanaman Keabadian" menunjukkan umur panjang dan ketahanannya, sementara "Permata Zanzibar" menyinggung asal-usul dan nilai yang dirasakan.

Dalam budidaya, Zamioculcas zamiifolia telah mendapatkan popularitas yang luar biasa sebagai tanaman hias yang tidak memerlukan perawatan. Tanaman ini tahan terhadap kondisi cahaya rendah, penyiraman yang tidak teratur, dan kualitas udara yang buruk, sehingga sangat ideal untuk kantor dan rumah. Namun, penting untuk dicatat bahwa semua bagian tanaman mengandung kristal kalsium oksalat, yang dapat menyebabkan iritasi jika tertelan atau jika getahnya mengenai kulit.

Zamioculcas zamiifolia berdiri sebagai bukti kemampuan beradaptasi alam, menggabungkan daya tarik estetika dengan ketahanan yang luar biasa, menjadikannya tambahan yang berharga untuk koleksi botani dan lanskap interior.

2. Zantedeschia Aethiopica

Zantedeschia aethiopica, umumnya dikenal sebagai Calla Lily atau Arum Lily, adalah ramuan abadi yang kuat yang berasal dari Afrika selatan. Tanaman ini termasuk dalam keluarga Araceae dan merupakan jenis spesies dari genus Zantedeschia. Tanaman yang mencolok ini memiliki rimpang berbonggol dan mudah membentuk rumpun, menjadikannya tambahan yang mengesankan untuk banyak taman.

Daun Z. aethiopica berbentuk basal dan muncul dari tangkai daun yang berselubung. Daunnya besar, mengkilap, dan berwarna hijau tua, biasanya berbentuk hati (cordate) atau panah (sagittate), dengan ujung runcing atau berangsur-angsur meruncing. Pangkal daun biasanya berbentuk hati atau hastate. Daun ini dapat mencapai panjang hingga 45 cm dan lebar 25 cm, menciptakan tampilan tropis yang rimbun.

Z. aethiopica tumbuh subur di tanah yang lembab dan berdrainase baik yang kaya akan bahan organik. Meskipun lebih menyukai sinar matahari penuh daripada teduh parsial di iklim yang lebih dingin, ia mendapat manfaat dari keteduhan sore hari di daerah yang lebih hangat. Tanaman ini kuat di zona USDA 8-10 tetapi dapat ditanam sebagai tanaman tahunan atau tanaman kontainer di daerah yang lebih dingin.

Fitur yang paling mencolok dari Calla Lily adalah spathe yang besar, putih, berbentuk corong yang mengelilingi spadix kuning. Struktur ini sering disalahartikan sebagai bunga, tetapi sebenarnya adalah daun yang dimodifikasi. Bunga yang sebenarnya berukuran kecil dan bergerombol di atas spadix. Mekar biasanya terjadi dari akhir musim semi hingga musim panas, dengan beberapa varietas berbunga hingga musim gugur.

Sangat penting untuk dicatat bahwa semua bagian dari Z. aethiopica beracun jika tertelan. Tanaman ini mengandung kristal kalsium oksalat dan alkaloid, yang dapat menyebabkan iritasi parah dan pembengkakan pada mulut, lidah, dan tenggorokan jika dikunyah atau dimakan. Gejala keracunan dapat berupa kesulitan menelan, air liur yang berlebihan, dan pada kasus yang parah, kesulitan bernapas. Meskipun beracun, Chinese Plant Atlas Database dapat mengklasifikasikannya sebagai tidak beracun karena toksisitas oral yang terbatas ketika tidak tertelan.

Secara historis, Z. aethiopica telah digunakan dalam pengobatan tradisional karena khasiatnya yang diklaim sebagai pembersih panas dan detoksifikasi. Dalam beberapa budaya, umbi segar yang dihancurkan telah digunakan secara eksternal untuk mengobati luka bakar dan mencegah tetanus pada luka. Namun, karena toksisitasnya dan ketersediaan pengobatan modern yang lebih aman dan efektif, penggunaan obat dari tanaman ini tidak disarankan tanpa bimbingan profesional.

Bunga Calla Lily memiliki nilai budaya yang signifikan di berbagai belahan dunia. Dalam bahasa bunga, bunga ini melambangkan kemurnian, kesucian, dan kesetiaan, menjadikannya pilihan populer untuk karangan bunga pengantin dan upacara keagamaan, terutama di Eropa dan Amerika Utara. Bentuknya yang elegan juga menjadikannya subjek favorit dalam seni dan sastra.

Sebagai bunga nasional Ethiopia, Z. aethiopica memiliki tempat khusus dalam identitas budaya negara tersebut, meskipun bukan tanaman asli daerah tersebut. Sebutan ini kemungkinan besar berasal dari nama ilmiah tanaman ini, yang merujuk pada Ethiopia, meskipun nama ini keliru karena kebingungan para ahli botani mengenai asal-usulnya.

Dalam lansekap, Calla Lilies dihargai karena bentuk arsitektur dan bunganya yang elegan. Bunga ini sering digunakan di taman air, taman rawa, atau sebagai tanaman pembatas di area lembab. Ketika ditanam dalam wadah, mereka bisa menjadi tanaman teras atau tanaman dalam ruangan yang menakjubkan, asalkan mendapat cahaya dan kelembaban yang cukup.

Meskipun indah dan penting secara budaya, penting untuk menangani Z. aethiopica dengan hati-hati, terutama di rumah tangga yang memiliki anak-anak atau hewan peliharaan, karena sifatnya yang beracun. Namun, dengan tindakan pencegahan yang tepat, tanaman yang luar biasa ini dapat menjadi tambahan yang mencolok pada banyak taman dan rangkaian bunga.

3. Zantedeschia Albomaculata

Zantedeschia albomaculata, umumnya dikenal sebagai Spotted Calla Lily atau White-spotted Arum Lily, adalah spesies tanaman berbunga dalam keluarga Araceae. Tanaman herba tahunan ini memiliki ciri khas daun lanset yang dihiasi bintik-bintik atau bercak-bercak putih di permukaan atas dan bawah. Daunnya memiliki banyak urat halus yang sedikit cekung di sisi atas dan sedikit menonjol di sisi bawah.

Perbungaan Z. albomaculata terdiri dari spathe dan spadix yang khas dari keluarga Araceae. Spathe, yang sering disalahartikan sebagai bunga, adalah bracts besar berwarna putih berbentuk corong yang mengelilingi spadix. Spadix memiliki bunga-bunga kecil, dengan bunga jantan terletak di atas bunga betina. Perbungaan jantan dan betina memiliki panjang yang sama dan relatif ramping. Bunga betina tidak memiliki putik, melainkan memiliki stigma berbentuk cakram.

Setelah penyerbukan, tanaman ini menghasilkan buah beri hijau yang pipih dan bulat. Periode berbuah biasanya terjadi pada bulan Agustus, sementara musim mekar berlangsung dari Desember hingga Juni tahun berikutnya. Nama umum "Calla Lily" agak keliru, karena ini bukan bunga bakung yang sebenarnya (keluarga Liliaceae). Nama ini kemungkinan besar berasal dari kata Yunani "kallos," yang berarti keindahan, dan mengacu pada spathe putih bersih yang elegan yang menyerupai terompet atau corong daripada kuku kuda.

Zantedeschia albomaculata berasal dari wilayah timur Afrika Selatan, terutama di daerah seperti Mpumalanga, KwaZulu-Natal, dan Eastern Cape. Tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab dan sering ditemukan di dekat sungai, di daerah berawa, atau di padang rumput yang lembab. Dalam budidaya, spesies ini lebih menyukai tanah yang subur dan berdrainase baik dengan kandungan organik yang tinggi dan kelembapan yang konsisten.

Tidak seperti beberapa spesies Zantedeschia lainnya, Z. albomaculata tidak tahan terhadap kekeringan dan dapat memasuki masa dormansi selama cuaca musim panas yang panas dan kering. Di daerah beriklim sedang, tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman kontainer atau tanaman hias, sehingga memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap kondisi pertumbuhannya. Selama masa pertumbuhan aktifnya, ia membutuhkan sinar matahari yang cukup, meskipun dapat mentolerir naungan parsial. Di musim dingin, tanaman bisa menjadi tidak aktif, dan penyiraman harus dikurangi.

Perbanyakan Zantedeschia albomaculata dapat dilakukan melalui biji atau pembelahan rimpang. Perbanyakan dengan biji lebih lambat tetapi dapat menghasilkan variasi yang menarik, sementara pembelahan memungkinkan produksi tanaman dewasa dengan cepat. Saat membelah, yang terbaik adalah melakukannya di awal musim semi sebelum pertumbuhan baru muncul.

Selain nilai hiasnya, Z. albomaculata, seperti anggota genus Zantedeschia lainnya, mengandung kristal kalsium oksalat, yang dapat menyebabkan iritasi jika tertelan. Oleh karena itu, kehati-hatian harus dilakukan saat menangani tanaman ini, terutama di sekitar anak-anak dan hewan peliharaan.

Sebagai tanaman dedaunan yang mencolok dengan bunga-bunga yang elegan, Zantedeschia albomaculata populer di perbatasan taman, taman kontainer, dan sebagai bunga potong. Daun berbintik-bintiknya yang unik menambah daya tarik bahkan saat tanaman tidak mekar, menjadikannya pilihan serbaguna bagi para tukang kebun dan hortikultura.

4. Zantedeschia Hybrida

Zantedeschia hybrida, umumnya dikenal sebagai calla lily hibrida, adalah ramuan abadi yang mencolok milik keluarga Araceae. Kelompok ini mencakup semua spesies dan varietas hibrida Zantedeschia kecuali Z. albomaculata. Tanaman ini dibedakan dari rimpangnya yang besar dan berdaging (sering keliru disebut sebagai umbi) dan daunnya yang mengkilap berbentuk panah yang muncul dari pangkalnya dengan tepi yang halus.

Inti dari daya tarik tanaman ini adalah perbungaannya, yang terdiri dari spathe dan spadix. Spadix, struktur silinder yang memiliki bunga-bunga kecil, berdiri tegak di tengah. Biasanya berwarna kuning cerah, meskipun ada beberapa variasi. Di sekeliling spadix terdapat spathe, daun yang dimodifikasi yang membentuk struktur berbentuk corong yang elegan dan mengingatkan kita pada tapal kuda. Spathe hadir dalam berbagai warna yang menakjubkan, termasuk putih bersih, kuning cerah, merah muda lembut, merah bergairah, dan ungu agung.


Berasal dari lahan basah dan tepi sungai di Afrika bagian selatan, Zantedeschia hybrida tumbuh subur di kondisi yang hangat dan lembab. Tanaman ini tidak tahan beku dan membutuhkan perlindungan di iklim yang lebih dingin. Di habitat aslinya, tanaman ini telah beradaptasi dengan banjir musiman dan periode dormansi, yang menginformasikan kebutuhan budidayanya di kebun dan wadah.

Bentuk bunga calla lily hibrida yang khas dan palet warna yang kaya membuatnya menjadi favorit di industri bunga. Keserbagunaannya bersinar dalam berbagai aplikasi, mulai dari karangan bunga yang canggih dan keranjang bunga yang penuh gaya hingga karangan bunga peringatan dan rangkaian vas yang elegan. Sifat tahan lama dari bunga lili calla yang dipotong, sering kali tetap segar hingga dua minggu, menambah daya tariknya dalam desain bunga.

Untuk tukang kebun rumahan, varietas Zantedeschia hybrida yang lebih pendek dan lebih ringkas sangat cocok untuk budidaya dalam wadah. Spesimen dalam pot ini dapat menciptakan titik fokus yang mencolok di tangga, kusen jendela, atau balkon. Bentuk pahatannya membuatnya sangat efektif saat ditempatkan di depan cermin, di mana pantulannya menggandakan dampak visualnya.

Dalam desain lanskap, bunga lili calla hibrida menawarkan keserbagunaan yang luar biasa. Mereka dapat digunakan dengan efek yang luar biasa dalam perbatasan campuran, memberikan minat vertikal dan warna yang berani. Ketika ditanam dalam kelompok di sekitar fitur air seperti kolam atau sungai, mereka membangkitkan habitat alami mereka sambil menambahkan sentuhan keindahan yang eksotis. Di dekat taman batu atau jalan berkerikil, bunga lili calla menciptakan kontras yang mencolok antara dedaunannya yang rimbun dan elemen hardscape.

Untuk memastikan kinerja terbaik, Zantedeschia hybrida harus ditanam di tanah yang subur dan berdrainase baik dan diberi kelembaban secara teratur selama musim tanam. Di daerah yang lebih dingin, rimpang dapat diangkat dan disimpan selama musim dingin, seperti halnya dahlia. Dengan perawatan yang tepat, tanaman yang luar biasa ini akan kembali dari tahun ke tahun, membawa pesona uniknya ke taman dan rangkaian bunga.

5. Zephyranthes Candida

Zephyranthes candida, umumnya dikenal sebagai Lili Hujan Putih, Lili Zephyr Musim Gugur, atau Lili Zephyr Putih, adalah tanaman berumbi abadi yang menawan yang termasuk dalam keluarga Amaryllidaceae. Berasal dari Amerika Selatan, khususnya Argentina dan Uruguay, spesies ini telah mendapatkan popularitas di taman-taman di seluruh dunia, termasuk budidaya yang ekstensif di seluruh China.

Tanaman ini tumbuh dari umbi berbentuk bulat telur, biasanya berdiameter 2-3 cm, dengan leher khas yang menjulur 2,5-5 cm di atas tanah. Dedaunannya terdiri dari daun linier seperti rumput yang berdaging dan berwarna hijau cerah, berukuran panjang 20-30 cm dan lebar 2-4 mm. Daun yang selalu hijau ini membentuk rumpun yang menarik, memberikan daya tarik sepanjang tahun di taman.

Z. candida tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh tetapi dapat mentolerir keteduhan parsial, menjadikannya pilihan serbaguna untuk berbagai lokasi taman. Ia lebih menyukai tanah yang berdrainase baik, subur, dan kelembapan sedang. Tanaman ini dikenal karena kemampuannya untuk menaturalisasi dalam kondisi yang sesuai, membentuk karpet dedaunan yang lebat dari waktu ke waktu.

Salah satu fitur yang paling menarik dari Z. candida adalah bunganya. Tanaman ini menghasilkan bunga soliter seperti crocus yang mekar berwarna putih bersih, terkadang dengan sedikit semburat merah muda di bagian luarnya. Bunga-bunga ini berukuran sekitar 5 cm dan muncul dari akhir musim panas hingga musim gugur, sering kali sebagai respons terhadap curah hujan, oleh karena itu dinamakan "Rain Lily". Setiap bunga berumur pendek, hanya bertahan beberapa hari, tetapi umbi menghasilkan serangkaian mekar selama beberapa minggu.

Dalam desain lansekap, Z. candida memiliki banyak fungsi:

  1. Merayap: Kebiasaan pertumbuhannya yang ringkas membuatnya menjadi pilihan yang sangat baik untuk membatasi hamparan bunga atau jalur.
  2. Penutup tanah: Ketika ditanam secara massal, tanaman ini menciptakan karpet hijau yang rimbun, khususnya efektif di area semi teduh di bawah pepohonan.
  3. Taman batu: Ukuran tanaman yang kecil dan toleransinya terhadap kekeringan membuatnya cocok untuk pengaturan taman batu.
  4. Penanaman dalam wadah: Tanaman ini tumbuh dengan baik di dalam pot dan dapat digunakan untuk menciptakan pajangan yang menarik di teras atau balkon.
  5. Area yang dinaturalisasi: Pada iklim yang sesuai, tanaman ini dapat dibiarkan tumbuh secara alami di padang rumput atau tepi hutan.

Z. candida relatif tidak membutuhkan perawatan yang rumit dan tahan terhadap sebagian besar hama dan penyakit. Ini juga tahan rusa, menambah daya tariknya bagi tukang kebun di daerah dengan populasi rusa yang tinggi. Di daerah yang lebih dingin, umbi mungkin perlu diangkat dan disimpan selama musim dingin, meskipun tahan terhadap zona USDA 7-10.

Spesies ini tidak hanya menawarkan nilai hias tetapi juga memiliki beberapa kegunaan historis dalam pengobatan tradisional, terutama di daerah asalnya. Namun, penting untuk dicatat bahwa semua bagian tanaman beracun jika tertelan, jadi berhati-hatilah saat menanam di area yang mudah dijangkau oleh anak-anak atau hewan peliharaan.

Kesimpulannya, Zephyranthes candida adalah tanaman serbaguna dan menarik yang membawa sentuhan keanggunan ke taman dengan bunga putih bersih dan dedaunan yang rapi seperti rumput. Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi cahaya dan penggunaannya dalam berbagai aplikasi lanskap membuatnya menjadi tambahan yang berharga untuk banyak gaya taman.

6. Zephyranthes Carinata

Zephyranthes carinata, umumnya dikenal sebagai lili hujan merah muda atau lili hujan kemerahan, adalah tanaman berumbi abadi yang menawan milik keluarga Amaryllidaceae. Spesies ini terkenal karena kemampuannya untuk berbunga lebat setelah hujan, oleh karena itu namanya menjadi populer.

Berasal dari Amerika Tengah, khususnya Meksiko dan Guatemala, Z. carinata telah menjadi tanaman hias yang disukai di banyak daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, termasuk Cina. Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai iklim dan kemudahan budidayanya telah berkontribusi pada popularitasnya yang meluas di taman, kebun, dan halaman.

Tanaman ini tumbuh dalam kelompok yang rapat, membentuk rumpun yang menarik dari waktu ke waktu. Dedaunannya terdiri dari daun linier sempit yang menyerupai daun bawang kucai (Allium schoenoprasum), yang muncul langsung dari umbi bawah tanah. Daun seperti rumput ini berwarna hijau tua, biasanya memiliki panjang 15-30 cm dan lebar 3-5 mm, menciptakan penutup tanah yang menarik bahkan saat tanaman tidak berbunga.

Bunga-bunga Z. carinata adalah ciri khasnya yang paling mencolok. Setiap umbi menghasilkan satu atau lebih tangkai bunga (scapes) yang menjulang di atas dedaunan, mencapai ketinggian 15-25 cm. Bunganya besar dan mencolok, berukuran 5-8 cm, dengan bentuk corong atau terompet yang khas yang mengingatkan kita pada bunga amarilis mini. Kelopak bunganya berwarna merah muda cerah hingga merah jambu, sering kali dengan warna yang lebih pekat pada bagian pangkalnya, menciptakan efek ombre yang halus. Di bagian tengah setiap bunga, benang sari kuning yang menonjol memberikan kontras yang indah dengan kelopak merah muda.

Salah satu aspek yang paling menarik dari Z. carinata adalah responnya yang cepat terhadap curah hujan. Setelah masa kering, hujan yang cukup deras dapat memicu pembungaan massal dalam waktu 24-72 jam, mengubah area yang tampaknya tidak aktif menjadi hamparan bunga merah muda. Kebiasaan mekar serempak ini menciptakan tampilan spektakuler yang dapat bertahan selama beberapa hari hingga seminggu.

Meskipun bunga individu berumur pendek, hanya bertahan 2-3 hari, tanaman ini terus menghasilkan bunga baru sepanjang musim tanamnya, yang biasanya berlangsung dari akhir musim semi hingga awal musim gugur di sebagian besar iklim. Di daerah yang bebas embun beku, Z. carinata dapat mekar secara sporadis sepanjang tahun.

Budidaya Z. carinata relatif mudah, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk tukang kebun berpengalaman dan pemula. Umbi lebih menyukai tanah yang memiliki drainase yang baik dan sinar matahari penuh hingga teduh parsial. Mereka tahan kekeringan setelah ditanam tetapi berkinerja terbaik dengan penyiraman teratur selama musim tanam. Di daerah yang lebih dingin, umbi dapat diangkat dan disimpan selama musim dingin, atau tanaman dapat ditanam dalam wadah dan dibawa ke dalam ruangan selama suhu beku.

Dalam desain lanskap, Z. carinata serbaguna dan dapat digunakan dengan berbagai cara. Ini unggul sebagai penutup tanah di area terbuka, di mana efek mekar massalnya dapat dihargai sepenuhnya. Tanaman ini juga cocok untuk taman batu, tepi perbatasan, atau sebagai pengisi di antara tanaman keras yang lebih besar. Di taman kontainer, ini dapat menciptakan tampilan yang menawan di teras atau balkon.

Di luar nilai hiasnya, Z. carinata memiliki makna budaya di beberapa daerah. Di beberapa bagian Asia, bunga ini diasosiasikan dengan cinta dan romantisme, sering kali diberikan sebagai hadiah untuk mengekspresikan kasih sayang. Mekarnya bunga ini secara tiba-tiba setelah hujan juga menjadi simbol kegembiraan yang tak terduga atau kejutan yang menyenangkan di beberapa budaya.

Karena para tukang kebun dan ahli hortikultura terus mencari tanaman dengan perawatan yang rendah dan berdampak tinggi, Zephyranthes carinata tetap menjadi pilihan yang populer. Kombinasi dedaunannya yang menarik, bunganya yang memukau, dan perilaku mekarnya yang menarik memastikan tempatnya sebagai tambahan yang dicintai pada lanskap taman yang beragam di seluruh dunia.

7. Zinnia Elegans

Zinnia elegans, umumnya dikenal sebagai Zinnia Umum atau Zinnia Muda dan Tua, adalah tanaman berbunga tahunan yang hidup milik keluarga Asteraceae. Spesies ini memiliki sistem perakaran yang kuat dan batang yang kokoh dan tegak yang tahan rebah, dengan lapisan trikoma (rambut tanaman) yang khas. Daunnya berbentuk sesil atau petiolate pendek, tersusun berlawanan, dan menunjukkan bentuk bulat telur hingga lanset dengan tekstur kasar.

Perbungaan Zinnia elegans adalah capitulum soliter, yang terdiri dari kuntum sinar dan cakram. Kuntum sinar, yang membentuk "kelopak" yang mencolok, menampilkan palet warna yang beragam termasuk merah tua, magenta, merah muda, ungu, oranye, kuning, dan putih. Kuntum cakram tengah biasanya berwarna kuning atau oranye, menciptakan kontras yang mencolok. Spesies ini dikenal karena variabilitas warnanya yang luar biasa dan potensi bentuk bunga ganda atau semi-ganda pada varietas yang dibudidayakan.

Struktur reproduksi Zinnia elegans diadaptasi untuk penyebaran benih yang efisien. Kuntum sinar betina menghasilkan achenes bulat telur, sedangkan kuntum cakram hermaprodit menghasilkan achenes berbentuk baji. Kedua jenis achenes dimahkotai dengan pappus yang terdiri dari dua hingga empat tenda atau sisik, yang membantu penyebaran angin.

Zinnia elegans menunjukkan periode pembungaan yang berkepanjangan, biasanya mekar dari awal musim panas (Juni) hingga akhir musim gugur (September), dengan produksi benih terjadi dari Juli hingga Oktober. Kebiasaan pertumbuhan tanaman ini dicirikan oleh sifatnya yang "semakin menanjak", di mana cabang-cabang lateral berkembang dan menghasilkan bunga yang melebihi ketinggian mekar terminal awal, menciptakan tampilan berjenjang.

Berasal dari Meksiko, Zinnia elegans diperkenalkan ke Cina pada tahun 1920-an, terutama melalui pertukaran hortikultura dengan Amerika Serikat dan Jepang. Spesies ini telah menjadi tanaman hias yang populer di seluruh dunia karena kemudahan budidaya dan penampilannya yang mencolok.

Zinnia elegans tumbuh subur dalam kondisi hangat dan cerah dan menunjukkan kemampuan beradaptasi yang luar biasa terhadap berbagai jenis tanah. Tanaman ini memiliki toleransi kekeringan yang moderat dan dapat tumbuh dengan baik di tanah yang kurang subur, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk taman dengan perawatan yang rendah. Namun, tanaman ini sensitif terhadap suhu dingin dan panas yang berlebihan, lebih menyukai iklim sedang untuk pertumbuhan dan pembungaan yang optimal.

Dalam praktik hortikultura, Zinnia elegans dihargai karena bunga potongnya yang tahan lama, kemampuannya untuk menarik penyerbuk, dan keserbagunaannya dalam desain taman. Biasanya digunakan di perbatasan, pajangan tempat tidur, dan penanaman kontainer. Dengan pemangkasan yang tepat, tanaman ini dapat memberikan bunga yang terus menerus sepanjang musim tanam, menjadikannya favorit di kalangan tukang kebun dan toko bunga.

Berbagi adalah Peduli.
Peggie

Peggie

Pendiri FlowersLib

Peggie dulunya adalah seorang guru matematika sekolah menengah, namun ia mengesampingkan papan tulis dan buku pelajarannya untuk mengikuti kecintaannya pada bunga. Setelah bertahun-tahun berdedikasi dan belajar, ia tidak hanya mendirikan toko bunga yang berkembang pesat, tetapi juga mendirikan blog ini, "Perpustakaan Bunga". Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mempelajari lebih lanjut tentang bunga, jangan ragu untuk hubungi Peggie.

Sebelum kau pergi
Anda mungkin juga menyukai
Kami memilihnya hanya untuk Anda. Teruslah membaca dan pelajari lebih lanjut!

17 Bunga yang Dimulai dengan I

1. Teratai Es Teratai Es, yang sering disalahartikan sebagai begonia, sebenarnya adalah varietas teratai yang unik (Nelumbo nucifera). Tanaman air abadi ini memiliki ciri-ciri tumbuh secara horizontal, tebal, membengkak...
Baca lebih lanjut

67 Bunga yang Dimulai dengan P

1. Prunus Serrulata Prunus serrulata, umumnya dikenal sebagai "Ceri Berbunga Jepang" atau "Ceri Oriental", adalah spesies ceri hias yang sangat berharga. Kultivar 'Kanzan' (sering salah dieja sebagai 'Kwanzan') adalah...
Baca lebih lanjut

10 Bunga Paling Harum di Dunia

Semua orang tertarik pada daya pikat wewangian bunga, sering kali berhenti sejenak untuk membenamkan diri dalam dunia bunga-bunga aromatik kapan pun mereka menemukannya, dan sulit untuk melepaskan diri ....
Baca lebih lanjut

18 Bunga yang Dimulai dengan U

1. Uraria Crinita Uraria crinita, umumnya dikenal sebagai Foxtail atau Cat's-tail, adalah sub-semak abadi yang termasuk dalam keluarga Fabaceae (sebelumnya Papilionaceae). Spesies ini ditandai dengan batangnya yang tegak...
Baca lebih lanjut
© 2025 FlowersLib.com. Semua hak cipta dilindungi undang-undang. Kebijakan Privasi