Logo FlowersLib

24 Bunga yang Dimulai dengan N

1. Narcissus Tazetta

Narcissus Tazetta

Narcissus tazetta, umumnya dikenal sebagai Chinese Sacred Lily atau Paperwhite Narcissus, adalah spesies bakung multi-bunga, tanaman berumbi abadi dalam keluarga Amaryllidaceae. Spesies ini dicirikan oleh kebiasaan berbunga berkelompok dan aromanya yang manis, membuatnya menjadi tanaman hias yang populer di seluruh dunia.

Struktur tanaman dimulai dengan bonggol yang berbentuk bulat telur hingga subglobose, biasanya berdiameter 3-5 cm, dan ditutupi dengan tunik kertas berwarna coklat. Dari umbi ini muncul daun linier seperti tali, biasanya panjangnya 30-50 cm dan lebar 6-12 mm, dengan warna biru kehijauan dan bentuknya agak bengkok.

Narcissus Tazetta

Tangkai bunga, atau scape, menjulang dari pusat tandan daun, biasanya mencapai ketinggian 30-60 cm. Setiap tangkai bunga biasanya memiliki 4-8 kuntum bunga, meskipun dalam kondisi optimal, beberapa kultivar dapat menghasilkan hingga 15-20 kuntum bunga per tangkai. Bunga-bunga tersusun dalam tandan seperti umbel di bagian atas daun.

Bunga individu N. tazetta berdiameter 2-3 cm, dengan enam segmen perianth (tepal) yang menyebar yang biasanya berwarna putih atau kuning pucat. Corona, atau cangkir, di tengah bunga berwarna kuning, oranye, atau terkadang putih, dan jauh lebih pendek daripada segmen perianth, memberikan bentuk "bakung" yang khas. Bunganya memancarkan aroma yang kuat dan manis, yang khususnya terlihat di ruang tertutup.

N. tazetta lebih menyukai sinar matahari penuh daripada teduh parsial dan tanah yang subur dan berdrainase baik. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan berbagai iklim tetapi tumbuh subur di lingkungan tipe Mediterania dengan musim dingin yang sejuk dan musim panas yang kering. Di daerah yang lebih dingin, sering ditanam sebagai tanaman pot atau dipaksakan di dalam ruangan untuk mekar di musim dingin.

Spesies ini telah dibudidayakan di Tiongkok selama lebih dari seribu tahun dan memiliki nilai budaya yang signifikan. Ini adalah salah satu tanaman yang secara tradisional dipaksa mekar selama Tahun Baru Imlek, yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Dalam budaya Tionghoa, bunga ini dikenal sebagai "水仙" (shuǐ xiān), yang diterjemahkan menjadi "air abadi".

Semua bagian dari N. tazetta, terutama umbi, mengandung alkaloid beracun, termasuk lycorine dan galanthamine. Meskipun senyawa-senyawa ini membuat tanaman beracun jika tertelan dalam jumlah besar, mereka juga berkontribusi pada khasiat obatnya. Dalam pengobatan tradisional, olahan dari umbi telah digunakan untuk sifat analgesik, antitusif, dan muntah. Namun, sangat penting untuk dicatat bahwa penggunaan obat apa pun harus di bawah bimbingan profesional karena toksisitas tanaman.

Dalam hortikultura, N. tazetta dihargai karena periode mekarnya yang lebih awal (biasanya akhir musim dingin hingga awal musim semi), mudah dipaksakan, dan mudah beradaptasi dengan budidaya dalam ruangan. Ini sering digunakan di taman batu, perbatasan, dan wadah, dan membuat bunga potong yang sangat bagus. Umbi dapat dinaturalisasi di iklim yang sesuai, di mana mereka akan berkembang biak dari waktu ke waktu untuk membentuk rumpun besar.

Budidaya N. tazetta membutuhkan perawatan minimal. Umbi harus ditanam di musim gugur, dengan kedalaman sekitar 10-15 cm dan jarak 10-15 cm. Setelah berbunga, biarkan dedaunan mati secara alami untuk mengisi kembali energi umbi untuk musim tanam berikutnya. Di daerah di mana spesies ini tidak tahan musim dingin, umbi dapat diangkat dan disimpan di tempat yang sejuk dan kering sampai musim tanam berikutnya.

2. Narcissus Pseudonarcissus

Narcissus Pseudonarcissus

Narcissus pseudonarcissus, umumnya dikenal sebagai Bakung Liar atau Bunga Bakung Prapaskah, adalah tanaman berumbi abadi dalam keluarga Amaryllidaceae. Bunga musim semi yang ikonik ini berasal dari Eropa Barat, termasuk beberapa bagian dari Prancis, Spanyol, Portugal, dan Inggris.

Tanaman ini tumbuh dari umbi berbentuk bulat, menghasilkan daun tegak dan linier yang berwarna biru kehijauan. Batang bunganya, yang dikenal sebagai scapes, biasanya mencapai tinggi 30-40 cm, masing-masing memiliki satu kuntum bunga yang mengangguk-angguk. Bunga ini terdiri dari perianth (kelopak luar) berwarna kuning pucat dan corona (mahkota bunga) berwarna kuning tua berbentuk terompet. Korona biasanya sama panjang atau sedikit lebih pendek dari segmen perianth. Setelah berbunga, kapsul oval berkembang, berisi biji bulat berwarna hitam.

Bakung liar secara alami tumbuh di hutan gugur, padang rumput, dan lereng berumput. Mereka lebih menyukai tanah yang dikeringkan dengan baik dan cukup subur yang sedikit asam hingga netral (pH 6,0-7,0). Meskipun tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh hingga teduh parsial, mereka dapat mentolerir keteduhan belang-belang di bawah pohon gugur. Tanaman ini beradaptasi dengan musim dingin yang sejuk dan lembab serta musim panas yang hangat dan relatif kering, sehingga cocok untuk daerah beriklim sedang.

Perbanyakan N. pseudonarcissus terutama melalui pembelahan umbi, yang paling baik dilakukan segera setelah dedaunan mati di akhir musim semi atau awal musim panas. Perbanyakan benih dapat dilakukan tetapi lambat, dengan bibit membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mencapai ukuran berbunga.

Di taman, Bakung Liar serbaguna dan dapat digunakan dalam berbagai suasana:

  1. Naturalisasi: Ideal untuk menciptakan penanaman naturalistik di hutan, padang rumput, atau halaman rumput.
  2. Perbatasan dan tempat tidur: Penambahan awal musim semi yang sangat baik untuk perbatasan abadi campuran.
  3. Berkebun dalam wadah: Cocok untuk pot, kotak jendela, dan wadah lainnya.
  4. Bunga potong: Rangkaian bunga yang tahan lama, memberikan sentuhan musim semi yang klasik.
  5. Memaksa: Dapat dipaksa mekar di dalam ruangan selama bulan-bulan musim dingin.

Bunga Bakung Liar memiliki nilai budaya yang signifikan. Bunga ini merupakan bunga nasional Wales, yang secara tradisional dikenakan pada Hari St David (1 Maret). Dalam bahasa bunga, bunga ini melambangkan awal yang baru, kelahiran kembali, dan kehidupan yang abadi. Bunga ini telah menginspirasi para penyair dan seniman selama berabad-abad, terutama puisi terkenal William Wordsworth, "I Wandered Lonely as a Cloud."

Perlu dicatat bahwa semua bagian N. pseudonarcissus mengandung alkaloid beracun, terutama pada umbi. Meskipun hal ini membuatnya tahan terhadap rusa dan hewan pengerat, namun perlu diperhatikan untuk menjauhkannya dari hewan peliharaan dan anak-anak.

Sebagai pembawa berita musim semi, Wild Daffodil terus memikat hati para tukang kebun dan penggemar alam, menawarkan keindahan hias dan makna budaya yang kaya.

3. Nelumbo Nucifera

Nelumbo Nucifera

Nelumbo nucifera, umumnya dikenal sebagai Teratai Suci atau Teratai India, adalah tanaman air yang luar biasa yang termasuk dalam keluarga Nelumbonaceae. Ini adalah salah satu dari dua spesies yang masih ada dalam genus Nelumbo, yang lainnya adalah N. lutea (Teratai Amerika). Teratai tidak memiliki hubungan taksonomi dengan bunga lili air (Nymphaeaceae), meskipun memiliki penampilan yang mirip.

Tanaman air abadi ini dicirikan oleh sistem rimpangnya yang kuat, yang menambatkan tanaman di substrat berlumpur di kolam dan badan air yang bergerak lambat. Rimpang tersegmentasi dengan simpul dan ruas, yang berfungsi sebagai fungsi reproduksi dan penyimpanan. Dari rimpang ini muncul tangkai daun panjang yang menopang daun besar melingkar (berdiameter hingga 60 cm) dengan lapisan lilin khas yang menciptakan permukaan anti air.

Nelumbo Nucifera

Periode pembungaan Teratai biasanya berlangsung dari akhir musim semi hingga awal musim gugur, dengan puncak mekar di musim panas (Juni hingga September). Bunganya besar dan mencolok, berdiameter antara 10-25 cm, dengan banyak kelopak bunga yang tersusun dalam pola spiral.

Sementara varietas liar biasanya berwarna merah muda atau putih, bentuk yang dibudidayakan menawarkan spektrum warna termasuk merah tua, kuning, ungu, dan varietas multi-warna. Setiap bunga mekar di pagi hari dan menutup pada sore hari, berlangsung selama sekitar tiga hari.

Setelah penyerbukan, polong biji (torus) yang khas berkembang, menyerupai pancuran air. Struktur ini berisi 15-25 biji dalam karpel yang terpisah. Bijinya berbentuk bulat telur, panjangnya sekitar 1,5 cm, dan berumur sangat panjang, dengan kasus-kasus yang terdokumentasi tentang biji yang berumur satu abad yang berkecambah dalam kondisi yang tepat.

Budidaya teratai telah menghasilkan banyak varietas, yang secara garis besar dikategorikan menjadi:

  1. Jenis hias: Dihargai karena estetika bunganya, termasuk bentuk bunga tunggal dan ganda.
  2. Jenis yang dapat dimakan: Dibudidayakan untuk diambil rimpangnya yang dapat dimakan (salah disebut sebagai "akar teratai") dan bijinya.

Berasal dari wilayah yang luas yang membentang dari Iran hingga Jepang dan Australia Utara, Teratai telah dibudidayakan secara luas di Asia tropis dan beriklim sedang selama ribuan tahun. Teratai ini tumbuh subur di kedalaman air 30-150 cm dan lebih menyukai paparan sinar matahari penuh.

Seluruh pabrik Lotus menawarkan utilitas:

  • Rimpang: Sayuran yang populer dalam masakan Asia, kaya akan nutrisi dan serat.
  • Biji: Dimakan segar, dipanggang, atau ditumbuk menjadi tepung; digunakan dalam pengobatan tradisional.
  • Daun: Digunakan untuk membungkus makanan; daun yang masih muda dapat dimakan.
  • Bunga: Digunakan dalam teh dan untuk tujuan hias.
  • Benang sari: Digunakan dalam pengobatan tradisional dan wewangian.
  • Biji polong: Digunakan dalam rangkaian bunga.

Teratai memiliki makna budaya dan religius yang mendalam di seluruh Asia. Dalam agama Buddha dan Hindu, teratai melambangkan kemurnian, pencerahan, dan kelahiran kembali. Kemampuannya untuk muncul murni dari air berlumpur telah membuatnya menjadi metafora yang kuat dalam filosofi dan sastra.

Dikenal karena keindahan dan kepentingan budayanya, Teratai ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh bunga terkenal di Tiongkok pada tahun 1985. Bunga ini juga menjadi bunga nasional India, Vietnam, dan Malawi, yang menjadi bukti daya tarik dan signifikansinya yang luas.

Dalam hortikultura, budidaya teratai membutuhkan pengelolaan kualitas air, substrat, dan tingkat nutrisi yang cermat. Potensinya untuk estetika taman air, ditambah dengan khasiatnya yang dapat dimakan dan obat, menjadikannya tanaman yang berharga dalam lanskap hias dan fungsional.

4. Nelumbo Nucifera "Mutiara Oriental"

Nelumbo Nucifera "Oriental Pearl"

Nelumbo Nucifera "Oriental Pearl" adalah kultivar teratai mangkuk yang menawan, tanaman air mini yang sangat cocok untuk berkebun dalam wadah. Varietas kerdil yang berasal dari Jiangsu, Cina ini mencontohkan seni budidaya teratai di ruang terbatas, menawarkan kesempatan kepada para tukang kebun untuk menikmati keindahan teratai tanpa perlu kolam yang besar.

Secara morfologi, "Oriental Pearl" memiliki daun berbentuk perisai yang khas yang didukung oleh tangkai daun yang kuat dan dihiasi duri-duri halus dan pendek. Karakteristik ini tidak hanya berkontribusi pada daya tarik estetika tetapi juga berfungsi sebagai pelindung di habitat aslinya.

Nelumbo Nucifera "Oriental Pearl"

Bunga-bunga dari kultivar ini adalah puncak kemuliaan, mekar di atas batang yang ramping dari bulan Juni hingga September. Setiap kuntum bunga berdiameter 5-10 cm, menampilkan kelopak bunga yang elegan dalam nuansa merah dan merah muda yang cerah. Bentuk kelopak bunga yang elips menambah penampilan bunga yang halus. Seperti varietas teratai lainnya, "Oriental Pearl" menghasilkan bunga yang harum, sehingga meningkatkan daya tarik sensoriknya.

Budidaya "Mutiara Oriental" membutuhkan kondisi khusus untuk pertumbuhan yang optimal. Wadah harus proporsional dengan ukuran kecil tanaman, idealnya berdiameter 25-75 cm dan kedalaman 20-62,5 cm. Sangat penting untuk memilih wadah yang terbuat dari bahan kedap air untuk menjaga lingkungan air. Pot keramik dari tanah liat atau keramik berlapis adalah pilihan yang sangat baik, karena memberikan stabilitas dan mencegah rembesan air.

Varietas teratai ini tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh, yang penting untuk pertumbuhan yang kuat dan pembungaan yang produktif. Ketika terkena naungan parsial, tanaman menunjukkan respons fototropik yang nyata, dengan daun dan batang yang meregang ke arah sumber cahaya yang tersedia. Perilaku ini menggarisbawahi pentingnya menyediakan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhan yang seimbang dan pembungaan yang optimal.

Sifat ringkas dari "Oriental Pearl" cocok untuk teknik budidaya artistik. Seiring dengan kedewasaan tanaman, pemangkasan yang bijaksana dapat menciptakan pergantian yang estetis antara area yang lebat dan yang jarang, meningkatkan daya tarik visualnya. Praktik ini tidak hanya mempertahankan bentuk tanaman yang ringkas tetapi juga mendorong pertumbuhan yang sehat dengan meningkatkan sirkulasi udara dan penetrasi cahaya.

Untuk meningkatkan daya tarik visual rangkaian teratai mangkuk, para penggemar sering kali menyertakan elemen lanskap miniatur, seperti bukit bergaya, perahu kecil, atau jembatan yang halus. Penambahan ini mengubah wadah menjadi lanskap air miniatur yang menawan, yang mengingatkan kita pada taman tradisional Tiongkok.

Nelumbo Nucifera "Oriental Pearl" mencontohkan perpaduan antara hortikultura dan seni, menawarkan kesempatan unik bagi para tukang kebun untuk menumbuhkan keanggunan akuatik di ruang yang terbatas. Perawakannya yang mungil, bunganya yang indah, dan kemampuannya beradaptasi dengan pertumbuhan wadah menjadikannya pilihan ideal bagi tukang kebun pemula dan berpengalaman yang ingin menjelajahi dunia berkebun air mini.

5. Nelumbo Nucifera "Putri Salju"

Nelumbo Nucifera "Putri Salju"

Nelumbo Nucifera "Putri Salju" adalah kultivar teratai suci yang menakjubkan, yang terkenal dengan mekarnya yang indah dan berwarna putih bersih. Kuncup bunganya berbentuk buah persik, dengan diameter sekitar 12 cm.

Varietas ini memiliki kelopak bunga ganda, dengan sebagian besar benang sari betina berubah menjadi kelopak bunga tambahan (proses yang dikenal sebagai transformasi petaloid), sehingga menghasilkan penampilan yang subur dan penuh. Karena transformasi petaloid yang ekstensif ini, "Putri Salju" jarang menghasilkan buah, dan lebih memfokuskan energinya pada tampilan bunga.

Sebagai anggota kategori teratai mangkuk, "Putri Salju" secara khusus dibiakkan untuk budidaya dalam wadah, menjadikannya pilihan ideal untuk taman air, kolam teras, atau bahkan budidaya dalam ruangan dengan perawatan yang tepat. Varietas teratai miniatur ini mempertahankan karakteristik elegan dari varietas teratai yang lebih besar sambil beradaptasi untuk tumbuh subur di ruang terbatas.

Daun "Putri Salju" merupakan ciri khas dari genus Nelumbo, menunjukkan bentuk peltate (berbentuk perisai) dengan garis melingkar. Tangkai daunnya kokoh dan dihiasi duri-duri pendek, sebuah karakteristik yang membantu menolak air dan menjaga kebersihan daun. Setiap bunga ditanggung sendiri-sendiri di atas tangkai yang kokoh (tangkai bunga), muncul dari dalam air untuk menampilkan keindahannya.

Pada tahap vegetatifnya, kuncup bunga menampilkan rona putih kehijauan yang halus, yang secara bertahap bertransformasi menjadi putih bersih saat kuncup bunga mekar dan terbuka. Transisi ini menciptakan tampilan yang mempesona selama proses mekar.

"Putri Salju" membutuhkan paparan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan pembungaan yang optimal. Apabila ditempatkan di lokasi yang teduh sebagian, tanaman ini menunjukkan fototropisme yang kuat, dengan daun dan bunga yang menjulur ke arah sumber cahaya yang tersedia. Perilaku ini menggarisbawahi pentingnya menyediakan sinar matahari yang memadai untuk perkembangan dan tampilan bunga terbaik.

Kultivar ini merupakan produk keahlian hortikultura, berasal dari Provinsi Jiangsu, Tiongkok, wilayah yang terkenal dengan sejarah panjang budidaya dan pengembangbiakan teratai. "Putri Putih Salju" mencontohkan seni miniaturisasi dalam pembiakan teratai, menawarkan kemegahan teratai tradisional dalam bentuk yang ringkas yang cocok untuk taman dan ruang tamu modern.

Untuk mempertahankan daya tarik estetika "Putri Salju" dalam pengaturan wadah, pemangkasan secara teratur sangat penting. Praktik ini melibatkan pemangkasan secara selektif untuk menghilangkan pertumbuhan berlebih untuk mencapai komposisi bunga dan dedaunan yang seimbang. Pemangkasan yang tepat akan meningkatkan keanggunan alami tanaman, menciptakan penataan yang harmonis yang menampilkan interaksi antara bunga-bunga putih bersih dan dedaunan hijau yang subur.

Singkatnya, Nelumbo Nucifera "Putri Salju" adalah mahakarya pembiakan teratai, yang memadukan keindahan abadi teratai suci dengan kepraktisan berkebun dalam wadah. Bunganya yang seputih salju dan berkelopak ganda, kebiasaan tumbuhnya yang kompak, dan kemampuan beradaptasi di ruang terbatas membuatnya menjadi pilihan yang berharga bagi para penggemar taman air baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.

6. Nelumbo Nucifera 'Big Versicolor'

Nelumbo Nucifera 'Big Versicolor'

Nelumbo Nucifera 'Big Versicolor' adalah kultivar luar biasa yang ditemukan di daerah Puzhehei yang indah di Wenshan, Provinsi Yunnan, Tiongkok. Varietas yang luar biasa ini termasuk dalam garis keturunan teratai Cina dan dicirikan sebagai jenis tanaman besar dengan kelopak ganda dan mekar beraneka warna.

Kuncup bunga 'Big Versicolor' memiliki ciri khas, dengan bentuk bulat seperti buah persik. Bunga ini didominasi warna hijau, dihiasi dengan lingkaran cahaya ungu-merah yang memikat di sepanjang tepi kelopaknya. Saat kuncupnya terbuka, akan terlihat bunga warna-warni yang memukau dan memikat hati dengan paletnya yang rumit. Kelopak bunganya sebagian besar berwarna putih, bertransisi ke rona hijau-kuning yang lembut pada bagian pangkalnya. Menambah daya pikat visualnya adalah bercak merah cerah yang menghiasi tepi kelopak bunga dan bercak hijau unik yang menghiasi ujung kelopak bagian dalam.

Kultivar ini memiliki dimensi bunga yang mengesankan, dengan mekar berdiameter 18-25 cm. 'Big Versicolor' dikenal karena kebiasaan berbunga yang produktif, menghasilkan bunga yang melimpah sepanjang musim mekarnya. Setiap bunga diberkahi dengan 71-113 kelopak bunga, menciptakan tampilan yang subur dan penuh yang melambangkan keindahan teratai berbunga ganda.

Fitur botani yang menarik dari 'Big Versicolor' adalah struktur reproduksinya. Beberapa benang sari betina mengalami petaloid, sebuah fenomena di mana benang sari berubah menjadi struktur seperti kelopak, yang berkontribusi pada kepenuhan bunga. Namun, benang sari lainnya berkembang secara normal, memungkinkan tanaman untuk menghasilkan biji teratai yang layak, sehingga mempertahankan kemampuan reproduksinya.

Sebagai teratai hias berukuran besar, Nelumbo Nucifera 'Big Versicolor' sangat dihargai dalam desain lanskap dan estetika taman. Kebiasaan pertumbuhannya yang kuat, ditambah dengan tampilan bunganya yang spektakuler, menjadikannya pilihan ideal untuk menyempurnakan taman air, kolam, dan lanskap air. Kemampuan kultivar ini untuk menciptakan dampak visual yang kuat sekaligus menawarkan manfaat ekologis, seperti menyediakan habitat bagi satwa liar air, semakin meningkatkan nilainya dalam pengaturan taman.

Kualitas hias yang luar biasa dari 'Big Versicolor', termasuk ukuran, jumlah kelopak, dan pola warna yang unik, berkontribusi pada nilai hias yang sangat tinggi. Kultivar ini menonjol sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin menciptakan tampilan akuatik yang memukau atau menambahkan sentuhan keindahan eksotis ke ruang taman mereka. Penemuan dan pembudidayaannya merupakan kontribusi yang signifikan terhadap tradisi pemuliaan dan apresiasi teratai yang kaya dalam hortikultura Tiongkok.

7. Nelumbo Nucifera 'Guifeizuijiu'

Nelumbo Nucifera 'Guifeizuijiu'

Nelumbo nucifera 'Guifeizuijiu' adalah kultivar teratai suci, bukan semak daun. Ini adalah tanaman tahunan air yang dikenal karena bunganya yang menakjubkan dan memiliki makna budaya. Nama 'Guifeizuijiu' diterjemahkan menjadi "Selir Kekaisaran yang Mabuk," yang mencerminkan postur mekarnya yang elegan dan terkulai.

Tanaman ini memiliki daun melingkar besar yang dapat mencapai diameter hingga 60 cm. Daun-daun ini bersifat hidrofobik, dengan lapisan lilin yang menyebabkan air menjadi butiran dan menggelinding, menjaga permukaannya tetap bersih dan kering. Daunnya dipegang di atas air dengan tangkai daun yang panjang dan kokoh.

Bunga 'Guifeizuijiu' sangat mencolok. Bunga ini berukuran besar, biasanya berdiameter 15-25 cm, dan menampilkan warna ungu kemerahan yang indah. Saat bunga terbuka sepenuhnya, kelopak bagian atas berwarna merah muda yang lebih terang, menciptakan gradasi warna yang menawan. Bunga-bunga itu ditanggung pada tangkai panjang yang menjulang tinggi di atas dedaunan.

Struktur bunganya mencakup banyak kelopak bunga yang tersusun dalam pola konsentris di sekeliling wadah pusat berwarna kuning yang menonjol. Wadah ini, yang sering disebut sebagai polong biji, berisi karpel di mana biji akan berkembang setelah penyerbukan. Benang sari sangat banyak dan mengelilingi karpel.

'Guifeizuijiu' biasanya mekar dari pertengahan musim panas hingga awal musim gugur, tergantung pada iklim. Setelah berbunga, polong bijinya tetap menjadi hiasan, sering digunakan dalam rangkaian bunga.

Kultivar ini dihargai di taman air dan kolam karena nilai hiasnya dan kemampuannya untuk membantu menjaga kualitas air melalui sistem perakarannya yang luas. Ia lebih menyukai sinar matahari penuh dan air yang tenang atau bergerak lambat dengan kedalaman 30-150 cm.

Selain daya tarik estetikanya, bagian dari tanaman teratai, termasuk rimpang, biji, dan daun mudanya, dapat dimakan dan digunakan dalam berbagai masakan Asia. Tanaman ini juga memiliki nilai budaya dan religius yang signifikan dalam banyak tradisi Timur.

Perbanyakan 'Guifeizuijiu' biasanya dilakukan melalui pembelahan rimpang di musim semi atau dengan biji, meskipun metode yang terakhir mungkin tidak menghasilkan tanaman yang sesuai dengan kultivar. Harus berhati-hati saat menangani, karena semua bagian tanaman mengandung alkaloid dan dapat menyebabkan iritasi kulit pada individu yang sensitif.

8. Nelumbo Nucifera 'Hong Taiyang'

Nelumbo Nucifera 'Hong Taiyang'

Nelumbo Nucifera 'Hong Taiyang' adalah kultivar teratai suci yang menakjubkan, yang terkenal dengan mekarnya yang berwarna merah cerah. Tanaman air abadi ini memiliki sistem rimpang horizontal yang kuat, ditandai dengan ruas yang menebal dan berisi banyak saluran udara memanjang. Rimpang ini menghasilkan akar adventif yang menambatkan tanaman di habitat airnya.

Daun 'Hong Taiyang' sangat mengesankan, dengan bilah pelepah yang besar, melingkar, dan berdiameter hingga 60 cm. Daunnya sedikit bergelombang di bagian tepi dan permukaan atas yang halus dan licin, dilapisi dengan lapisan lilin anti air. Tangkai daunnya kokoh, silindris, dan berongga, memungkinkannya untuk menopang dedaunan di atas air sekaligus memfasilitasi pertukaran gas.

Bunga 'Hong Taiyang' adalah fitur yang paling mencolok. Bunga ini diklasifikasikan sebagai bunga ganda, dengan 72 kelopak bunga yang mengesankan yang tersusun dalam konfigurasi berbentuk mangkuk. Kuncupnya berbentuk seperti buah persik, membuka untuk memperlihatkan kelopak berwarna ungu-merah tua yang matang menjadi merah cemerlang seperti matahari - oleh karena itu dinamakan 'Hong Taiyang', yang diterjemahkan menjadi 'Matahari Merah' dalam bahasa Mandarin. Bunga-bunga ini dapat berukuran hingga 25 cm, menciptakan tampilan yang spektakuler.

Sebagai tanaman air, 'Hong Taiyang' tumbuh subur di perairan yang tenang dan dangkal seperti danau, rawa-rawa, dan kolam. Teratai ini lebih menyukai kedalaman antara 30-150 cm dan membutuhkan substrat yang kaya akan bahan organik. Kultivar teratai ini bersifat heliofilik, membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan pembungaan yang optimal. Ketika tumbuh dalam kondisi teduh sebagian, tanaman akan menunjukkan fototropisme yang kuat, membentang ke arah sumber cahaya yang tersedia.

Kisaran suhu ideal untuk 'Hong Taiyang' adalah antara 20-30°C (68-86°F). Tanaman ini dapat mentolerir suhu dingin dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan perlindungan di daerah yang airnya bisa membeku. Di daerah beriklim sedang, rimpang dapat melewati musim dingin di dalam bingkai dingin atau dibawa ke dalam ruangan.

Perbanyakan 'Hong Taiyang' biasanya dilakukan melalui pembelahan rimpang di musim semi atau awal musim panas. Biji juga dapat digunakan, tetapi mungkin tidak menghasilkan tanaman yang sesuai dengan kultivar induknya.

Kultivar ini, seperti varietas teratai lainnya, memiliki makna budaya dalam banyak tradisi Asia, melambangkan kemurnian, pencerahan, dan kelahiran kembali. Penampilannya yang mencolok membuatnya menjadi pilihan populer untuk taman air hias, taman umum, dan taman tradisional Tiongkok. Di luar nilai estetikanya, bagian dari tanaman ini, termasuk rimpang dan bijinya, digunakan dalam pengobatan tradisional dan masakan di beberapa budaya.

'Hong Taiyang' membutuhkan pemupukan secara teratur selama musim tanam untuk mendukung pertumbuhannya yang subur dan pembungaan yang melimpah. Penting juga untuk menjaga kualitas air dan mengelola potensi hama seperti kutu daun atau penggerek teratai untuk memastikan kesehatan dan umur panjang tanaman.

9. Nelumbo Nucifera 'Qian Ban Lian'

Nelumbo Nucifera 'Qian Ban Lian'

Nelumbo Nucifera 'Qian Ban Lian', umumnya dikenal sebagai Teratai Kelopak Seribu, adalah kultivar teratai suci yang luar biasa. Teratai ini diklasifikasikan di bawah keluarga Nelumbonaceae menurut sistem Angiosperm Phylogeny Group (APG) saat ini. Klasifikasi yang lebih tua yang menempatkannya dalam Nymphaeaceae sekarang dianggap usang oleh sebagian besar ahli botani.

Varietas teratai yang luar biasa ini berasal dari Kuil Yuquan di Kabupaten Dangyang, Provinsi Hubei, Tiongkok. Meskipun struktur daun dan tangkai daunnya mirip dengan tanaman teratai standar, 'Qian Ban Lian' dibedakan dari kelopak bunganya yang sangat banyak dan morfologi bunganya yang kompleks.

Fitur yang paling mencolok dari kultivar ini adalah kelopak bunganya yang sangat banyak, dengan masing-masing bunga biasanya memiliki sekitar 1.000 kelopak. Kelopak bunga ini tersusun dalam beberapa lapisan, yang secara bertahap mengecil dari lingkaran luar ke arah tengah bunga. Karakteristik unik ini memunculkan nama Tionghoa 'Qian Ban Lian', yang diterjemahkan menjadi "Teratai Kelopak Seribu".

Periode mekarnya 'Qian Ban Lian' dimulai pada pertengahan musim panas dan berlangsung selama hampir tiga bulan, memberikan tampilan yang lebih lama dari bunganya yang spektakuler. Kelopak bunganya menunjukkan transformasi warna yang memukau di sepanjang siklus hidupnya. Awalnya, kelopak bunga ini muncul dengan warna ungu-merah tua. Saat bunga matang, warnanya berangsur-angsur memudar, bertransisi melalui berbagai corak hingga mencapai warna merah muda yang lembut. Tahap warna merah muda ini menandakan awal penuaan bunga.

Periode pembungaan kultivar ini yang panjang, ditambah dengan perubahan warna yang dramatis dan kelopak bunga yang melimpah, menjadikannya spesimen yang berharga dalam hortikultura hias. Karakteristiknya yang unik tidak hanya menawarkan daya tarik visual, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mempelajari perkembangan bunga dan genetika warna pada tanaman teratai.

Terlepas dari nilai hiasnya, membudidayakan 'Qian Ban Lian' membutuhkan kondisi khusus yang serupa dengan varietas teratai lainnya, termasuk paparan sinar matahari penuh, tanah akuatik atau tanah berawa yang kaya akan nutrisi, dan suhu yang hangat. Kelangkaan dan persyaratan budaya yang spesifik membuatnya menjadi tanaman yang disayangi oleh para penggemar teratai dan kebun raya yang mengkhususkan diri pada flora air.

10. Nelumbo Nucifera 'Wu Fei Lian'

Nelumbo Nucifera 'Wu Fei Lian'

Nelumbo Nucifera 'Wu Fei Lian' adalah kultivar teratai yang luar biasa yang diperkenalkan dari Jepang. Pada tahun 1966, pemulia teratai Jepang terkenal Sakamoto Yuji berhasil menyilangkan teratai kuning Amerika (Nelumbo lutea) dengan kultivar Jepang 'Dahe Lian', menghasilkan hibrida yang menakjubkan ini.

'Wu Fei Lian' dicirikan sebagai tanaman yang besar dan kuat dengan bentuk bunga semi-ganda yang unik dan berwarna-warni. Ciri khasnya yang paling menonjol adalah kelopak bunganya yang sangat panjang, yang berkontribusi pada postur bunga yang bebas dan elegan. Penampilan anggun ini membangkitkan citra ratu penari, oleh karena itu nama puitisnya dalam bahasa Tionghoa "Wu Fei Lian", yang diterjemahkan menjadi "Teratai Terbang yang Menari".

Kuncup bunga 'Wu Fei Lian' memanjang dan berbentuk buah persik, menampilkan rona merah muda yang lembut. Saat mekar, bunga ini menampakkan pola tiga warna yang menawan: warna merah pekat pada ujung kelopak bunga, hijau pucat yang lembut di bagian tengah, dan kuning hangat pada bagian pangkalnya. Kombinasi warna yang harmonis ini menciptakan dampak visual yang mencolok. Bunga yang mekar sepenuhnya memiliki diameter 24-28 cm (9,5-11 inci) yang mengesankan, dan tanaman ini menghasilkan mekar yang berlimpah sepanjang musim.

Saat mekar sempurna, kelopak bunga 'Wu Fei Lian' yang panjang berkibar dengan anggunnya saat tertiup angin sepoi-sepoi, menambahkan elemen dinamis pada penampilannya yang sudah memukau. Gerakan ini semakin menyempurnakan kualitasnya yang halus seperti tarian.

'Wu Fei Lian' sangat cocok untuk penanaman di kolam, di mana ia dapat mencapai potensi penuhnya dalam hal ukuran dan keindahan. Perawakannya yang besar dan bunganya yang menarik membuatnya menjadi titik fokus yang sangat baik di taman air. Untuk efek estetika yang optimal, pertimbangkan untuk memasangkannya dengan tanaman air lainnya dengan ketinggian dan tekstur yang bervariasi, seperti tanaman rambat, iris, atau tanaman terapung yang lebih kecil. Kombinasi ini akan menciptakan lanskap air yang beragam dan menarik secara visual.

Seperti semua varietas teratai, 'Wu Fei Lian' membutuhkan paparan sinar matahari penuh, tanah yang kaya nutrisi, dan kelembapan yang konsisten untuk tumbuh subur. Pemupukan secara teratur selama musim tanam akan membantu mendukung pertumbuhan yang kuat dan pembungaan yang produktif. Dengan perawatan yang tepat, kultivar ini akan memberikan tampilan warna dan bentuk yang spektakuler, menjadi pusat perhatian dalam pengaturan taman air apa pun.

11. Nematanthus Wettsteinii

Nematanthus Wettsteinii

Nematanthus wettsteinii, umumnya dikenal sebagai Tanaman Ikan Mas, adalah tanaman tahunan epifit yang termasuk dalam keluarga Gesneriaceae. Spesies ini berasal dari wilayah Hutan Atlantik di Brasil tenggara, bukan dari Afrika selatan seperti yang dinyatakan sebelumnya. Tanaman ini memiliki pangkal semi-kayu dengan batang menanjak atau menurun yang bertransisi dari hijau di masa mudanya menjadi coklat kemerahan saat dewasa.

Daun N. wettsteinii sederhana, berseberangan, dan berdaging dengan bentuk bulat telur hingga elips. Mereka memiliki permukaan atas yang mengkilap, hijau tua, sedangkan bagian bawahnya mungkin menunjukkan semburat kemerahan, terutama di sepanjang pelepah. Dedaunan biasanya memiliki panjang 2-4 inci (5-10 cm) dan lebar 1-2 inci (2,5-5 cm).

Bunga-bunga khas tanaman ini, yang memunculkan nama umum, mekar terutama dari akhir musim gugur hingga awal musim semi (November hingga Maret di habitat aslinya). Bunga-bunga ini soliter, muncul dari ketiak daun, dan menampilkan struktur berbentuk tabung yang unik seperti kantong. Mahkota bunga ini didominasi warna oranye-merah, sering kali dengan sorotan kuning, menciptakan kemiripan yang mencolok dengan ikan mas. Kemiripan visual ini disempurnakan oleh cara bunganya yang menggantung pada tanaman.

N. wettsteinii tumbuh subur dalam cahaya terang dan tidak langsung, namun dapat mentolerir sinar matahari pagi secara langsung. Ia lebih menyukai kelembaban tinggi (60-80%) dan sirkulasi udara yang baik. Media tanam yang ideal adalah campuran yang dikeringkan dengan baik, sedikit asam (pH 6.0-6.5) yang terdiri dari kulit kayu anggrek, lumut gambut, dan perlit. Penyiraman secara teratur tapi tidak terlalu sering sangat penting, biarkan satu inci bagian atas tanah mengering di antara waktu penyiraman untuk mencegah pembusukan akar.

Perbanyakan paling sering dilakukan melalui stek batang yang diambil pada musim semi atau awal musim panas. Stek ini harus memiliki panjang 3-4 inci (7,5-10 cm) dan memiliki setidaknya dua ruas daun. Mereka mudah berakar di media yang lembab dan memiliki drainase yang baik di bawah kelembaban tinggi.

Meskipun Tanaman Ikan Mas memang berkontribusi pada kualitas udara dalam ruangan dengan menyerap karbon dioksida selama fotosintesis dan melepaskan oksigen, sifat pemurni udaranya tidak terlalu unggul dibandingkan tanaman hias lainnya. Namun, tanaman ini membantu menjaga kelembapan dalam ruangan melalui transpirasi, yang dapat bermanfaat di lingkungan yang kering.

Dalam budidaya, N. wettsteinii dihargai karena bunganya yang unik dan kebiasaan pertumbuhannya yang bertingkat, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk keranjang gantung atau sebagai tanaman susulan dalam wadah campuran. Dengan perawatan yang tepat, tanaman ini dapat berbunga beberapa kali dalam setahun, memberikan nilai hias yang tahan lama di dalam ruangan.

12. Neofinetia Falcata

Neofinetia Falcata

Neofinetia falcata, umumnya dikenal sebagai Anggrek Angin atau Fūran dalam bahasa Jepang, adalah spesies anggrek epifit mini yang termasuk dalam keluarga Orchidaceae. Anggrek yang sangat indah ini biasanya mencapai ketinggian 8-10 cm, dengan batang yang agak pipih dan diselimuti oleh selubung daun. Daunnya sangat tebal dan kasar, dengan bentuk lonjong sempit berbentuk sabit yang memberikan julukan Latin "falcata", yang berarti berbentuk sabit.

Perbungaan Neofinetia falcata muncul dari ketiak daun, dengan kuncup bunga berbentuk bulat telur-lanset yang meruncing ke satu titik. Bunganya sendiri berwarna putih bersih, sangat harum, dan biasanya mekar pada akhir musim semi hingga awal musim panas, dengan bulan April sebagai periode puncak pembungaan di banyak daerah. Setiap bunga berukuran sekitar 2-3 cm dan memiliki ciri khas taji melengkung yang panjang di bagian belakang.

Neofinetia Falcata

Berasal dari Asia Timur, habitat alami Anggrek Angin membentang di beberapa provinsi di Cina, meluas ke seluruh Jepang (di mana anggrek ini sangat dihormati), dan mencapai wilayah selatan Semenanjung Korea. Di daerah asalnya, anggrek ini tumbuh subur sebagai epifit di batang pohon di hutan pegunungan, yang muncul di ketinggian hingga 1.520 meter di atas permukaan laut.

Budidaya Neofinetia falcata relatif mudah, membuatnya populer di kalangan penggemar anggrek. Sifat epifitnya menentukan persyaratan budaya yang spesifik:

  1. Cahaya: Membutuhkan naungan yang teduh selama cahaya yang intens pada musim panas dan musim gugur, tetapi mendapatkan manfaat dari peningkatan pencahayaan di musim dingin dan awal musim semi saat cahaya matahari tidak terlalu intens.
  2. Media pot: Tumbuh subur dalam campuran potongan kulit kayu, batu anggrek, dan arang yang dikeringkan dengan baik. Sebagai alternatif, dapat dipasang pada lempengan pakis pohon, kulit kayu gabus, atau diikat langsung ke batang pohon atau papan kayu ular untuk meniru kondisi pertumbuhan alaminya.
  3. Penyiraman dan kelembaban: Selama musim tanam aktif, media pot harus dijaga agar tetap lembab secara konsisten tetapi tidak tergenang air. Kelembapan yang tinggi sangat penting, dan disarankan untuk sering menyiramnya selama periode panas dan kering untuk meningkatkan kelembapan udara dan membantu mengatur suhu.
  4. Suhu: Lebih menyukai suhu menengah hingga hangat, biasanya antara 15-30°C (59-86°F), dengan sedikit penurunan suhu pada malam hari.
  5. Pemupukan: Beri makan mingguan dengan pupuk anggrek yang seimbang dan larut dalam air dengan kekuatan seperempat selama musim tanam, kurangi menjadi bulanan selama musim dingin.
  6. Perbanyakan: Terutama dicapai melalui pembelahan tanaman dewasa, memastikan setiap bagian memiliki akar yang memadai dan setidaknya 3-4 daun.

Anggrek Angin memiliki nilai hortikultura, ilmiah, dan budaya yang signifikan. Di Jepang, anggrek ini telah dibudidayakan selama berabad-abad sebagai bagian dari bentuk seni yang dikenal sebagai Fūkiran, dengan spesimen yang berharga mahal. Namun, popularitasnya telah berkontribusi pada statusnya yang terancam di alam liar.

Survei lapangan telah mengungkapkan bahwa ekspansi pertanian, praktik kehutanan, dan pengembangan peternakan telah menyebabkan hilangnya habitat dan fragmentasi, yang mengakibatkan menurunnya populasi liar. Selain itu, pengambilan yang berlebihan untuk perdagangan tanaman hias telah memperparah kerentanannya di alam.

Upaya konservasi sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup Neofinetia falcata di habitat aslinya. Upaya-upaya tersebut meliputi perlindungan habitat, praktik budidaya yang berkelanjutan, dan peraturan yang lebih ketat dalam pengambilan spesimen dari alam liar. Kemampuan spesies ini untuk beradaptasi dengan budidaya memberikan harapan untuk program konservasi ex-situ dan mengurangi tekanan pada populasi liar.

Kesimpulannya, Neofinetia falcata mewakili perpaduan harmonis antara daya tarik hortikultura, minat ilmiah, dan signifikansi budaya. Keindahannya yang lembut, aromanya yang memabukkan, dan sejarah budayanya yang kaya membuatnya menjadi spesies yang berharga di dunia anggrek, menggarisbawahi pentingnya upaya konservasi untuk melindungi tanaman yang luar biasa ini untuk generasi mendatang.

13. Neomarica Gracilis

Neomarica Gracilis

Neomarica gracilis, umumnya dikenal sebagai Walking Iris atau Apostle Plant, adalah tanaman tahunan yang termasuk dalam keluarga Iridaceae. Berasal dari Brasil dan bagian lain dari Amerika Selatan, spesies yang elegan ini sering keliru disebut sebagai "Iris Brasil."

Tanaman ini memiliki rimpang pendek yang darinya muncul susunan daun seperti kipas. Daunnya berbentuk ensiform (berbentuk pedang), bertekstur kasar, dan sedikit melengkung. Mereka memiliki warna hijau tua, berakhir di ujung lancip, dengan pangkal yang menjepit batang dengan cara melapisi. Dedaunan biasanya tumbuh hingga ketinggian 60-90 cm (2-3 kaki).

Neomarica Gracilis

Perbungaan N. gracilis sangat khas. Tangkai (tangkai bunga) berbentuk pipih dan seperti daun, dengan urat tengah yang menonjol. Bunga muncul dari puncak bracts seperti spathe. Setiap mekar bersifat sementara, hanya berlangsung satu hari, tetapi tanaman ini menghasilkan rangkaian bunga dalam waktu yang lama, biasanya dari akhir musim semi hingga musim panas (Maret hingga Agustus di habitat aslinya).

Bunganya menunjukkan karakteristik struktur yang kompleks dari keluarga Iridaceae. Bunga ini terdiri dari enam kelopak yang tersusun dalam dua lingkaran. Tepal luar lebih besar, berwarna putih dengan bercak basal coklat kemerahan atau ungu yang mencolok, dan refleks ke bawah saat dibuka. Tepal bagian dalam lebih kecil, tegak, dan melengkung, menampilkan warna biru-ungu yang dihiasi garis-garis putih. Arsitektur bunga yang rumit ini menarik berbagai penyerbuk, termasuk lebah dan kupu-kupu.

Berlawanan dengan teks aslinya, N. gracilis berasal dari Amerika Selatan, bukan Amerika Tengah. Tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab dengan cahaya tidak langsung yang terang. Kisaran suhu optimal untuk budidaya memang 20-28°C (68-82°F). Spesies ini menunjukkan toleransi panas tetapi sensitif terhadap embun beku, sehingga cocok untuk zona tahan banting USDA 9-11.

Dalam hal preferensi substrat, N. gracilis menyukai tanah yang berdrainase baik dan kaya organik dengan pH mulai dari sedikit asam hingga netral (6,0-7,0). Kelembaban yang konsisten sangat penting selama musim tanam aktif, tetapi tanaman dapat mentolerir periode kekeringan yang singkat setelah tumbuh. Penyiraman yang berlebihan, terutama pada tanah dengan drainase yang buruk, dapat menyebabkan pembusukan akar.

Metode perbanyakan meliputi pembagian rimpang dan penaburan benih. Pembelahan paling baik dilakukan pada musim semi atau awal musim panas, sementara benih dapat disemai segera setelah matang. Nama umum tanaman "Iris Berjalan" berasal dari kemampuannya menghasilkan plantlet di ujung tangkai bunganya, yang membungkuk ke tanah dan berakar, memungkinkan tanaman untuk "berjalan" dan menyebar.

Meskipun N. gracilis terutama dibudidayakan untuk nilai hiasnya di taman dan sebagai tanaman hias, tanaman ini memiliki beberapa signifikansi etnobotani. Pengobatan tradisional di daerah asalnya telah menggunakan berbagai bagian tanaman ini untuk sifat anti-inflamasi dan analgesik. Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian ilmiah tentang kemanjuran obatnya masih terbatas, dan penggunaan obat apa pun harus didekati dengan hati-hati dan di bawah bimbingan profesional.

Dalam hortikultura, N. gracilis dihargai karena dedaunannya yang arsitektural dan mekarnya yang eksotis. Sangat cocok untuk taman tropis dan subtropis, konservatori, dan sebagai tanaman kontainer di daerah beriklim dingin. Ketika ditanam di dalam ruangan, tanaman ini mendapat manfaat dari cahaya yang terang dan tersaring serta kelembapan yang tinggi, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk kamar mandi atau dapur dengan cahaya alami yang memadai.

14. Nerium Indicum

Nerium Indicum

Nerium indicum, umumnya dikenal sebagai Oleander Putih, adalah tanaman dikotil yang termasuk dalam keluarga Apocynaceae dan genus Nerium. Semak hijau ini memiliki ciri khas cabang berwarna hijau tua keabu-abuan, dengan tunas muda yang menampilkan tepi yang berbeda dan lapisan trikoma halus yang rontok saat cabang-cabang tersebut matang.

Dedaunan Nerium indicum tersusun dalam pasangan yang berlawanan atau lingkaran yang terdiri dari tiga sampai empat daun. Daunnya menunjukkan permukaan atas berwarna hijau tua seperti lilin yang kontras dengan bagian bawah yang berwarna hijau muda. Ciri yang menonjol adalah pelepah yang tersembunyi di permukaan daun, dan tangkai daun (tangkai daun) yang pipih.

Nerium Indicum

Bunga Oleander Putih memiliki dua jenis kelamin dan sedikit harum. Mereka memiliki lima benang sari dan ovarium superior. Mahkota bunganya berwarna putih, gamopetal (memiliki kelopak bunga yang menyatu), dan berbentuk corong, terbelah menjadi lima lobus. Spesies ini mekar secara produktif dari bulan Mei hingga Oktober, menghasilkan bunga putih yang memiliki kemiripan dengan bunga persik, memberikan periode pembungaan yang diperpanjang sekitar enam bulan.

Buah Nerium indicum adalah folikel yang memanjang, berukuran panjang 10-23 cm dan diameter 1,5-2 cm. Biji di dalamnya berbentuk elips dan di atasnya terdapat trikoma berwarna coklat, yang memudahkan penyebaran angin.

White Oleander memiliki distribusi yang luas di Cina bagian utara dan selatan dan sering ditemukan di wilayah Mediterania. Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai iklim berkontribusi pada pembudidayaan secara luas.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun Nerium indicum tidak terlalu beracun dibandingkan dengan kerabatnya, Nerium oleander (Oleander Merah), namun masih mengandung glikosida jantung dan senyawa lain yang beracun jika tertelan. Terlepas dari toksisitasnya, Oleander Putih telah digunakan dalam pengobatan tradisional, dengan daunnya sering dibuat sebagai ramuan atau dikeringkan, dibuat bubuk, dan dienkapsulasi untuk dikonsumsi. Ini terkenal memiliki sifat emetik (menyebabkan muntah) dan antispasmodik.

Namun, sangat penting untuk ditekankan bahwa penggunaan Nerium indicum sebagai obat hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan profesional yang ketat karena potensi toksisitasnya. Pengobatan sendiri dengan bagian mana pun dari tanaman ini bisa sangat berbahaya dan sangat tidak disarankan. Dalam konteks hortikultura, perawatan harus dilakukan untuk menanam Oleander Putih jauh dari area yang sering dikunjungi anak-anak atau hewan peliharaan, dan peralatan pelindung yang tepat harus digunakan saat menangani tanaman.

15. Nerium Oleander

Nerium Oleander

Nerium oleander adalah semak cemara yang kuat dan hijau yang dapat tumbuh hingga ukuran yang cukup besar. Cabang-cabangnya menunjukkan warna abu-abu kehijauan yang khas dan mengandung getah seperti susu. Daunnya berbentuk lanset, dengan permukaan atas berwarna hijau tua, gundul, dan bagian bawah berwarna hijau muda yang ditandai dengan banyak stomata.

Perbungaannya berbentuk cymose, dengan bunga bagian tengah mekar terlebih dahulu, diikuti oleh beberapa mekar di bagian pinggir. Bunganya biasanya berwarna merah muda, putih, atau merah, dengan mahkota berbentuk corong. Bagian bawah benang sari pendek dan dihiasi dengan trikoma yang panjang dan lembut. Buahnya berupa folikel sempit, berisi banyak biji yang lonjong, meruncing di bagian pangkal, tumpul di bagian puncak, dan berwarna coklat.

Periode pembungaan Oleander berlangsung dari awal musim panas hingga musim gugur, umumnya dari bulan Juni hingga Oktober. Nama umumnya berasal dari kemiripannya dengan zaitun (Olea), dengan 'ander' yang berarti 'jantan' atau 'liar' dalam bahasa Yunani.

Berasal dari wilayah yang luas mulai dari Mediterania hingga Asia Timur, termasuk India, Iran, dan Nepal, Nerium oleander telah dibudidayakan secara luas di wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Tanaman ini tumbuh subur di iklim yang hangat dan lembab dan sangat tahan terhadap embun beku. Tanaman ini membutuhkan tanah yang dikeringkan dengan baik dan tidak toleran terhadap genangan air, lebih memilih lokasi penanaman yang ditinggikan dengan drainase yang baik.

Meskipun oleander tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh dan tanah yang subur, oleander menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap naungan parsial, meskipun pembungaannya mungkin kurang produktif dalam kondisi seperti itu. Metode perbanyakannya meliputi penyemaian biji, pelapisan, stek batang dalam air, dan stek kayu keras.

Oleander memiliki banyak kegunaan dalam hortikultura dan lainnya. Tanaman ini terutama dihargai karena kualitas hiasnya dalam lansekap dan sebagai pilihan yang kuat untuk perlindungan lingkungan, terutama dalam pengendalian erosi. Kemampuannya untuk mentolerir polusi udara dan menyerap partikulat telah membuatnya mendapat julukan "Pelindung Lingkungan". Daun tanaman ini menunjukkan ketahanan terhadap kabut asap, debu, dan racun tertentu di udara.

Sangat penting untuk dicatat bahwa semua bagian dari Nerium oleander beracun jika tertelan, mengandung glikosida jantung. Meskipun demikian, tanaman ini memiliki sejarah penggunaan obat, dengan aplikasi potensial dalam mengobati kondisi jantung, sebagai diuretik, analgesik, dan untuk sifat antimikroba. Namun, penggunaan obat apa pun hanya boleh dilakukan di bawah bimbingan profesional yang ketat karena toksisitasnya yang tinggi.

Dalam budidaya, oleander membutuhkan pengelolaan yang hati-hati, terutama di ruang publik, karena toksisitasnya. Pemangkasan secara teratur mendorong pertumbuhan yang lebih lebat dan pembungaan yang lebih banyak. Meskipun umumnya tahan terhadap hama dan penyakit, oleander kadang-kadang dapat menderita karena serangga sisik, kutu daun, atau masalah jamur dalam kondisi yang terlalu lembab.

16. Nicandra Physalodes

Nicandra Physalodes

Nicandra physalodes, umumnya dikenal sebagai Apple of Peru atau tanaman shoo-fly, adalah tanaman herba tahunan yang termasuk dalam keluarga Solanaceae. Genus monotipik Nicandra ini hanya berisi spesies tunggal ini. Berasal dari Peru, sekarang telah dinaturalisasi di banyak bagian dunia.

Tanaman ini menunjukkan kebiasaan pertumbuhan yang kuat dan tegak, mencapai ketinggian hingga 1,5 meter (5 kaki). Batangnya memiliki sudut yang jelas atau bergerigi, gundul, dan bercabang banyak, memberikan tampilan yang lebat pada tanaman.

Nicandra Physalodes

Daunnya tersusun bergantian, berbentuk bulat telur hingga elips, berukuran panjang 7-20 cm (3-8 inci) dan lebar 5-15 cm (2-6 inci). Mereka memiliki puncak lancip hingga lancip dan pangkal cuneate. Tepi daun bergigi tidak beraturan atau bergelombang. Kedua permukaan daunnya jarang puber, dengan permukaan atas berwarna hijau lebih gelap dari permukaan bawah.

Bunga N. physalodes bersifat soliter dan ketiak, muncul di seberang daun. Mereka pentamer dan hermaprodit. Kelopak bunga terbagi menjadi lima lobus bulat telur, acuminate dengan pangkal berbentuk hati, yang membesar dan menjadi seperti kertas pada buah. Mahkota bunga berbentuk campanulate (berbentuk lonceng), berdiameter 3-5 cm (1-2 inci), dan berwarna biru pucat hingga lavender dengan bagian tengah berwarna putih. Lima benang sari melekat pada tabung mahkota.

Buahnya berbentuk bulat, berdiameter 1-2 cm, terbungkus kelopak bunga yang mengembang. Saat matang, buah beri berubah dari hijau menjadi kuning. Setiap buah mengandung banyak biji kecil berbentuk cakram berwarna coklat muda.

Nicandra physalodes berbunga dan berbuah dari musim panas hingga musim gugur, biasanya dari bulan Juli hingga Oktober di Belahan Bumi Utara.

Meskipun berasal dari Amerika Selatan, khususnya Peru, tanaman ini telah diperkenalkan secara luas secara global dan sekarang ditemukan di banyak daerah beriklim sedang dan subtropis. Tanaman ini dapat menjadi invasif di beberapa daerah karena produksi bijinya yang produktif.

Seluruh tanaman telah digunakan dalam pengobatan tradisional. Ia memiliki sifat obat penenang, ekspektoran, antipiretik, dan detoksifikasi. Daun dan buah mentahnya mengandung alkaloid dan steroid, termasuk nicandrenone, yang berkontribusi pada efek pengobatannya. Namun, penting untuk dicatat bahwa bagian dari tanaman ini dapat menjadi racun jika tertelan dalam jumlah besar, dan penggunaannya harus di bawah bimbingan profesional.

Dalam hortikultura, N. physalodes terkadang ditanam sebagai tanaman hias karena bunganya yang menarik dan kelopaknya yang tidak biasa. Tanaman ini juga dapat digunakan sebagai tanaman pendamping di kebun, karena nama umumnya "tanaman pengusir lalat" menunjukkan kemampuannya untuk mengusir serangga, meskipun efek ini tidak terbukti secara ilmiah.

17. Nicotiana Alata

Nicotiana Alata

Nicotiana alata, umumnya dikenal sebagai tembakau berbunga atau tembakau melati, adalah tanaman herba tahunan yang termasuk dalam keluarga Solanaceae. Seluruh tanaman ditutupi dengan trikoma kelenjar, memberikan tekstur yang lengket. Daunnya menunjukkan gradien morfologi yang berbeda di sepanjang batang.

Daun basal berbentuk bulat telur atau lonjong, dengan pangkal agak amplexicaul atau tangkai daun bersayap. Saat mereka menaiki batang, daun bertransisi ke bentuk bulat telur atau bulat telur-lonjong, menjadi hampir sesil atau dengan pangkal auriculate. Di dekat perbungaan, daun mengadopsi bentuk lanset.

Perbungaannya pseudoterminal, dengan susunan bunga yang jarang. Kelopaknya berbentuk campanulate atau tubular-campanulate, dengan lobus berbentuk lanset. Mahkota bunga biasanya berwarna putih, terkadang hijau pucat atau merah muda, dan memancarkan aroma yang manis, terutama di malam hari. Buahnya berbentuk kapsul bulat telur, dan bijinya banyak, kecil, dan berwarna abu-abu kecokelatan. Pembungaan terutama terjadi pada musim semi dan musim panas, sering kali berlanjut hingga musim gugur dalam kondisi yang menguntungkan.

Berasal dari Brasil selatan, Argentina utara, Paraguay, dan Uruguay, Nicotiana alata tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan cerah. Tanaman ini lebih menyukai tanah yang subur dan berdrainase baik yang kaya akan bahan organik. Meskipun toleran terhadap kekeringan setelah ditanam, tanaman ini tidak tahan dingin dan biasanya ditanam sebagai tanaman tahunan di daerah beriklim sedang.

Untuk pertumbuhan yang optimal, tanamlah Nicotiana alata di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh hingga teduh parsial. Lempung berpasir yang diperkaya dengan kompos atau pupuk kandang yang sudah membusuk memberikan pertumbuhan yang ideal

18. Nopalxochia Ackermannii

Nopalxochia Ackermannii

Nopalxochia ackermannii, umumnya dikenal sebagai kaktus Ackermann atau kaktus anggrek, adalah spesies kaktus epifit yang menakjubkan milik keluarga Cactaceae. Sukulen abadi ini dihargai karena bunganya yang besar dan mencolok yang menyerupai bunga teratai, sehingga memunculkan nama sehari-hari "bunga teratai panah" di beberapa daerah.

Berasal dari hutan tropis Meksiko, N. ackermannii biasanya tumbuh sebagai tanaman seperti semak, mencapai ketinggian 50 hingga 100 sentimeter (20 hingga 40 inci). Batangnya yang rata dan lanset yang khas tersegmentasi dan dapat tumbuh hingga 15 cm (6 inci), menyerupai daun berbentuk panah, yang berkontribusi pada penampilannya yang unik.

Kaktus ini tumbuh subur di bawah cahaya yang terang dan tidak langsung, namun membutuhkan perlindungan dari sinar matahari langsung yang intens, terutama selama bulan-bulan musim panas. Di habitat aslinya, kaktus ini tumbuh di cabang-cabang pohon atau di celah-celah batu, dan mendapatkan keuntungan dari keteduhan yang berbintik-bintik. Ketika dibudidayakan, kaktus ini lebih menyukai lingkungan yang berventilasi baik dengan sedikit kelembapan.

N. ackermannii membutuhkan media tanam khusus yang meniru sifat epifitnya. Campuran kulit kayu anggrek, perlit, dan sedikit bahan organik yang dikeringkan dengan baik sangat ideal. Meskipun memiliki toleransi terhadap kekeringan, kelembapan yang konsisten selama musim tanam sangat penting untuk kesehatan dan pembungaan yang optimal.

Bunga-bunga N. ackermannii adalah ciri khasnya yang paling mencolok, mekar di pertengahan musim panas. Diameternya bisa mencapai 15 cm (6 inci) dan hadir dalam beragam warna yang spektakuler, termasuk merah cerah, merah muda, oranye, dan terkadang varietas putih atau dua warna. Setiap bunga biasanya bertahan selama beberapa hari, menciptakan tampilan yang luar biasa.

Di Cina dan banyak bagian lain di dunia, N. ackermannii terutama dibudidayakan sebagai tanaman dalam pot karena kebutuhan lingkungannya yang spesifik. Kebiasaan pertumbuhannya yang bertingkat dan mekarnya yang menarik membuatnya menjadi pilihan yang sangat baik untuk keranjang gantung atau sebagai tanaman fitur di ambang jendela, balkon, dan di aula pintu masuk.

Perbanyakan biasanya dilakukan melalui stek batang, yang mudah berakar jika ditempatkan di media tanam yang sesuai. Dengan perawatan yang tepat, termasuk perlindungan dari embun beku dan air yang berlebihan, N. ackermannii dapat menjadi tambahan yang berumur panjang dan bermanfaat untuk koleksi tanaman di dalam ruangan atau di luar ruangan yang terlindung.

19. Nuphar Pumila

Nuphar Pumila

Nuphar pumila, umumnya dikenal sebagai Least Water-lily atau Dwarf Yellow Water-lily, adalah tanaman tahunan air yang menarik dari keluarga Nymphaeaceae. Sepupu kecil dari teratai kuning yang lebih dikenal (Nuphar lutea) ini memiliki rimpang yang ringkas dengan diameter 2-3 cm.

Daun Nuphar pumila memiliki ciri khas dan mudah beradaptasi dengan lingkungan akuatiknya. Bentuknya bulat telur hingga bulat telur, dengan beberapa menunjukkan bentuk elips. Daun-daun ini berukuran panjang 6-17 cm dan lebar 6-12 cm, dengan tekstur seperti kertas yang memungkinkannya mengapung dengan mudah di permukaan air. Adaptasi ini memungkinkan pertukaran gas dan fotosintesis yang efisien di habitat akuatik mereka.

Nuphar Pumila

Bunga Nuphar pumila relatif kecil dibandingkan dengan bunga lili air lainnya, dengan diameter hanya 3-4 cm. Bunga-bunga yang menawan ini biasanya memiliki kelopak dan sepal berwarna kuning, menciptakan tampilan keemasan di atas air. Periode pembungaannya berlangsung dari bulan Mei hingga Juli, menawarkan daya tarik estetika yang berkepanjangan.

Setelah penyerbukan, tanaman ini menghasilkan buah beri berbentuk bulat telur, masing-masing dengan panjang sekitar 3 cm. Buah beri ini matang dari bulan Juli hingga September, yang akhirnya melepaskan biji persegi panjang berwarna coklat dengan panjang sekitar 5 mm. Periode berbuah yang panjang ini sangat penting untuk reproduksi dan penyebaran tanaman di ekosistem perairan.

Nuphar pumila menunjukkan distribusi geografis yang luas, tumbuh subur di daerah beriklim sedang di Cina, Rusia, Jepang, dan di seluruh Eropa utara dan tengah. Habitat yang disukai termasuk danau, kolam, sungai yang bergerak lambat, dan rawa-rawa, di mana ia memainkan peran penting dalam ekosistem akuatik dengan menyediakan tempat berlindung dan makanan untuk berbagai organisme.

Di luar kepentingan ekologisnya, Nuphar pumila menawarkan beberapa aplikasi praktis. Rimpangnya tidak hanya dapat dimakan tetapi juga dihargai karena khasiatnya sebagai obat. Praktisi pengobatan tradisional telah lama memanfaatkannya untuk memperkuat dan memurnikan darah, meskipun penelitian ilmiah lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat klaim ini.

Nilai hias tanaman ini tidak boleh diabaikan. Ukurannya yang ringkas dan bunga kuningnya yang menarik membuatnya menjadi pilihan yang sangat baik untuk taman air, terutama di kolam yang lebih kecil atau fitur air kontainer di mana bunga lili air yang lebih besar dapat membanjiri ruang.

Kesimpulannya, Nuphar pumila adalah tanaman air yang luar biasa yang menggabungkan signifikansi ekologis dengan nilai praktis dan estetika. Kemampuannya beradaptasi dengan berbagai lingkungan akuatik dan distribusinya yang luas membuatnya menjadi spesies yang penting bagi ekosistem alami dan penggunaan manusia.

20. Nymphaea

Nymphaea

Nymphaea, umumnya dikenal sebagai teratai air, adalah tanaman air abadi dengan daun mengambang. Rimpang tanaman ini kuat, baik tegak maupun merambat, berfungsi sebagai organ utama untuk reproduksi vegetatif dan penyimpanan nutrisi.

Nymphaea

Dedaunan Nymphaea menunjukkan dimorfisme:

  1. Daun mengambang: Daun ini adalah yang paling mencolok, berada di permukaan air. Daun ini biasanya berukuran besar, bulat hingga lonjong, dengan celah yang dalam di pangkalnya yang membentuk bentuk hati atau tapal kuda. Pinggiran daunnya bisa halus, bergelombang, atau bergigi halus, tergantung spesiesnya. Daun ini tebal dan kasar, dengan kutikula lilin di permukaan atas untuk menolak air.
  2. Daun yang terendam: Daun ini tipis, berselaput, dan halus, sering kali dengan bentuk yang lebih memanjang. Daun ini memiliki peran transisi dalam perkembangan tanaman dan tidak terdapat pada semua spesies.

Bunga-bunga Nymphaea adalah salah satu fitur yang paling mencolok:

  • Mereka besar, mencolok, dan menyendiri, muncul pada tangkai panjang yang mengambang di permukaan air atau menjulang di atasnya.
  • Bunga ini biasanya memiliki empat sepal, yang sering kali berbentuk kelopak dan mungkin tertukar dengan kelopak bunga yang sebenarnya.
  • Kelopaknya sangat banyak, tersusun dalam pola spiral, dan warnanya bisa sangat bervariasi, termasuk putih, merah muda, kuning, merah, dan bahkan biru pada beberapa spesies tropis.
  • Benang sari juga banyak, dengan benang sari bagian luar yang sering bertransisi secara bertahap dari struktur seperti kelopak menjadi benang sari yang sebenarnya.

Buahnya adalah buah beri kenyal yang berkembang di bawah air setelah bunganya surut. Saat matang, buah ini akan terbelah secara tidak teratur, melepaskan bijinya. Bijinya terbungkus dalam aril agar-agar, yang mengandung kantong udara untuk membantu pengapungan dan penyebaran. Kulit biji sebenarnya adalah struktur palsu yang dikenal sebagai aril.

Secara global, ada sekitar 58 spesies Nymphaea yang telah diakui, dengan penelitian taksonomi yang sedang berlangsung yang berpotensi mengubah jumlah ini.

Secara ekologis, bunga lili air sering dikategorikan ke dalam dua kelompok utama:

  1. Spesies yang kuat atau tahan terhadap suhu dingin: Ini terutama ditemukan di daerah beriklim sedang dan subtropis. Mereka dapat bertahan dalam kondisi musim dingin dengan memasuki masa dormansi, dengan rimpang yang bertahan di dasar kolam.
  2. Spesies tropis atau yang tidak tahan dingin: Spesies ini berasal dari daerah tropis dan membutuhkan suhu yang hangat secara konsisten. Mereka biasanya tumbuh dan mekar sepanjang tahun di iklim yang sesuai.

Di luar nilai hiasnya di taman air dan fitur air, spesies Nymphaea memiliki beberapa aplikasi praktis:

  • Bunga potong: Mekarnya yang tahan lama menjadi bunga potong yang sangat baik untuk rangkaian bunga.
  • Fitoremediasi: Akar teratai air telah terbukti menyerap berbagai polutan, termasuk logam berat seperti timbal dan merkuri, serta senyawa organik seperti fenol. Hal ini menjadikannya berharga untuk pemurnian air alami di lingkungan perkotaan.
  • Pentingnya ekologi: Bunga lili air menyediakan habitat dan makanan bagi berbagai organisme air, berkontribusi terhadap keanekaragaman hayati dalam ekosistem air tawar.
  • Signifikansi budaya: Banyak spesies yang memiliki makna budaya dan religius yang penting di berbagai masyarakat, terutama di Asia.

Dalam hortikultura, banyak hibrida dan kultivar telah dikembangkan, menawarkan berbagai macam warna bunga, ukuran, dan kebiasaan tumbuh yang sesuai dengan iklim dan desain taman yang berbeda.

21. Nymphaea Alba

Nymphaea Alba

Nymphaea Alba, umumnya dikenal sebagai White Water Lily atau European White Water Lily, adalah tanaman air abadi yang menakjubkan milik keluarga Nymphaeaceae. Rimpang horizontalnya menambatkan tanaman di substrat air, sementara daun melingkarnya yang khas, dengan diameter hingga 30 cm, mengapung dengan anggun di permukaan air. Daun ini ditandai dengan teksturnya yang keras dan kasar dan dapat memiliki tepi yang halus atau sedikit bergelombang.

Puncak kemuliaan White Water Lily adalah bunganya yang besar dan harum yang muncul dari bulan Juni hingga Agustus. Bunga-bunga ini, biasanya berdiameter 10-20 cm, mengapung dengan tenang di permukaan air. Bunga ini terdiri dari empat sepal dan banyak kelopak putih yang tersusun dalam pola spiral, dengan kelopak terdalam yang berangsur-angsur berubah menjadi benang sari berwarna kuning. Bunga-bunga ini mekar di pagi hari dan menutup pada sore hari, mengulangi siklus ini selama beberapa hari.

Nymphaea Alba

Setelah penyerbukan, bunga-bunga berkembang menjadi buah berbentuk bulat telur atau hampir bulat. Buah-buahan ini, yang dikenal sebagai polong biji, matang di bawah air dari bulan Agustus hingga Oktober. Buah ini mengandung banyak biji kecil berbentuk elips yang secara alami disebarkan oleh arus air atau dikonsumsi dan disebarkan oleh unggas air.

Berasal dari Eropa, Afrika Utara, dan beberapa bagian Asia, termasuk Timur Tengah dan India, Bunga Teratai Air Putih telah beradaptasi dengan berbagai lingkungan air. Tumbuh subur di perairan air tawar yang tenang atau bergerak lambat seperti kolam, danau, dan bagian sungai yang tenang. Meskipun lebih menyukai paparan sinar matahari penuh dan suhu hangat untuk pertumbuhan yang optimal, ia menunjukkan toleransi dingin yang luar biasa, memungkinkannya untuk bertahan hidup di daerah beriklim sedang dengan variasi musim.

Persyaratan habitat White Water Lily meliputi air bersih, beroksigen baik dengan kedalaman 0,5-3 meter. Ikan ini menyukai substrat yang kaya nutrisi dan berbahan dasar tanah liat, tetapi dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi dasar. Dalam lingkungan yang ideal, ia membentuk koloni yang luas, menciptakan lanskap akuatik yang mencolok secara visual.

Perbanyakan Nymphaea Alba terutama terjadi melalui pembelahan rimpang, biasanya dilakukan di musim semi. Metode ini memastikan pembentukan dan pembungaan yang cepat. Perbanyakan benih juga dimungkinkan tetapi kurang umum dalam budidaya karena periode pematangannya yang lebih lama. Benih membutuhkan cahaya untuk berkecambah dan harus ditaburkan di air dangkal atau tanah yang lembab.

Bunga Teratai Air Putih memiliki sejarah yang kaya dalam pengobatan tradisional. Rimpangnya mengandung tanin dan alkaloid, yang berkontribusi pada sifat astringen dan antibakterinya. Secara historis, ini telah digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk sakit punggung, radang tenggorokan, dan ketidaknyamanan ginekologi. Aplikasi topikal, kadang-kadang dikombinasikan dengan kulit kayu elm atau biji rami, telah digunakan untuk mengobati bisul bernanah.

Selain itu, bunga dan daun tanaman ini mengandung senyawa dengan efek penenang dan analgesik ringan. Sifat-sifat ini menjadikannya obat alami yang potensial untuk kondisi seperti insomnia dan kecemasan, meskipun penelitian ilmiah lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi sepenuhnya penggunaan tradisional ini.

Di luar aplikasi pengobatannya, White Water Lily memainkan peran penting dalam ekosistem air. Tanaman ini menyediakan tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai organisme air, termasuk ikan dan invertebrata. Kemampuan tanaman ini untuk menyerap kelebihan nutrisi dan logam berat dari air memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses pemurnian air alami, sehingga sangat berharga dalam proyek restorasi lingkungan.

Dalam konteks budaya, Bunga Teratai Air Putih memiliki makna simbolis di berbagai tradisi. Bunganya yang putih bersih sering kali melambangkan kemurnian, kepolosan, dan kelahiran kembali. Dalam seni dan sastra, bunga ini sering muncul sebagai simbol ketenangan dan keindahan alam yang belum tersentuh.

Bagi penggemar taman dan penata taman, White Water Lily adalah tanaman hias yang berharga untuk fitur air. Bunganya yang elegan dan daunnya yang lebar menambah sentuhan keindahan yang tenang pada kolam dan taman air. Saat membudidayakan spesies ini, sangat penting untuk menyediakan ruang yang cukup, karena tanaman dewasa dapat menyebar hingga diameter 1,5 meter. Perawatan rutin, termasuk membuang daun dan bunga yang mati, membantu menjaga kesehatan dan daya tarik estetika tanaman.

Kesimpulannya, Nymphaea Alba adalah tanaman air yang luar biasa yang menggabungkan keindahan estetika dengan kepentingan ekologis dan nilai obat yang potensial. Kehadirannya meningkatkan lingkungan akuatik alami dan budidaya, menjadikannya permata sejati dunia air.

22. Nymphaea Rubra

Nymphaea Rubra

Nymphaea rubra, umumnya dikenal sebagai Red Water Lily atau Indian Red Water Lily, adalah tanaman air abadi yang menakjubkan milik keluarga Nymphaeaceae. Spesies ini terkenal dengan bunganya yang semarak dan dedaunannya yang khas, menjadikannya tambahan yang berharga untuk taman air dan ekosistem air alami.

Dedaunan:
Daun Nymphaea rubra berbentuk bulat atau hampir bulat, menunjukkan dimorfisme yang menonjol. Daun yang terendam tipis dan berselaput, beradaptasi dengan lingkungan bawah air. Saat daun muncul dan matang, mereka mengalami transformasi yang mencolok. Daun muda menampilkan warna merah keunguan yang kaya, secara bertahap bertransisi menjadi hijau tua dan berkilau di permukaan atas sambil mempertahankan warna merah keunguan di bawahnya. Kontras warna ini menambah nilai hias tanaman.

Pinggiran daun ditandai dengan gerigi segitiga yang dangkal, sebuah fitur yang membedakannya dari beberapa spesies teratai lainnya. Daun-daun ini dapat mencapai diameter hingga 30 cm (12 inci), menciptakan kanopi mengambang yang mengesankan di permukaan air.

Bunga:
Bunga-bunga Nymphaea rubra adalah puncak kemuliaannya, muncul dari bulan Mei hingga September. Bunga-bunga ini mengapung dengan anggun di atau sedikit di atas permukaan air, menampilkan bentuk seperti teratai dengan diameter 10-15 cm (4-6 inci). Bunga-bunga ini menampilkan berbagai warna hangat, dari merah mawar tua hingga merah muda yang lebih lembut, dan sering kali warnanya semakin pekat seiring dengan kematangannya. Setiap bunga biasanya terdiri dari banyak kelopak bunga yang tersusun dalam pola spiral, mengelilingi sekumpulan benang sari berwarna kuning keemasan.

Bunga-bunga ini terbuka pada siang hari dan menutup pada malam hari, sebuah fenomena yang dikenal sebagai nyctinasty, yang umum terjadi pada banyak spesies teratai. Periode mekar biasanya berlangsung selama 3-5 hari per bunga, dengan kuncup baru yang terus bermunculan sepanjang musim tanam.

Buah:
Setelah penyerbukan berhasil, bunga-bunga berkembang menjadi buah yang mirip beri. Buah yang terendam ini, yang secara botani disebut sebagai buah agregat, mengandung banyak biji. Periode berbuah berlangsung dari bulan Juli hingga Oktober, memungkinkan perbanyakan secara alami di habitat yang sesuai.

Habitat dan Budidaya:
Nymphaea rubra berasal dari anak benua India, terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis di India, Bangladesh, dan Sri Lanka. Kehadirannya di Swedia, seperti yang telah disebutkan, kemungkinan besar disebabkan oleh budidaya di lingkungan yang terkendali atau kebun raya, karena tanaman ini tidak tumbuh secara alami di iklim Skandinavia.

Spesies ini tumbuh subur di bawah paparan sinar matahari penuh, mampu mentolerir suhu tinggi yang umum di daerah asalnya. Meskipun dapat bertahan pada suhu dingin, namun tidak tahan terhadap embun beku dan membutuhkan perlindungan di iklim yang lebih dingin. Tanaman ini menunjukkan toleransi yang buruk terhadap keteduhan, yang dapat menghambat pembungaan dan pertumbuhan secara keseluruhan.

Kondisi pertumbuhan yang ideal meliputi:

  • Kedalaman air: 30-60 cm (1-2 kaki)
  • Suhu air: 21-27°C (70-80°F)
  • Tanah: Kaya akan bahan organik, substrat lempung atau lempung-lempung
  • pH: Sedikit asam hingga netral (6,0-7,0)

Nymphaea rubra sangat cocok untuk dibudidayakan di berbagai lingkungan akuatik, termasuk kolam, danau, dan fitur air hias di taman dan kebun. Dalam budidaya, sangat penting untuk menyediakan ruang yang memadai, karena tanaman dewasa dapat menyebar hingga diameter 1,5-1,8 meter (5-6 kaki).

Propagasi:
Metode perbanyakan yang paling umum untuk Nymphaea rubra adalah:

  1. Pembagian: Tanaman dewasa dapat dibagi di musim semi, dengan memisahkan rimpang dengan setidaknya satu titik tumbuh.
  2. Biji: Benih dapat dikumpulkan dari buah yang sudah matang dan segera disemai atau disimpan dalam waktu singkat. Biji membutuhkan cahaya untuk berkecambah dan harus disimpan dalam air hangat (sekitar 25°C atau 77°F) hingga bertunas.
  3. Umbi: Beberapa kultivar dapat menghasilkan umbi, yang dapat dipisahkan dan ditanam untuk menghasilkan tanaman baru.

Penggunaan Obat:
Dalam pengobatan tradisional, terutama di daerah asalnya, Nymphaea rubra telah dikaitkan dengan berbagai khasiat terapeutik:

  • Antipiretik: Digunakan untuk mengurangi demam dan membersihkan panas dari tubuh.
  • Detoksifikasi: Dipercaya dapat membantu menghilangkan racun dari dalam tubuh.
  • Astringent: Diterapkan untuk mengurangi sekresi atau cairan yang keluar.
  • Antidiare: Digunakan untuk mengobati diare dan masalah pencernaan terkait.

Meskipun penggunaan tradisional menunjukkan potensi dalam mengobati kondisi seperti tuberkulosis dan wasir, penting untuk dicatat bahwa aplikasi ini memerlukan validasi ilmiah lebih lanjut. Seperti halnya penggunaan tanaman obat lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan yang berkualifikasi.

Konservasi:
Sebagai spesies air yang peka terhadap kualitas air dan perubahan habitat, Nymphaea rubra menghadapi ancaman dari polusi dan hilangnya habitat di daerah asalnya. Upaya konservasi berfokus pada pelestarian badan air alami dan mempromosikan praktik budidaya yang berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan keberadaan spesies teratai yang indah dan penting secara budaya ini.

23. Nymphaea 'Peony Merah Muda'

Nymphaea 'Pink Peony'

Nymphaea 'Pink Peony', umumnya dikenal sebagai lili air Pink Peony, adalah tanaman air abadi yang menakjubkan yang dihargai karena nilai hiasnya. Kultivar yang tahan terhadap suhu dingin ini termasuk dalam genus Nymphaea, yang terdiri dari bunga lili air yang sebenarnya.

Morfologi:
Tanaman ini memiliki sistem rimpang yang kuat yang menancapkannya di substrat air. Tanaman ini memiliki dedaunan dimorfik:

  1. Daun mengambang: Ini adalah organ fotosintesis utama, biasanya berbentuk bulat hingga lonjong, dengan pangkal yang melengkung ke dalam, membentuk tampilan seperti hati atau panah. Daunnya dapat mencapai diameter hingga 12 inci (30 cm), memberikan cakupan permukaan yang sangat baik.
  2. Daun yang terendam: Apabila ada, daun ini tipis, berselaput, dan halus, berfungsi sebagai pertumbuhan transisi sebelum munculnya daun mengambang.

Bunga:
Bunga teratai Pink Peony menghasilkan mekar yang besar dan menakjubkan dengan diameter 6-8 inci (15-20 cm). Bunga-bunga ini mengapung di permukaan air atau sedikit menjulang di atasnya pada tangkai yang kokoh. Karakteristik bunga utama meliputi:

  • Empat sepal, hampir berbeda satu sama lain
  • Beberapa lingkaran kelopak bunga, menciptakan penampilan yang penuh dan seperti bunga peony
  • Warna merah muda pekat yang kaya yang semakin pekat seiring dengan kematangannya
  • Aroma manis dan meresap yang menarik perhatian penyerbuk

Struktur reproduksi:

  • Putiknya berbentuk lingkaran (berbentuk cincin) dan sebagian menyatu dengan wadah berdaging berbentuk cangkir di bagian dasarnya.
  • Bagian atas putik memanjang ke dalam struktur bergaya.
  • Kepala putik membentuk piringan cekung, yang dioptimalkan untuk penerimaan serbuk sari.
  • Ovula bersifat anatropis (terbalik) dan liontin di dalam ovarium.

Buah dan biji-bijian:
Setelah pembuahan, buah berkembang di bawah air. Teksturnya kenyal dan mengering secara tidak teratur setelah matang. Bijinya terbungkus dalam testa (kulit biji) yang keras dan dikelilingi oleh aril agar-agar, yang membantu penyebaran dan pengapungan awal.

Budidaya:
Nymphaea 'Pink Peony' sangat dihargai karena keindahannya:

  • Tahan banting dingin (cocok untuk zona USDA 4-11)
  • Bunga merah muda cerah yang menambah warna pada taman air
  • Periode mekar yang diperpanjang, biasanya dari akhir musim semi hingga awal musim gugur
  • Kemampuan untuk berkembang di berbagai lingkungan akuatik, dari kolam kecil hingga fitur air yang besar

Untuk pertumbuhan yang optimal, tanamlah di bawah sinar matahari penuh hingga teduh parsial, dengan kedalaman air 12-18 inci (30-45 cm). Bunga teratai Pink Peony tumbuh paling baik di air yang netral hingga sedikit basa (pH 6,5-7,5) dan mendapat manfaat dari pemupukan rutin selama musim tanam.

Kombinasi kultivar ini memiliki toleransi terhadap suhu dingin, tampilan bunga yang mencolok, dan keharuman yang menyenangkan membuatnya menjadi favorit di antara para penggemar berkebun air dan perancang lanskap yang ingin menciptakan titik fokus akuatik yang menawan.

24. Nymphaea Tetragona

Nymphaea Tetragona

Nymphaea tetragona, umumnya dikenal sebagai Pygmy Water Lily atau Small White Water Lily, adalah anggota keluarga Nymphaeaceae dan merupakan salah satu tanaman air yang paling disayangi di banyak daerah. Spesies teratai kecil ini terkenal karena ukurannya yang ringkas dan keindahannya yang halus.

Bunga Nymphaea tetragona berukuran kecil, biasanya berdiameter 3-6 cm, dan memiliki kelopak bunga berwarna putih, terkadang dengan semburat merah muda yang samar. Bagian tengah bunga mengandung benang sari kuning, menciptakan kontras yang mencolok dengan kelopak bunga yang berwarna putih bersih. Tidak seperti deskripsi yang diberikan, spesies ini tidak memiliki kelopak ungu atau kuncup yang hanya terbuka sebelum layu. Periode mekarnya Nymphaea tetragona umumnya dari akhir musim semi hingga awal musim gugur, berlangsung lebih lama dari tujuh hari per tahun.

Nymphaea tetragona tumbuh subur di perairan yang tenang dan dangkal dengan kedalaman 30-60 cm (12-24 inci). Ia lebih menyukai sinar matahari penuh daripada teduh parsial dan tumbuh paling baik di air yang kaya nutrisi, sedikit asam hingga netral. Kisaran pH optimal adalah antara 6,1 dan 7,5. Spesies ini beradaptasi dengan baik pada iklim yang lebih dingin dan dapat bertahan hidup di daerah dengan musim tanam yang lebih pendek.

Berlawanan dengan teks aslinya, Nymphaea tetragona tidak terutama ditemukan di daerah tropis. Tanaman ini memiliki distribusi yang luas di daerah beriklim sedang dan subarktik di Belahan Bumi Utara, termasuk sebagian Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Tanaman ini sangat umum ditemukan di daerah utara seperti Kanada, Skandinavia, dan Siberia, yang menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi cuaca dingin yang luar biasa.

Dalam bahasa bunga, Nymphaea tetragona sering dikaitkan dengan kemurnian, kedamaian, dan ketenangan, yang mencerminkan mekarnya yang putih bersih dan habitat air yang tenang. Meskipun tidak secara khusus melambangkan "cinta yang ringan", sifatnya yang lembut dan kemampuannya untuk berkembang di lingkungan yang menantang dapat mewakili ketahanan dan kemampuan beradaptasi dalam hubungan.

Tukang kebun dan penggemar fitur air menghargai Nymphaea tetragona karena ukurannya yang ringkas, sehingga ideal untuk kolam kecil, taman air kontainer, dan bahkan akuarium dalam ruangan. Kemampuannya untuk berbunga secara produktif sepanjang musim tanam menambahkan sentuhan keanggunan pada lanskap akuatik sekaligus membutuhkan perawatan yang minimal.

Berbagi adalah Peduli.
Peggie

Peggie

Pendiri FlowersLib

Peggie dulunya adalah seorang guru matematika sekolah menengah, namun ia mengesampingkan papan tulis dan buku pelajarannya untuk mengikuti kecintaannya pada bunga. Setelah bertahun-tahun berdedikasi dan belajar, ia tidak hanya mendirikan toko bunga yang berkembang pesat, tetapi juga mendirikan blog ini, "Perpustakaan Bunga". Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mempelajari lebih lanjut tentang bunga, jangan ragu untuk hubungi Peggie.

Sebelum kau pergi
Anda mungkin juga menyukai
Kami memilihnya hanya untuk Anda. Teruslah membaca dan pelajari lebih lanjut!

10 Bunga Paling Harum di Dunia

Semua orang tertarik pada daya pikat wewangian bunga, sering kali berhenti sejenak untuk membenamkan diri dalam dunia bunga-bunga aromatik kapan pun mereka menemukannya, dan sulit untuk melepaskan diri ....
Baca lebih lanjut

18 Bunga yang Dimulai dengan U

1. Uraria Crinita Uraria crinita, umumnya dikenal sebagai Foxtail atau Cat's-tail, adalah sub-semak abadi yang termasuk dalam keluarga Fabaceae (sebelumnya Papilionaceae). Spesies ini ditandai dengan batangnya yang tegak...
Baca lebih lanjut

22 Bunga yang Dimulai dengan T

1. Tabebuia Chrysantha Tabebuia chrysantha, umumnya dikenal sebagai Pohon Terompet Emas atau Poui Kuning, adalah pohon gugur yang mencolok milik keluarga Bignoniaceae. Spesies hias ini memiliki ciri khas...
Baca lebih lanjut

11 Bunga yang Dimulai dengan X

1. Xanthoceras Sorbifolia Bunge Xanthoceras sorbifolium Bunge, umumnya dikenal sebagai yellowhorn atau yellowhorn daun mengkilap, adalah semak daun atau pohon kecil yang termasuk dalam keluarga Sapindaceae. Berasal dari bagian utara...
Baca lebih lanjut
© 2025 FlowersLib.com. Semua hak cipta dilindungi undang-undang. Kebijakan Privasi