Bombax ceiba, umumnya dikenal sebagai pohon Kapas Sutra Merah atau pohon Kapuk, adalah spesies daun yang megah yang termasuk dalam keluarga Malvaceae. Pohon yang mengesankan ini dapat mencapai ketinggian hingga 40 meter, dengan ketinggian dewasa 25-30 meter. Kulit kayunya yang berwarna putih keabu-abuan dan adanya duri berbentuk kerucut pada batang yang masih muda membuatnya mudah dikenali.
I. Fitur Morfologi
Struktur Keseluruhan:
Tinggi: Hingga 40 meter, biasanya 25-30 meter pada saat jatuh tempo
Batang: Lurus, sering kali ditopang di bagian pangkalnya
Kulit kayu: Putih keabu-abuan, halus pada pohon yang lebih tua
Pohon muda: Batang ditutupi dengan duri yang tajam dan berbentuk kerucut
Mahkota: Menyebar lebar, berbentuk payung
Daun:
Jenis: Senyawa palmate
Selebaran: 5-7 per daun
Bentuk: Lonjong hingga lanset
Ukuran: panjang 10-16 cm, lebar 3,5-5,5 cm
Karakteristik: Meruncing di ujung, tepi halus, tidak berbulu di kedua sisi
Venasi: 15-17 pasang vena lateral menyirip, dengan vena sekunder yang lebih halus
Tangkai daun: panjang 10-20 cm
Tangkai daun: Panjang 1,5-4 cm
Ketentuan: Kecil dan tidak mencolok
Bunga:
Warna: Biasanya merah cerah, kadang-kadang oranye-merah
Ukuran: Diameter sekitar 10 cm
Pengaturan: Sendirian atau berkelompok di ujung cabang
Kelopak: Berbentuk cangkir, panjang 2-3 cm, bagian luar tidak berambut, bagian dalam tertutup rapat dengan rambut halus berwarna kuning muda
Gigi kelopak: 3-5, setengah lingkaran, tinggi 1,5 cm dan lebar 2,3 cm
Kelopak bunga: Berdaging, lonjong lonjong, panjang 8-10 cm dan lebar 3-4 cm
Tekstur kelopak: Ditutupi dengan rambut lembut berbentuk bintang di kedua sisinya, lebih jarang di bagian dalam
Benang sari: Banyak, dalam lima bundel, dengan tabung benang sari pendek
Putik: Lebih panjang dari benang sari
Buah:
Bentuk: Panjang dan lonjong, ujungnya tumpul
Ukuran: Panjang 10-15 cm, tebal 4,5-5 cm
Menutupi: Ditumbuhi rambut panjang berwarna putih keabu-abuan dan berbentuk bintang
Biji: Banyak, berbentuk telur terbalik, halus
Hasil panen benih: Sekitar 20%
Berat: Sekitar 42 gram per seribu biji
Fenologi:
Periode berbunga: Maret hingga April
Pematangan buah: Musim panas (biasanya akhir Mei hingga akhir Juni)
II. Lingkungan Pertumbuhan
Bombax ceiba tumbuh subur di berbagai habitat tropis dan subtropis:
Ketinggian: Di bawah 1400-1700 meter di atas permukaan laut
Habitat yang disukai: Lembah sungai yang kering dan panas; padang rumput yang jarang; hutan hujan lembah musiman
Persyaratan tanah: Tanah aluvial yang dalam, subur, dan berdrainase baik; pH netral hingga sedikit basa
Sinar matahari: Paparan sinar matahari penuh
Kondisi yang tidak cocok: Tanah kering, tanah tipis atau tanah liat yang berat
III. Jangkauan Distribusi
Berasal dari daerah tropis dan subtropis:
Asia Selatan: India, Sri Lanka
Asia Tenggara: Semenanjung Indocina, Malaysia, Indonesia, Filipina
Asia Timur: Tiongkok Selatan (Yunnan, Guangxi, Guangdong, Fujian, Hainan)
Oseania: Australia Utara
IV. Kebiasaan Pertumbuhan
Bombax ceiba menunjukkan pola pertumbuhan yang menarik:
Di daerah kering dan panas: Bunga mekar sebelum daun muncul
Di iklim musim hujan atau hutan hujan: Bunga dan daun dapat hidup berdampingan
Sifatnya meranggas: Menggugurkan daun setiap tahun, biasanya di musim kemarau
V. Metode Perbanyakan
1. Perbanyakan Benih
a) Pengumpulan Benih:
Waktu: Akhir Mei hingga akhir Juni, tepat sebelum buah matang
Indikator: Kulit buah berubah dari hijau menjadi cokelat muda
Pasca panen: Jemur buah hingga terbelah
b) Perlakuan Benih:
Pra-penaburan: Rendam dalam air bersuhu 50°C selama 24 jam (pendinginan alami)
Alternatif: Simpan dalam keadaan kering sampai musim semi berikutnya
c) Penaburan:
Metode: Penaburan strip atau spot
Kedalaman: parit sedalam 3-4 cm, ditutup dengan tanah 1 cm
Jarak tanam: 35 cm antar baris, 10 cm antar biji
Perawatan: Jaga kelembapan tanah
Perkecambahan: Dimulai dalam 5-6 hari, selesai dalam 2 minggu
Tingkat perkecambahan: Sekitar 70%
d) Pengelolaan Bibit:
Pemindahan pertama: Pada ketinggian 4-5 cm dengan 2+ daun asli
Jarak tanam: 15 cm x 20 cm atau 10 cm x 30 cm (33 tanaman/m²)
Transfer kedua: Pada ketinggian 40 cm
Jarak tanam: 70-80 cm (1,8 tanaman/m²)
Perawatan Lakukan penyiangan dan pemupukan setiap tiga bulan sekali (50-100g per tanaman)
Pemindahan: Pada ketinggian 1,5-1,8 m (biasanya 1-2 tahun)
2. Perbanyakan Pemotongan
a) Pemotongan Koleksi:
Waktu: Sebelum awal musim semi berbunga dan bertunas
Bahan Tunas musim dingin berumur 1-2 tahun yang sehat, berdiameter >2 cm
Panjang: stek sepanjang 20 cm
b) Metode Pemotongan:
Persiapan: Buang semua cabang dan daun
Penanaman: Masukkan dengan padat ke dalam hamparan pasir
Perawatan: Siram dan jaga agar tetap hangat sampai daun dan akar tumbuh
c) Metode Pemotongan Besar Alternatif:
Bahan: Cabang berdiameter 5-10 cm, panjang 80-100 cm
Jarak: Jarak 80 cm
Penanaman: Lubang sedalam 30 cm, dasar air untuk membuat bubur
Penyisipan: Hati-hati agar tidak merusak korteks
d) Pengelolaan Bibit:
Penyiraman: Rutin untuk menjaga kelembapan
Pemangkasan: Buang tunas yang berlebihan, pertahankan satu tunas ke atas yang kuat
Budidaya: 1-2 tahun sebelum pemindahan atau penanaman lebih lanjut
3. Pencangkokan untuk Pengerdilan
a) Batang bawah:
Bahan: Bibit atau stek
Ukuran: Diameter 1-2 cm
b) Pencangkokan:
Waktu: Sebelum awal musim semi berdaun
Metode: Pencangkokan tunas atau pencangkokan sumbing
Tingkat keberhasilan: Di atas 50%
c) Pencangkokan Tingkat Lanjut:
Metode: Gunakan cabang cangkokan yang masih hidup sebagai batang atas untuk pencangkokan kedua
Manfaat: Tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi, efek pengerdilan yang lebih baik
d) Pencangkokan Batang Bawah Besar:
Batang bawah: diameter 3-5 cm atau lebih
Keturunan: Cabang tua yang berbunga
Metode: Pencangkokan terpisah
Perawatan setelahnya: Tutup dengan kantong plastik atau segel dengan lilin
Bombax ceiba, dengan bunga merahnya yang mencolok menyerupai api yang menari-nari, telah lama dihormati sebagai simbol kepahlawanan di banyak budaya. Ukurannya yang mengesankan, bunganya yang indah, dan kemampuannya beradaptasi di berbagai lingkungan tropis dan subtropis membuatnya menjadi spesies yang berharga baik di ekosistem alami maupun lanskap perkotaan.
VI. Teknik Budidaya
Budidaya Bibit Besar
Pemisahan: Saat membudidayakan bibit berukuran besar, lakukan pemisahan kedua saat tinggi bibit yang disemai atau dipotong mencapai 1,5-1,8 meter.
Selanjutnya, tingkatkan jarak baris tanaman setiap tahun pada akhir musim dingin dan awal musim semi selama periode tidak aktif, berdasarkan tujuan budidaya.
Untuk persemaian selebar 7 meter, optimalnya memiliki 5-7 baris (jarak tanam dari 1,0 meter × 1,0 meter hingga 1,4 meter × 1,4 meter), tergantung ukuran bibit.
Selama pemindahan, pangkas akar utama dan akar samping dengan tepat. Buatlah persemaian dengan gaya "bedengan yang ditinggikan dan alur yang dalam" atau pindahkan ke kantung nutrisi besar berdiameter 40 sentimeter.
Pengairan: Setelah penanaman, siram secara menyeluruh pada hari yang sama untuk membentuk akar. Selanjutnya, siram 2-3 kali setiap bulan selama musim kemarau, dan pastikan drainase yang baik selama periode hujan.
Pemupukan: Untuk bibit yang besar, berikan pupuk tiga kali setahun, biasanya dengan menggunakan pemupukan parit. Gali parit sedalam 30 cm dari akar bibit, hingga mencapai lapisan distribusi terkonsentrasi sistem perakaran.
Jadwal pemupukan adalah sebagai berikut:
Sekitar Qingming (awal April): Berikan 225 kg/hektar pupuk nitrogen untuk mendorong perkecambahan.
Pertengahan September: Berikan 300 kg/hektar pupuk kalium untuk meningkatkan ketahanan terhadap embun beku musim dingin.
Pemangkasan: Sebelum musim gugur, pangkas semua cabang samping dan cabang mati di bawah 1-1,2 meter untuk mendorong pertumbuhan yang kuat dan batang utama yang menonjol.
Teknik Penanaman
Penanaman Hias: Untuk tujuan hias, gunakan bibit berukuran besar untuk penanaman soliter atau barisan, dengan jarak tanam 8 meter × 10 meter atau lebih lebar.
Penanaman dapat dilakukan sepanjang tahun, tetapi selalu lakukan transplantasi dengan bola akar yang utuh. Ukuran bola akar harus sesuai dengan diameter pohon setinggi dada - diameter yang lebih besar membutuhkan bola akar yang lebih besar.
Kemas bola akar dengan aman untuk mencegah kerusakan selama pengangkutan. Saat pemindahan, hindari pemangkasan cabang samping untuk mempertahankan bentuk tajuk. Sebagai gantinya, buang 3/4 daun, siram secara menyeluruh untuk membentuk akar, dan lanjutkan penyiraman 1-2 kali sehari selama 30 hari pertama.
Penghijauan: Untuk hutan tanaman, pindahkan bibit pada akhir musim dingin atau awal musim semi sebelum tunas daun tumbuh. Saat memindahkan bibit dari pembibitan, pangkas sistem perakaran secara tepat, oleskan celupan akar, dan tanam saat mendung atau hujan.
Penanaman dengan bola akar yang utuh sangat ideal. Setelah penanaman, siram secara menyeluruh dan berikan pupuk dasar secukupnya. Lubang tanam harus berukuran 60 cm × 60 cm × 60 cm, dengan jarak tanam 5 meter × 5 meter hingga 6 meter × 6 meter.
Usahakan untuk menanam pohon yang jarang dan tidak terlalu lebat, biasanya menanam 20-30 pohon per 667 meter persegi. Sesuaikan kerapatan berdasarkan kualitas tanah untuk memastikan penutupan tajuk yang tepat.
Mengintensifkan pengelolaan selama 3 tahun pertama: menggemburkan tanah dan mengendalikan gulma 1-2 kali setiap tahun, memupuk 2-3 kali. Hutan akan terbentuk dalam 3-4 tahun.
VII. Pengendalian Hama
Manajemen Penyakit
Pohon kapuk muda sangat rentan terhadap penyakit bercak daun dan antraknosa. Setelah terdeteksi, segera buang bibit yang terinfeksi.
Perlakukan bibit yang tidak terkena dengan keduanya:
Pengenceran 800 kali lipat dari 70% Thiophanate-methyl wettable powder
Pengenceran 1000 kali lipat dari bubuk yang dapat dibasahi 75% Chlorothalonil
Lakukan perawatan setiap sepuluh hari, ulangi 2-3 kali.
Manajemen Serangga
Hama utama termasuk kumbang daun, ulat grayak, dan wereng, yang merusak pertumbuhan baru. Pengendalian hama ini terutama dilakukan dengan perangkap dan aplikasi pestisida yang tepat sasaran.
Penggerek kulit kayu, seperti kumbang longhorn dan kumbang (terutama larva kumbang kapuk), merupakan ancaman yang signifikan. Mereka merusak sistem vaskular pohon, terutama pada pucuk atas, sehingga menghambat transportasi nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan kulit kayu dari tajuk ke bawah.
Untuk pengendalian, gunakan insektisida berspektrum luas dengan konsentrasi tujuh kali lipat dari konsentrasi standar, yang terbukti sangat efektif.
Penelitian menunjukkan bahwa pupuk kalium dapat membantu mengendalikan hama ini, sementara pupuk nitrogen dapat memperburuk kerusakan. Pertimbangkan hal ini saat merencanakan pemupukan.
VIII. Nilai-nilai Utama
Aplikasi Obat
Bunga: Dapat dimakan sebagai sayuran dan digunakan sebagai obat untuk menghilangkan panas dan menghilangkan kelembaban. Mengobati disentri bakteri, radang usus, dan sakit perut.
Kulit kayu akar: Mengobati rematik dan cedera akibat jatuh.
Kulit pohon: Obat bergizi, juga digunakan untuk disentri dan menoragia.
Manfaat Ekonomi
Serat buah (kapuk): Digunakan sebagai isian bantal, kasur, dan pelampung.
Minyak biji: Digunakan sebagai pelumas dan dalam produksi sabun.
Kayu: Ringan dan lembut, cocok untuk konstruksi kukusan, papan kotak, batang korek api, dan produksi kertas.
Nilai Hias
Bunga-bunga pohon kapuk yang besar dan mencolok serta bentuknya yang megah membuatnya menjadi pilihan yang sangat baik untuk desain lanskap dan sebagai pohon jalanan.
IX. Signifikansi Budaya
Bunga kapuk yang mekar, menyerupai nyala api yang menari-nari, telah lama melambangkan kepahlawanan dalam berbagai budaya.
Bagikan
Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
Berbagi adalah Peduli.
Peggie
Pendiri FlowersLib
Peggie dulunya adalah seorang guru matematika sekolah menengah, namun ia mengesampingkan papan tulis dan buku pelajarannya untuk mengikuti kecintaannya pada bunga. Setelah bertahun-tahun berdedikasi dan belajar, ia tidak hanya mendirikan toko bunga yang berkembang pesat, tetapi juga mendirikan blog ini, "Perpustakaan Bunga". Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mempelajari lebih lanjut tentang bunga, jangan ragu untuk hubungi Peggie.
Sebelum kau pergi
Anda mungkin juga menyukai
Kami memilihnya hanya untuk Anda. Teruslah membaca dan pelajari lebih lanjut!
Jenis Bunga Berdasarkan Nama (A-Z) Jenis Bunga Berdasarkan Warna Jenis Bunga Berdasarkan Musim Jenis Bunga Berdasarkan Waktu Mekar 600+ Jenis Bunga No Nama Bunga No ....
Lonicera maackii, umumnya dikenal sebagai honeysuckle Amur, adalah semak daun yang sering tumbuh berkelompok. Bunganya yang harum menyediakan sumber nektar yang sangat baik untuk penyerbuk, sementara buahnya berfungsi...
Liriodendron chinense, juga dikenal sebagai pohon tulip Cina, adalah pohon daun yang luar biasa yang termasuk dalam keluarga Magnoliaceae dan genus Liriodendron. Spesies yang mengesankan ini dapat mencapai ketinggian...
Viola variegata, umumnya dikenal sebagai Viola Beraneka Ragam, adalah ramuan abadi yang termasuk dalam keluarga Violaceae dan genus Viola. I. Ciri Fisik: Tanaman mungil ini biasanya tumbuh antara 3-12 ...
Bunga bakung, juga dikenal sebagai Lilium, adalah tanaman berumbi herba abadi yang termasuk dalam keluarga Liliaceae. Ini terutama didistribusikan di daerah beriklim sedang di Belahan Bumi Utara, dengan...
Lilium tsingtauense, juga dikenal sebagai Qingdao Lily atau Laoshan Lily, adalah spesies bunga bakung yang langka dan indah. Tanaman monokotil abadi ini ditandai dengan warna oranye-merah yang mencolok...
Viola cornuta, umumnya dikenal sebagai Horned Pansy atau Horned Violet, adalah tanaman herba abadi yang termasuk dalam keluarga Violaceae. Berasal dari pegunungan Pyrenees di Spanyol dan Prancis, tanaman ini...
Callistemon viminalis, umumnya dikenal sebagai Weeping Bottlebrush, adalah pohon cemara khas milik keluarga Myrtaceae, yang berasal dari Australia. Daun lansetnya berkisar dari hijau keabu-abuan hingga hijau tua, dan...
Lavandula lanata, umumnya dikenal sebagai Woolly Lavender, adalah spesies lavender yang khas dan menawan yang berasal dari daerah pegunungan di Spanyol selatan. Tanaman aromatik semi-kuat ini dicirikan oleh...